
" Kalau begitu, tunggu apa lagi?! " ucap Yanci sambil menatap semua lawannya dengan tajam dan lalu mengeluarkan aura kegelapannya.
Begitu juga dengan yang lainnya kecuali Alisa, karena Alisa berfikir jika dirinya mengeluarkan auranya maka lawannya kali ini akan memburunya terutama Winga karena terdapat kekuatan kajinan yang begitu murni dari Ratu Betari, salah satu penguasa terkuat di alamnya.
Winga yang melihat itu pun langsung mengerahkan semuanya untuk segera menyerang para boneka itu dan juga Alisa.
" Seraaaang! " teriak Winga sambil melempar energi kegelapan miliknya yang sebesar bola kasti namun memiliki daya ledak bagaikan sebuah bom.
Dengan segera, ribuan dari bangsa lain itu langsung melesat cepat untuk menyerang lawannya, begitu juga dengan para Kajin.
Seketika pecah sudah perang antara para boneka melawan ribuan makhluk dari bangsa lain.
Yanci dan semua saudaranya melesat cepat menuju pertempuran kecuali Kris.
Kris yang sudah diamanati oleh tuannya yaitu Guntur untuk selalu bersama dengan Alisa untuk menjaganya.
Alisa sendiri masih terdiam beberapa saat, lalu dengan senyum menyeringai, Alisa menghilang dari pandangan.
Kris yang melihat Alisa menghilang langsung menghentakkan kakinya ke tanah supaya dirinya bisa merasakan keberadaan Alisa ketika menghilang karena memiliki elemen tanah.
Jurus Tapak Lindu, itulah yang saat ini Kris gunakan.
Jurus ini termasuk jurus tingkat menengah pada seorang aksara yang berfungsi sebagai pendeteksi dari getaran pada tanah, sekecil apapun getaran tanah Kris dapat mengetahui apapun itu. Jurus itu yang Guntur berikan kepada Kris saat menciptakannya.
Maka dari itu, Kris dapat mengetahui siapapun itu selama mereka menyentuh tanah.
Kris terus mengawasi Alisa dengan jurus itu, namun sesaat kemudian, Kris dibuat terkejut karena Kris mengetahui jika Alisa mengincar bola energi yang dilemparkan oleh Winga.
Saat Kris ingin menyusul Alisa, tiba-tiba semua yang ada disana nampak sangat terkejut kecuali Gea yang terus melancarkan serangan panahnya.
Alisa yang menampakkan dirinya tepat didepan bola energi itu langsung mengarahkan tangan kanannya, lalu menghisap dengan cepat bola energi itu.
" Kuat... Tapi di hadapanku energi semacam ini bukan apa-apa untukku, " ucap Alisa tersenyum.
Kemudian, dengan mengangkat satu jari telunjuknya, Alisa kembali mengeluarkan bola energi itu bahkan menjadi dua kali lipat besar dan kekuatannya.
" Hoe kakek ini aku kembalikan bolanya kepadamu! " ucap Alisa sambil menyentil bola energi itu.
Langsung saja bola itu melesat dengan kecepatan tinggi mengarah ke Winga dan dalam hitungan sepersekian detik, bola energi itu meledak kuat tepat ditempat Winga berdiri.
" Sreeettt "
" Boooom "
Ledakan itu sukses membuat semuanya terdiam bahkan para kajin langsung bergidik ngeri.
" Untung bukan aku... Jika itu aku mungkin langsung musnah, " ucap Anggi dalam hati.
Namun beberapa saat kemudian, nampak debu yang sudah mulai menghilang, terlihat seseorang berdiri tanpa cacat sedikitpun.
" Brengsek! " ucap Winga dengan murka.
Seketika itu Winga langsung menciptakan bola api yang cukup besar lalu melemparkannya kepada Alisa yang berdiri 10 meter didepannya.
" Hoe kek.... Apa tidak ada yang lebih kuat dari ini? " ucap Alisa sambil menghisap bola api itu lalu mengeluarkan kembali dan melemparkan kembali ke Winga.
" Boom "
__ADS_1
Kobaran api menyelimuti area sekitar Winga yang bahkan terdengar suara teriakan Winga yang cukup memilukan.
" Aaaarrrrgggghhh.... "
Para kajin yang melihat itu ingin sekali membantu Winga tapi para boneka Guntur tidak mengijinkan hal itu.
Bahkan beberapa pasukan jin itu semakin berkurang karena kalah kuat dengan para boneka.
" Mau apa? Kau itu lawanku tidak usah menghiraukan yang lain! " ucap Lintang yang terus melancarkan serangannya dengan tombak cahayanya.
Begitu juga dengan yang lainnya, tidak memberikan kesempatan kepada para kajin untuk lolos.
Sedangkan Gea, Yuki dan Kris terus menggempur pasukan Jin dengan brutal.
Mencincang, menusuk, hujan panah, merobek, menebas, menghantam, semua mereka lakukan dengan dingin seolah-olah tidak ada belas kasihan kepada mereka.
Teriakan bahkan tangisan pilu terus terdengar pada pasukan bangsa jin itu.
Namun dari semua itu, sosok yang dipanggil oleh Winga tiba-tiba terdiam mematung menatap Alisa dengan perasaan ketakutan.
Dirinya dapat merasakan walaupun samar jika Alisa memiliki kekuatan dari Ratu Betari.
Tiba-tiba semuanya dibuat terkejut karena sosok itu berubah menjadi asap hitam yang sangat pekat lalu menghilang tanpa jejak.
Alisa yang melihat itu mengerutkan keningnya begitu juga dengan yang lainnya. Mereka kebingungan dengan kejadian itu dan memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu dan melanjutkan pertempuran.
Winga yang terlihat terluka dari serangan yang diberikan oleh Alisa itu menghempaskan aura kajinannya hingga api yang tadinya berkobar di sekelilingnya itu langsung padam.
" Wuuusshhh "
Dengan perlahan aura kematian dari seorang kajinan dengan julukan Sang Dukun itu mulai dapat dirasakan oleh semuanya.
Tanpa banyak bicara, kedua tangan winga diselimuti oleh api yang seperti membakar kedua tangannya lalu melesat dengan sangat cepat ke arah Alisa.
Alisa yang sedang kondisi lengah itu dengan terpaksa menerima bogeman mentah dari seorang Winga dengan telak yang mengenai kepala kirinya.
" Bruugghh "
" Aaaahhhh "
" Wussshhh "
" Bruuuaaagghhh "
Seketika tubuh Alisa terpental lebih dari 20 meter kebelakang dan berhenti setelah menabrak pohon kelapa dengan kuat yang secara otomatis mendapati luka dalam maupun luar yang cukup serius.
Kris melihat Alisa yang terlempar akibat serangan dari Winga itu menjadi murka.
Dengan segera Kris mengeluarkan kekuatan puncaknya yaitu jurus area yang mana sanggup membuat tanah dalam radius 500 meter menjadi bergetar hebat.
Gempa vulkanik itu membuat tanah sekitar menjadi meruncing laksana duri-duri yang membuat semua pasukan jin itu lenyap tanpa sisa.
Pohon-pohon sekitar tumbang dan banyak sekali bangunan sekitar roboh.
Dalam keadaan itu, suasana menjadi lebih mencekam dan suram.
Orang-orang sekitar pun menjadi kalang kabut dan lari tunggang langgang menyelamatkan diri.
__ADS_1
Bahkan diantara mereka, tidak sedikit yang mendapatkan luka dari kejadian itu namun tidak ada korban jiwa diantara mereka.
Kris yang sudah kalap dan gelap itu tidak bisa lagi mendengar teriakan dari semua saudaranya dan dengan cepat melesat ke arah Winga untuk menyerangnya.
Namun alih-alih dapat mengenai Winga, para kajin itu langsung melindungi Winga dengan segenap kekuatan mereka.
" Booom "
Salah satu diantara para kajin itu lenyap karena serangan Kris tepat mengenai jantungnya yang mana sumber kekuatan mereka terletak pada jantung mereka.
" Septi! " teriak Sandang dan semuanya.
Dengan kejadian lenyapnya salah satu diantara mereka yaitu Septi, para kajin seketika murka dan membalas menyerang Kris dengan brutal.
Kris yang mengetahui hal itu bukannya mundur tapi malah semakin beringas melawan para kajin yang Kris anggap sebagai pengganggu.
Winga yang sudah mencapai mode serius itu melambaikan tangan kanannya dan dengan kejadian itu, Kris terlempar sejauh 20 meter.
" Wussshhh "
" Uhhuaaaggghhh "
" Brruuaaakkk "
" Sialan, kuat sekali, " gumam Kris yang perlahan berdiri.
Para boneka Guntur itu pun langsung membantu Kris dengan cara menyalurkan energinya kepada Kris hingga menjadi lebih baik termasuk Gea dengan kekuatan aksara penyembuhnya.
Sedangkan Alisa sendiri masih belum sadarkan diri dari serangan Winga karena tubuhnya menolak untuk diberikan saluran kekuatan dari para boneka.
Tapi mereka semua tidak bingung dan heran karena mereka tahu jika tubuh Alisa sangat berbeda dengan tubuh yang biasanya karena memiliki kekuatan unik yaitu pelahap jiwa angkara dan kekuatan dari Ratu Betari.
Kini, mereka semua tahu jika Winga sangatlah kuat dan mereka berfikir jikalau menggabungkan seluruh kekuatan mereka pun kemungkinan untuk menang hanya 10 persen itu pun harus mengalami luka bahkan pengorbanan diantara mereka.
" Jika untuk para badut itu aku sendiri mampu untuk melenyapkan mereka tapi jika Sang Dukun...? " ucap Kris yang sudah berdiri dan menatap Winga dengan tajam.
" Adik Yan?! " ucap Gending.
" Kak Gending, para kajin sebenarnya semakin hari semakin lemah jika mereka tidak memakan tumbal tapi jika mereka memakan tumbal maka kekuatan mereka akan meroket lebih kuat... Tapi untuk Sang Dukun..., " ucap Yanci menggantung.
Mereka tahu jika kekuatan mereka semua tidak sebanding dengan Sang Dukun mengingat dirinya sudah membuat kontrak dengan Sang Raja Angkara.
Dengan adanya itu, kekuatan dari Sang Dukun akan meroket jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Baru saja mereka membahas bagaimana untuk menghadapi Winga, mereka dikejutkan oleh sebuah pedang besar berwarna keemasan yang tiba-tiba saja melesat ke arah Winga hingga menciptakan ledakan yang sangat kuat.
" Wuusshhh "
" Booomm "
Beberapa saat kemudian, nampak para kajin yang terlempar beberapa meter dan hanya menyisakan Winga yang masih berdiri dengan tegak.
Pedang besar itu nampak masih mengeluarkan auranya yang begitu kuat sehinga Winga sendiri mengerutkan keningnya namun masih terdiam.
Dalam hitungan sepersekian detik berikutnya, pedang besar itu langsung menghilang dan tiba-tiba Winga nampak terpental beberapa meter kesamping kanan hingga menabrak sebuah rumah yang sudah roboh.
Terlihat sudah seorang kakek-kakek berdiri tegap sambil memegangi sebuah pedang besar itu.
__ADS_1
" Winga.... Urusan kita belum selesai! " ucap kakek itu sambil menatap Winga yang berlahan berdiri.
" Jin Juan..., " gumam Winga sambil meludah.