
" PUTRI! " teriak semuanya saat melihat Putri yang juga telah menyusul Alisa yang hanya berselisih waktu 5 menit.
" Astaga..., " ucap Ragil yang sangat terkejut melihat Putri yang juga mengalami perubahan.
Sangat terasa aura jawara pintu ke 5 nya yang memancar sangat kuat dan juga menekan kuat semua orang.
Seketika semua orang melindungi diri mereka dengan aura jawara mereka supaya tidak tertekan.
" Astaga.... Kuat sekali! " ucap Ria yang merasa sangat tertekan walaupun sudah melindungi dirinya dengan aura jawara puncaknya.
" Bertahanlah ini hanya sebentar..., " ucap Warok yang juga bergidik ngeri.
" Bahkan aura puncak kita masih belum bisa menahan auranya padahal baru jawara ke 5, bagaimana jika sudah sempurna? " tanya Amir.
" Monster! " ucap Imam.
Sedangkan Mawar hanya terdiam terpaku melihat perubahan Putri yang sangat drastis dan juga cukup mengejutkan.
" Jika dunia persilatan tahu tentang mereka, aku yakin jika semuanya akan berusaha untuk mendapatkan mereka bahkan dengan cara kotor sekalipun dan tidak sedikit pula akan penuh dengan jilatan lidah orang-orang bermuka dua, " pikir Mawar dengan serius karena dirinya juga merasakan hal tersebut dengan orang-orang yang sudah melihat wujud perubahannya walaupun tidak sekuat murid-murid Guntur.
Hanya saja Mawar sangat tidak tertarik dengan semua itu, yang dia inginkan hanyalah hidup dengan bebas serta mengabdi kepada gurunya yaitu Ragil dan juga padepokan Pancanaka.
Walau hanya beberapa detik tapi mereka semua dapat melihat jika Putri mengalami perubahan walau tidak seperti Alisa sebelum dirinya pingsan yang langsung ditolong oleh Guntur dengan akar-akar dan elemen cahayanya.
Putri yang melayang itu memiliki dua pasang sayap lebah yang bertengger dipunggungnya, lalu pada kepalanya muncul sungut antena selayaknya lebah dan juga terlihat mahkota kecil yang bertengger di atas kepalanya.
Nampak juga telinga Putri yang sedikit meruncing seperti perubahan pada salah satu dari Panca Soka yaitu Mawar Sang Mawar Berduri.
Mata Putri juga mengalami perubahan yang mana menjadi keemasan dengan pupil mata hitam seperti selayaknya lebah dan di keningnya muncul tato seperti Ridwan namun berbeda yaitu tato seekor ratu lebah berwarna emas kehitaman.
Juga terdapat sejumlah bulu yang menghiasi lehernya seperti memakai sebuah syal yang cukup tebal.
Itu dikarenakan keberhasilannya saat melakukan pelatihan terlarang yang sangat terlarang di Bumi Nusantara.
***
Cetar....
Cetar....
Cetar...
" Aaarrrggghh.... Sakiiiiiittttt....., " teriak Putri yang terus menerus menerima cambukan dari ketiga saudaranya.
Sedangkan Putri putih hanya melihat tanpa ekspresi sama sekali.
" Menyerahlah, " ucap Putri merah dengan tatapan merendahkan.
" Tidak! Aku tidak akan menyerah! " teriak Putri dengan suara serak.
Tubuh Putri yang sebenarnya sudah tidak mampu lagi untuk bertahan namun tidak ia hiraukan.
Yang ada dalam benaknya hanyalah berjuang hingga akhir walaupun nyawa taruhannya.
Cetar....
" Aaaarrrgggghg...., " teriak Putri yang kembali terkena cambukan pada dadanya darah kembali mengalir dengan luka yang cukup dalam.
Pada cambukan inilah tubuh Putri akhirnya tumbang diatas tanah dengan kesadarannya semakin pudar.
" Aku tidak akan menyerah... Aku percaya aku akan dapat bersanding dengan mereka tanpa menjadi beban, " ucapnya dalam hati.
Pandangannya semakin lama semakin memudar karena tidak sanggup lagi untuk bertahan walau semangat dan keinginannya yang masih sangat kuat dan pantang menyerah.
Pada saat hampir saja matanya itu tertutup sempurna, tiba-tiba entah dari mana datangnya seekor lebah yang menyengat keningnya lalu lebah itu langsung menghilang entah kemana.
Lebah itu sangatlah kecil seperti lebah madu namun memiliki corak warna yang sangat terang dan juga memiliki mahkota dikepalanya.
Setelah merasakan sengatan itulah kesadaran Putri kembali seperti semula dan juga Putri seperti mendapatkan suatu pencerahan dengan apa yang sedang dialaminya saat ini.
" Terima kasih sudah mencerahkanku, Ratu..., " ucap Putri dalam hati.
Lebah yang menyengat kening Putri ternyata adalah seekor ratu lebah yang selama ini selalu bertengger didalam kuciran rambut kudanya.
Putri sangat mengetahui ratu lebah itu karena sejak kecil ratu lebah itu selalu menemaninya kemanapun Putri pergi dan sudah seperti bagian dari dirinya.
Seketika itu juga Putri menutup kedua matanya untuk menghilangkan semua nafsu angkara yang ada pada dirinya.
" Kepercayaan ya..., " ucap Putri dalam hati sambil terukir senyum tipis pada bibir mungilnya.
Setelah itu Putri mulai mempercayai dirinya sendiri dan juga mereka, keempat saudaranya.
Lambat laun kepercayaan itu terus tumbuh dan semakin besar dalam benaknya.
Nampak keempat saudaranya tersenyum melihat dan merasakan sebuah kepercayaan yang mulai tumbuh dalam diri Putri yang semakin lama semakin besar.
" Akhirnya dia mempercayai kita, " ucap Putri putih yang sedari tadi hanya terdiam.
" Benar... Sudah waktunya juga untuk kita mempercayainya sebagai bagian dari kita, " ucap Putri biru.
Setelah itu satu persatu dari mereka masuk kedalam tubuh Putri.
Hanya Putri putih saja yang hanya berjalan dengan santai mendekati Putri yang menatapnya dengan sendu dan juga tersenyum.
" Sebagai salah satu pamong terkuat di Bumi Nusantara di masa depan, perjalananmu masih sangat panjang Putri, " ucap Putri putih.
" Aku tidak peduli dengan semua itu, aku hanya ingin terus menjadi diriku sendiri dan juga bagian dari mereka, " ucap Putri sambil menatap langit cerah di padang bunga.
Mendengar ucapan dari pemilik wadahnya, Putri putih tersenyum lalu duduk disamping kiri Putri sedangkan Putri sendiri masih tergeletak tiatas tanah.
" Kau tahu, langkahmu sudah benar Putri... Kau juga sudah menemukan dia yang suatu saat nanti akan menyatukan keluarga kita pada keluarga utama, " ucap Putri putih sambil menatap langit cerah.
" Aku juga berfikir seperti itu... Ahh... Tunggu... Aku harus memanggilmu apa? " tanya Putri.
" Karena aku yang tertua diantara kalian panggil saja aku kakak, " ucap Putri putih.
" Hmm... Baiklah..., " ucap Putri sambil tersenyum.
" Putri... Seperti kataku tadi kelak kau akan menjadi salah satu pamong terkuat di negeri ini jadi perjalananmu masih panjang..., "
" Salah satu? Lalu yang lainnya? " tanya Putri yang mulai penasaran.
" Tentu semua murid darinya... Maka dari itu teruslah untuk menjadi kuat, kau juga memiliki kekuatan unik yang sangat langka... Jika tadi sang ratu tidak menyengatmu dengan cepat kau tidak akan tertolong lagi..., " jelas Putri putih yang mengetahui semuanya.
__ADS_1
" Jadi begitu ya... Mereka juga.... Tapi kau benar kak jika saja sang ratu tidak menyengatku mingkin aku sudah tewas dan kalian akan musnah, " ucap Putri bersyukur karena masih diberikan hidup oleh Sang Hyang Esa.
" Sudah waktunya aku untuk kembali kedalam tubuhmu Putri... Gunakan kekuatan ini di jalan yang benar dan teruslah bersama mereka dan juga mengabdilah kepadanya sebagai seorang adik dan juga murid..., " ucap Putri putih samnil tersenyum.
Lalu berlahan Putri putih masuk kedalam tubuh Putri.
Setelah itu Putri sendiri merasa tersentak dengan kuat sampai-sampai dirinya merasakan tubuhnya remuk redam.
" Aaaaaa...... A-ada apa ini? " teriak Putri yang merasakan sakit luar biasa pada tubuhnya dan melihat luapan energi murni yang datang entah dari mana berkumpul tepat diatasnya.
Tidak menunggu waktu lama, semualuapan energi murni itu masuk dengan paksa kedalam tubuh Putri yang membuat tubuhnya semakin kesakitan.
Teriakan demi teriakan Putri lontarkan yang membuat siapapun yang mendengar teriakannya akan sangat ketakutan.
Setelah beberapa saat, luapan energi murni telah masuk semua dengan sempurna, Putri yang tergeletak tidak karuan itu tiba-tiba melayang.
Tubuh yang semula penuh dengan luka kini berganti dengan tubuh yang baru.
Seperti terlahir kembali dengan kulit yang putih bersih tanpa adanya noda dan juga bentuk tubuh yang sangat ideal.
Wajah cantiknya semakin menampakan keindahan dalam kecantikkan yang diatas rata-rata.
Semua yang ada pada tubuh Putri berubah hingga terjadi perubahan bagaikan seorang Ratu Lebah itu sendiri.
Lalu....
Boom....
Booomm...
Terdengar dua kali ledakan teredam pada tubuh Putri yang menandakan dirinya tengah membuka dua pintu sekaligus dalam satu waktu.
Yang semula seorang jawara pintu ke 3 kini menjadi jawara pintu ke 5 dengan aura yang sangat mendominasi dan juga sangat kuat.
Pyarrr....
Suara kaca dimensi yang sudah terpecah dengan sempurna menandakan sang murid telah berhasil menyelesaikan pelatihan terlarang tersebut.
***
Kini hanya tinggal Sang Nunchaku seorang yang masih bergelut dengan keemoat saudaranya.
Dirinya sadar jika selama ini diantara semua murid Guntur, hanya dirinyalah yang terlemah.
Dibandingkan dengan Putri yang berada 2 pintu dibawahnya tapi Putri memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dan juga memiliki kekuatan unik yang sangat langka apalagi dengan Roro yang bahkan dia sendiri tidak tahu bagaimana kekuatan asli dari seorang Roro karena selama ini Roro tidak pernah untuk menguji kekuatannya di arena peringkat.
Dirinya yang merasakan semua itu dilanda kesedihan dan juga merasakan jika dirinya hanyalah beban.
Masuk dalam tim dari bimbingan Guntur dan juga Anisa saja dirinya memaksakan yang niat awalnya hanya dengan alasan menyukai Guntur.
Awalnya dirinya tidak mengetahui bahwasanya Anisa adalah istri dari Guntur namun secara tidak sengaja saat dirinya dilatih oleh Anisa di gubuknya Yuni melihat sebuah foto kecil yang terpajang di dinding.
Sebuah foto pernikahan yang sangat sederhana yang digelar oleh Guntur dan juga Anisa.
Nampak mereka berdua sangatlah bahagia dengan senyum tulus saling mencintai walau Anisa sendiri memakai cadarnya.
Namun nampak guratan senyum dan juga kebahagiaan dimata Anisa di foto tersebut.
Tentu saja...
Bahkan Yuni sempat meneteskan air matanya namun dengan segera dia usap dan menahan rasa sakit yang berada di dalam hatinya.
Yuni terus menahan rasa itu sampai sekarang dengan sempurna bahkan semuanya pun tidak mengetahui hal itu.
Wanita...
Ya...
Seorang wanita sanggup menutupi rasa hati mereka dengan sifat ceria mereka bahkan hanya dalam tawa ataupun senyuman saja.
Namun ada satu hal yang tidak bisa lepas dari semua itu yaitu cara pandang mereka terhadap orang yang mereka sukai namun takdir berkata lain.
Hanya wanita tertentu saja yang sanggup menutupi semua itu salah satunya adalah Yuni.
Gadis yatim piatu yang telah ditinggal wafat oleh orang tuanya sejak kecil dan tumbuh di suatu panti asuhan.
Semua kenangan akan rasa hati dan juga masa lalu telah kembali teringat dalam benak Yuni.
Bahkan wajah kedua orang tuanya pun Yuni kembali mengingatnya walaupun hanya bentuk sebuah foto yang dia bawa kemanapun Yuni pergi.
Rasa sakit akan siksaan yang dilakukan oleh leempat saudaranya seakan menambah rasa pilu dalam dirinya.
Duagh...
Braagghhh...
Sebuah nunchaku berhasil menghantam kepala Yuni dan Yuni pun seketika terjatuh dengan muka yang langsung menghantam sebuah tanah lalu tubuhnya pun langsung tidak bergerak.
Dengan keadaan seperti itu, Yuni merasa jika dirinya telah gagal, apalagi dirinya mengingat kalau orang yang dia sukai ternyata sudah memiliki seorang pendamping hidup.
" Aku sudah tidak kuat lagi... Bahkan aku sendiri sudah tidak merasakan sakit... Tubuhku mati rasa... Apa yang harus aku lakukan? Aku hanyalah sebuah duri dan juga beban untuk semuanya..., "
" Ayah... Ibu... Apa aku akan berakhir? " tanya Yuni dalam hati.
Saat dirinya merasa sudah tidak mampu lagi itulah terdengar suara retakan yang cukup keras.
Krakk....
Seketika itu juga Yuni langsung masuk kedalam alam bawah sadarnya lalu terkejut saat melihat dua orang yang tengah menatapnya dengan senyuman hangat.
" A-ayah? I-ibu? " ucap Yuni terkejut.
Mereka berdua terus menatap Yuni dengan senyuman yang ternyata mereka adalah orang tua Yuni yang sudah tiada.
" I-ini nyata kan? " tanya Yuni masih dalam keterkejutannya.
Lalu sang ayah pun mulai berucap kepada Yuni.
" Ini nyata nak..., " ucap sang ayah sambil tersenyum.
" A-ayah.... Ibu..., " ucap Yuni yang kini sudah menangis dihadapan mereka.
Brugh...
__ADS_1
Yuni pun terjatuh terduduk yang entah kenapa tubuhnya sangatlah lemas.
" Nak... Waktu kami tidak banyak... Kami hanyalah sekumpulan energi kami yang sengaja kami tinggal untukmu..., " ucap sang ayah.
Yuni yang mendengar itu pun segera menggelengkan kepalanya.
" Ti-tidak ayah... Ibu... A-aku... Aku..., " ucap Yuni yang merasa tercekat.
" Nak.. Maafkan kami jika kami telah sengaja menyegel kekuatanmu karena kami takut jika kau belum bisa menguasainya dengan sempurna akan sangat berbahaya jika itu terjadi, " ucap sang ibu.
" Ke-kekuatan? Apa maksud ibu? " tanya Yuni sambil menyeka air matanya.
" Kekuatan unikmu nak...., " ucap snag ayah.
" Kekuatan unik? A-aku punya kekuatan unik? " tanya Yuni terkejut.
" Benar nak... Ayah adalah seorang aksara bermata ungu sedangkan ibumu adalah seorang jawara... Ayah yang menyegel kekuatan unikmu itu supaya dirimu tidak menjadi sosok yang bisa menjadi penghancur peradaban di Bumi Nusantara..., " ucap sang ayah.
" Tapi percayalah setelah kau berhasil dengan pelatihan terlarang ini kau akan bisa mengendalikan kekuatan unikmu itu dengan sempurna, " ucap sang ibu.
" Ehhh... Pelatihan terlarang? " tanya Yuni kembali.
" Kami tahu nak... Jika dimasa depan nanti kau akan bertemu seorang Hyang dan menjadi muridnya... Kami sangat bersyukur dengan itu karena kau berjalan di jalan yang benar..., " ucap sang ayah.
" Seorang Hyang? Apa maksud ayah itu mas Guntur? " tanya Yuni yang sudah tahu siapa Guntur.
" Benar nak... Baiklah... Waktu kami sudah habis nak, ingatlah satu hal, kunci dari pelatihan ini adalah kepercayaan kepada dirimu sendiri dan juga mereka...., " ucap sang ayah.
" Kami percaya kau akan berhasil nak... Kami sangat mencintaimu...., " ucap sang ibu.
Dengan berlahan tubuh mereka menjadi semakin pudar dan terus pudar.
Sedangkan Yuni sendiri meraung tidak ingin jika orang tuanya pergi darinya.
" Tidak... Ayah... Ibu... Jangan tinggalkan aku... Tidaaaaaaakkk.... Hiks... Hiks...., " teriak Yuni saat mereka sudah tidak terlihat lagi.
Yuni merenung.
Disamping dirinya merasa sangat merindukan kedua orang tuanya, dirinya juga memikirkan kekuatan unik lalu pelatihan terlarang yang dimaksud oleh ayahnya.
" Tidak.... Itu tidaklah penting untuk sekarang... Hmm... Kepercayaan ya.... Baiklah aku akan mempercayai diriku sendiri dan juga mereka yang sebenarnya bagian dariku juga, " ucapnya pelan.
Langsung saja Yuni memejamkan matanya untuk mencoba percaya dengan dirinya sendiri dan juga mereka.
Setelah merasa cukup, Yuni kembali teringat dengan ucapan Guntur jika semua muridnya hatus bisa mengendalikan nafsu angkara mereka supaya dapat mengetahui jalan mana yang terbaik untuk mereka melangkah kedepan.
Yuni pun juga mencoba untuk menekan bahkan menghilangkan semua nafsu angkara yang ada pada dirinya.
Pelan namun pasti, Yuni berhasil untuk melakukannya walau sedikit kesusahan pada rasa kecemburuannya terhadap Anisa atau istri dari orang yang disukainya yang juga guru baginya dan semua murid Guntur.
Setelah semua selesai, Yuni segera keluar dari alam bawah sadarnya dan langsung mendapati semua tubuhnya merasakan sakit luar biasa akibat pertempurannya melawa keempat saudaranya.
Tetapi dengan tekadnya yang sudah terbentuk dengan berlahan, dirinya juga sudah bisa mempercayai dirinya sendiri dan juga keempat saudaranya, rasa sakit itu tidak ia hiraukan.
Berlahan Yuni menggerakkan kepalanya keatas walau terasa sangatlah berat dan juga darah segar terus mengalir dari lukanya.
Menatap keempat saudaranya yang kini tubuh mereka semua dipenuhi cahaya dan juga senyum kepuasan terhadapnya.
" Kau lulus Yuni, " ucap Yuni putih sambil tersenyum dan juga dianggukkan oleh ketiga saudaranya yang lain.
" Ugh... Aku benar-benar payah, " gumamnya sambil mencoba untuk melentangkan tubuhnya.
" Terima kasih sudah mempercayai kami sebagai keluarga dan bagian darimu, " ucap Yuni biru yang langsung masuk kedalam tubuh Yuni.
Begitu juga dengan Yuni merah dan Yuni hijau, masuk kedalam tubuh Yuni secara bergantian.
Yuni putih pun berjalan menghampiri Yuni yang tergeletak penuh dengan luka dan bermandikan darahnya sendiri.
" Sebagai salah satu pamong terkuat Bumi Nusantara di masa depan, tidak sepantasnya kau terus merasa berkecil hati kepada semua saudara seperguruanmu bahkan orang lain Yuni..., "
" Perjalananmu juga masih panjang untuk mencapai semua itu namun sebagai orang yang ditakdirkan untuk hal itu kau harus terus berjuang untuk menjadi lebih kuat lagi..., "
" Selamat atas keberhasilanmu... Kami selalu ada untukmu, Yuni..., " ucap Yuni putih panjang lebar lalu masuk kedalam tubuh Yuni.
Yuni yang melihat dan mendengar semua itu lantas tersenyum lalu memejamkan kedua matanya.
Namun tiba-tiba tubuhnya tersentak hebat dan juga bergetar.
Hawa murni begitu murni dan kuat berkumpul tepat di atas Yuni lalu dengan cepat hawa murni itu masuk dengan paksa kedalam tubuh Yuni.
Sontak saja Yuni menjerit dengan keras karena tubuhnya seperti tersayat sekaligus dikuliti hidup-hidup.
Setelah semua hawa murni itu masuk kedalam tubuh Yuni, tiba-tiba tubuh Yuni melayang beberapa meter diatas tanah.
Lalu dengan kuat Yuni meledakkan semua kekuatannya bahkan segel pada keningnya pun pecah dengan sempurna.
Krakk...
Boomm...
Energi kejut yang luar biasa kuat meledak dengan hebatnya.
Nampak sebuah tato bergambar ular yang memakai sebuah mahkota dengan warna hijau kemerahan terpancar dengan terang lalu dibelakang Yuni sendiri terdapat sebuah siluet seorang wanita dengan mahkota dikepalanya namun separuh tubuhnya bertubuh ular berwarna hijau kemerahan.
Siluet itu sangat mirip dengan wajah Yuni namun memiliki aura yang sangat luar biasa kuat dan juga keagungan selayaknya seorang ratu.
Itu semua adalah kekuatan unik dari seorang Yuni yaitu Sawering Wiso yang berarti Bisa Ular yang juga termasuk kategori kekuatan unik langka yang terdaftar sebagai 10 besar teratas.
Setelah itu, Yuni pun membuka kedua matanya dan nampak sangat jelas jika kedua mata Yuni berubah menjadi mata ular berwarna kuning keemasan dengan pupil yang hanya berupa garis horizontal berwarna hitam.
Tubuh Yuni pun kembali pulih seperti sedia kala namun kini terlihat sangatlah mulus dengan warna kuning langsat, wajahnya pun juga bertambah semakin cantik dari sebelumnya.
Yuni pun juga telah membuka pintu jawara ke 6 nya dengan aura yang sangatlah mendominasi dan juga sangatlah kuat.
Setelah itu terdengar suara kaca pecah dengan cukup kencang.
Pyarr...
Dengan pecahnya dimensi kaca itulah Yuni telah berhasil menjalani pelatihan terlarang.
Dengan cepat Guntur menangkap tubuh Yuni yang tengah jatuh dari ketinggian karena kelelahan dan juga pingsan dengan akar-akar yang sudah digabungkan dengan elemen cahayanya.
Dengan selesainya Yuni itulah sekarang semua murid dari Guntur dan Anisa telah menjadi sosok yang berbeda yang pantas disebut dengan 7 Monster Pancanaka yang siap untuk mengguncang dunia persilatan Bumi Nusantara di masa depan.
__ADS_1