Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Teringat Akan Mimpi Masa Lalu Anisa


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan Anisa terus menerus bertarung hampir setiap hari dan kini Anisa berjalan kedalam arena di pertarungannya yang telah mencapai angka 50.


Di pertarungan ke 50 itu Anisa menyadari jika pertarungan yang akan dihadapi selanjutnya akan semakin sulit dan sangat berbahaya sesuai dengan hasil seberapa banyak kemenangan diatas arena.


Dan benar saja di pertatungannya yang ke 51, Anisa dihadapkan oleh petarung yang telah menyelesaikan 60 pertandingan.


Curang? Tentu saja tidak dan itu adalah hal yang wajar dan sudah menjadi hal biasa di dunia bawah.


Musuh yang akan dihadapi oleh Anisa yaitu memiliki gelar Sang Kunai Hitam.


Dia adalah salah satu Sinobi dari negeri Matahari Terbit yang namanya sudah melambung tinggi entah itu dinegaranya ataupun di dunia bawah.


Di dunia bawah tidak hanya jawara maupun aksara yang telah menjadi iblis aksara saja namun juga Kajinan, Kultivator, Shinobi, Penyihir bahkan juga ada seorang Elemental sampai ke Esper dan masih banyak lagi.


Namun dari semuanya ada satu yang paling terkenal di dunia bawah yaitu Alkemis karena Humunculus yang mereka ciptakan.


Tentu tidak mudah untuk membuat seorang Humunculus karena membutuhkan waktu yang lama, tenaga, penelitian panjang dan lain sebagainya yang membuat mereka menjadi sangat tertutup dan sangat sensitif.


Tidak hanya itu, Alkemis juga dapat membuat potion bahkan sampai pil dan obat-obatan.


Maka dari itu para Alkemis sangat disegani dan dihormati bahkan ditakuti oleh semua kalangan.


Seorang wasit wanita berdiri diatas tiang mengumumkan pertandingan.


" Ma Yue vs Takada... DIMULAI! "


Hening...


Semua penonton terdiam karena Takada langsung mengeluarkan aura puncaknya seorang Shinobi sedangkan Anisa nampak santai juga tenang.


Aura berwarna hitam nampak meledak ditubuh Takada lalu dengan gerakan cepat pada tangannya.


" Hujan Kunai, " gumam Takada.


Langsung saja diatas arena nampak ribuan kunai melesat ke arah Anisa.


Anisa yang melihat itu hanya terdiam tanpa melihat ke atas.


Lalu lagi-lagi semua dikejutkan oleh Anisa pasalnya Takada ambruk dengan darah mengalir deras pada semua lobang yang ada pada tubuhnya.


Seketika itu jurus dari Takada terhentikan karena empunya telah ambruk lalu tewas.


" Wwooooaaahhhh apa yang terjadi? Kenapa semuanya tewas dengan cara seperti itu? "


" Aku juga tidak tahu... "


" Apa dia curang? "


" Tidak mungkin dia curang, kalaupun iya sudah pasti sudah di diskualisasi dan yang lebih parahnya dia sudah tewas ditangan para pamong, "


" Benar juga, "


Diruangan vip yang berbeda dengan ruangan Indrajit, nampak seorang laki-laki dari bangsa manusia yang menggunakan topeng setengah wajah terkejut melihat pertarungan Anisa.


Pasalnya dirinya baru kali ini melihat pertarungan Anisa.


" Ti-tidak mungkin! " ucap laki-laki itu.


" Ada apa Lucky? Kenapa kau terkejut? " tanya seorang wanita disebelahnya.


" Si-siapa gadis itu? Apa dia pengendali itu? " tanya laki-laki yang bernama Lucky.


" Dia bernama Ma Yue... Dia sebenarnya pendatang baru yang datang beberapa bulan yang lalu, memang ada apa? " tanya wanita itu.


" Apa kau tahu aku ini siapa? " tanya Lucky.


" Apa yang kau bicarakan? Tentu aku tahu karena aku adalah budakmu, " ucap wanita itu.


" Hahhhhhh... Bukan itu maksudku Fanny, " ucap Lucky.


" Hihihi.... Iya aku faham maksudmu... Kau adalah seorang salah satu dari 7 pamong dunia bawah, Si Tamak Lucky Sang Elemental Api..., " jelas wanita itu yang bernama Fanny.


" Hahahaha kau benar Fanny... Hmm... Jika tebakanku benar maka akan menjadi mimpi buruk bagi siapapun yang berhadapan dengannya, " ucap Lucky dengan serius.


" Apa maksudmu? " tanya Lucky.


" Pengendali Darah! " ucap Lucky dengan raut wajah serius dan berkeringat.


" Pe-pengendali darah? " tanya Fanny terkejut dan langsung bergidik ngeri.


" Benar... Didalam kaum elemental, pengendali darah adalah orang yang sangat ditakuti, bukan hanya para elemental saja tapi juga yang lain, " ucap Lucky.


" Ehh... Jika kau yang berhadapan dengannya? " tanya Fanny.

__ADS_1


" Aku akan menghindar... Sekuat apapun itu jika berhadapan dengan pengendali darah, sudah dipastikan mereka akan kalah, " ucap Lucky.


" Uhhh..., " ucap Fanny kebingungan.


" Selama ini belum ada yang bisa mengcounter pengendali itu tapi menurut rumor yang ada pada kaumku para pengendali darah akan tewas jika dirinya terus menerus menggunakan kekuatannya karena ada timbal balik dari semua itu, " ucap Lucky.


" A-apa? " tanya Fanny.


" Umur..., " ucap Lucky.


Lucky adalah seorang Elemental Api yang terkuat dari semua Elemental karena kekuatannya itulah Lucky menjadi gelap mata dan tamak.


Segala sesuatu yang dia inginkan harus dituruti dan dapatkan entah apapun itu.


Tapi Lucky salah dalam hal menilai Anisa karena Anisa bukanlah seorang Elemental melainkan Jawara yang memiliki 2 kekuatan unik yaitu Pengendali Darah dan Mimpi Buruk.


Hanya segelintir orang saja yang pernah terkena kekuatan unik Mimpi Buruk Anisa dan semuanya akan tersiksa didalam mimpinya sampai di alam nyatanya hingga tewas bahkan gurunya sendiri menyerah saat mencoba kekuatan unik itu.


***


Di ruangan vip lain nampak Indrajit semakin hati semakin tertarik kepada Anisa dan mempunyai niat terselubung untuk mendapatkan Anisa.


" Jika aku bisa mendapatkan gadis itu maka aku akan naik pangkat, hehehehe, " ucap Indrajit dalam hati.


Lalu Indrajit pun mencoba untuk memfokuskan pikirannya untuk mencari Anisa yang sudah keluar dari arena.


" Hooo.... Aku menemukanmu gadis kecil..., " ucap Indrajit yang langsung menghilang dari ruangan itu.


***


Anisa yang sudah sampai didalam kamar penginapannya itu segera merebahkan tubuhnya diatas kasur.


" Sudah 3 bulan aku disini dan baru 51 pertandingan... Aku harus menjadi kuat untuk bisa berjalan disisinya..., " ucap Anisa dalam hati sambil menatap langit-langit kamar.


Anisa mengingat saat dirinya berumur 12 tahun pernah bermimpi bertemu dengan seseorang.


Didalam mimpinya, Anisa diberikan sebuah bola cahaya kepada orang itu.


Bola cahaya itu langsung masuk kedalam tubuh Anisa melalui keningnya.


Tidak ada rasa sakit yang ada hanyalah kehangatan dan kenyamanan yang Anisa rasakan.


Setelah itu barulah nampak perbedaan dari tubuh Anisa, wajah yang semakin cantik dan juga glowing, yang semula kurus menjadi lebih berisi, kulit yang kusam dan pucat nampak jauh lebih halus bagai giok yang sangat terawat.


Terakhir adalah munculnya sebuah tanda lingkaran didada kirinya berwarna merah kehitaman.


" Kelak akan ada seseorang yang akan datang kepadamu sebagai seorang Hyang... "


" Orang itu adalah Sang Hyang Aksara dan juga memiliki kekuatan jawara yang sama kuatnya dengan kekuatan aksaranya... "


" Dia juga kelak akan menjadi pemimpin yang akan memikul dan memanggul takdir yang sangat besar dan berat... "


" Maka dari itu aku memberikan bola itu kepadamu untuk menjadi bagian darinya agar dia tidak tersesat... "


" Jika suatu saat kau bertemu dengannya maka berjalanlah selalu disisinya karena kalian ditakdirkan untuk bersama... "


" Dan perlu diingat jika akan ada satu lagi seorang gadis yang sama denganmu dari kalangan aksara... "


Setelah itu, Anisa terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengkal-sengkal.


Lalu dengan cepat Anisa memeriksa semua bagian tubuhnya dicermin dan mendapatkan apa yang dia lihat didalam mimpinya terutama tanda jawara di dada kirinya.


" Hahhhh... Aku lelah, " gumam Anisa sambil memejamkan matanya namun Anisa merasakan jika ada seseorang yang sedang mengawasinya dibalik jendela.


Seketika itu juga Anisa bangkit dan memeriksanya namun tidak menemukan seorangpun.


" Sepertinya akan ada masalah baru yang akan datang kepadaku... Semoga saja aku selalu berada dalam lindungan-Nya..., " ucap Anisa sambil berbalik untuk kembali beristirahat.


***


3 bulan kemudian, perjalanan Anisa di dunia bawah semakin sulit disaat memasuki pertarungannya yang ke 90 dan sangat ditakuti oleh penduduk dunia bawah.


Anisa yang selalu memakai kekuatan uniknya kini mencoba untuk menggunakan jawara di pertandingan selanjutnya.


Seperti saat ini, nampak Anisa yang berdiri di tengah arena untuk bertarung melawan salah satu peserta terkuat yaitu Alex Sang Es Biru di pertarungan ke 91.


Alex pun juga sudah berdiri berhadapan dengan Anisa dan saling menatap tajam.


Wasit pun langsung mengumumkan jika pertatungan dimulai, namun keduanya masih terdiam.


Arena yang semula heboh dan ramai akan sorakan untuk memyoraki jagoan mereka bahkan banyak juga yang bertaruh dengan uang mereka kini kembali sunyi karena merasa heran.


Alex yang bingung dengan Anisa itu pun mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Baiklah aku akan mulai duluan, " ucap Alex yang segera mengeluarkan skill Warlock miliknya.


Namun sepersekian detik, Anisa dengan cepat mengeluarkan senjatanya yang dia pesan dari salah satu penempa terbaik Bumi Nusantara.


Senjata itu berupa pisau bedah medis yang sangat tajam dan kuat.


Setelah itu, Anisa tiba-tiba melesat dengan cepat sampai-sampai tidak bisa diikuti oleh mata biasa.


Cresss....


" Ehhh... "


Anisa yang tiba-tiba muncul dibelakang Alex itu dengan posisi sedikit membungkukkan badannya dan satu detik kemudian...


Tess...


Soooorrr...


Dug....


Kepala Alex terjatuh dari asalnya dan menggelinding di tengah arena sedangkan tubuhnya masih berdiri dan tidak lama kemudian barulah tubuhnya ambruk.


Sontak semua orang yang melihat itu langsung heboh dan bertanya-tanya, siapa sebenarnya Ma Yue.


Bahkan 4 diantara 7 pamong dunia bawah pun kini ikut menonton pertarungan Anisa karena penasaran.


Mereka adalah bangsa jin Indrajit pamong kesombongan, Lucky bangsa manusia pamong ketamakan, Gerupa bangsa Jin pamong pendendam dan Dirroth bangsa jin pamong nafsu.


" Ma Yue Sang Mimpi Buruk..., " ucap Lucky yang asal memberi gelar.


" Ehh... Apa kau bilang? " tanya Indrajit.


" Aku memberikan dia gelar di dunia bawah sebagai Sang Mimpi Buruk..., " ucap Lucky.


" Apa-apaan kau Lucky..., " ucap Gerupa tidak terima.


" Hey... Aku memberikan gelar itu bukan tanpa alasan... Kalian tidak tahu jika dia itu memiliki kekuatan yang sangat ditakuti oleh kaumku bahkan didunia luar, " ucap Lucky.


" Hah? Apa maksudmu Lucky, " tanya Dirroth.


" Pengendali Darah! " ucap Lucky dengan serius dan tanpa sengaja aura yang sangat kuat dari seorang elemental api merembes keluar.


Sontak semua orang yang berada di ruangan itu terkejut bukan main.


" Ti-tidak mungkin! " ucap Indrajit.


" Bu-bukankah para pengendali darah sudah punah akibat perang dunia pertama? " tanya Gerupa yang bergidik ngeri.


" Bagaimana kau tahu, Lucky? " tanya Dirroth yang nampak pucat.


" Aku adalah seorang elemental dan aku sangat tahu perbedaan antara elemental, warlock, penyihir bahkan esper, " ucap Lucky dengan serius.


" Tapi kenapa tadi dia tidak menggunakan kekuatan itu? " tanya Indrajit.


" Kalian tahu alasannya kan dan kalau dilihat dari gerakannya tadi aku ragu entah itu kultivator atau jawara karena aku sendiri tidak bisa melihat gerakannya secara jelas, " ucap Lucky.


" Tidak mungkin, kita walaupun berbeda bangsa dan alam tidak mungkin untuk bisa mempelajari dua kekuatan secara bersamaan, " ucap Dirroth.


" Apapun itu kita harus melaporkannya kepada kaisar tentang dia, " ucap Gerupa.


" Baik, kita berangkat sekarang..., " ucap Lucky.


Setelah itu, mereka berempat menghilang dari ruangan itu untuk melaporkannya kepada kaisar atau pemimpin dunia bawah.


Perlu diketahui hanya para pamong saja yang tahu siapa pemimpin atau kaisar dunia bawah sebab mereka adalah orang-orang pilihan yang mendapatkan tugas sebagai para pamong alias pilar dari dunia bawah dan mereka telah bersumpah tidak akan membeberkan siapa pemimpin atau kaisar dari dunia bawah tersebut.


***


Disuatu tempat di kota Lentera terdapat sebuah istana yang sangat megah sebagai tempat tinggal pemimpin atau kaisar dunia bawah.


Disebuah ruangan utama istana tersebut terlihat seorang wanita yang temgah duduk di bangku kebesaran dengan memakai pakaian tertutup bahkan sampai tidak terlihat wajahnya.


Keempat pamong pun muncul dihadapan wanita tersebut lalu melakukan setengah sujud kepada wanita itu.


" Aku sudah tahu, berikan gelar yang Lucky berikan tadi kepada gadis itu dan jangan kalian usik gadis itu, biarkan dia mencapai apa yang dia inginkan didunia bawah, " ucap wanita itu dengan lembut namun tegas dan mengancam.


" Baik kaisar! " ucap Lucky, Gerupa dan Dirroth sedangkan Indrajit hanya diam karena mengincar Ma Yue untuk menjadi bagian dari haremnya.


Setelah itu mereka berempat kembali menghilang untuk melakukan tugasnya sebagai pamong dunia bawah.


" Indrajit... Aku harap kau tidak ceroboh tapi aku bisa melihat jika kau suatu saat akan tewas ditangannya, dasar jin bodoh! Hihihi... "


" 7 dari urutan 10 besar yang sangat berharga didunia bawah hanya dengan kepalanya saja berani menginjakkan kakinya didunia bawah... Hmm... Jika bukan muridnya siapa lagi... "

__ADS_1


" Aaahhhh Ma Yue atau aku harus memanggilmu Anisa, Sang Srikandi Bercadar.... Tapi aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyentuhnya karena dia bisa dibilang adik seperguruanku... "


" Guru... Aku harap dengan kedatangannya di dunia bawah akan membawa kabar baik untukku agar segera terbebas dari jeratan hitam yang membelengguku selama ini, " ucap panjang lebar wanita itu didalam hati sambil memejamkan matanya dan meneteskan air mata karena berharap kepada mereka para penduduk di Padepokan Pancanaka.


__ADS_2