
" Serat Netra benar-benar mengagumkan, bahkan aku bisa melihat ke belakang tanpa menggerakkan kepalaku, " ucap Ridwan dalam hati.
Begitu juga dengan rekan satu timnya dimana mereka juga merasakan hal yang sama.
Pertarungan latih landing itu berjalan semakin serius.
Ridwan yang melawan si burung hantu itu sangat seru dan juga penuh dengan keseriusan.
Begitu juga dengan Amir, Amir sangat terkejut dan juga heran dengan Ridwan karena Ridwan dapat mengimbanginya entah itu secara fisik maupun kekuatan jawaranya.
Beberapa kali mereka bertukar jurus namun tidak ada dari mereka yang ingin mengalah.
Mereka selalu sadar kalau ini hanyalah latih tanding, namun bagi mereka latih tanding ini adalah sesuatu yang sangat penting.
Terlebih kepada Ridwan CS yang mendapatkan lawan yang sangat tangguh seperti Panca Soka adalah sebuah momen yang tidak bisa mereka tinggalkan dan remehkan.
Hal yang sama juga dirasakan oleh semua anggota Panca Soka.
Mereka sangat heran dengan lawan latih tandingnya kali ini.
Bagaimana mungkin mereka dapat mengimbangi Panca Soka sampai sejauh ini? Itulah yang ada dalam benak Panca Soka.
Setelah beberapa menit mereka bertukar jurus, kali ini giliran Panca Soka yang mengundurkan diri diri mereka.
Mereka begitu tegang dan juga serius dalam latih tanding melawan Ridwan CS.
" Aku sangat tidak percaya jika tidak berhadapan langsung melawan mereka, " ucap Imam yang nampak sangat terkejut.
" Apakah mereka selama ini menyembunyikan kekuatan mereka? " tanya Ria yang sudah mulai frustasi, apalagi melawan Alisa yang sangat gesit, lincah bahkan sesekali menghilang dengan kemampuannya.
" Hei Ria... Bukankah lawanmu itu belum menggunakan kekuatan jawaranya? Kenapa kau nampak sangat frustasi? Harusnya kau sangat mudah untuk berhadapan dengannya? " tanya Mawar dengan heran.
" Memang benar dia itu belum menggunakan kekuatan jawaranya tapi dia sangat lincah dan juga gesit bagai belut... Apalagi dia sering sekali menghilang yang bahkan aku sendiri tidak bisa mendeteksi keberadaan dan kehadirannya, " jawab Ria dengan kesal.
" Hah?! Menghilang? Jangan bercanda? Aku tidak merasakan kalau dia itu tidak menggunakan jurus apapun! " ucap Warok yang memang posisinya tidak jauh dari posisi Ria bertarung.
" Entahlah aku juga tidak tahu, " ucap Ria kesal.
Disamping itu, Ridwan CS yang menatap Panca Soka yang terkejut karena kekuatan rekan-rekannya itu tersenyum.
Terlebih Julian yang memang sudah memasangkan Serat Netra kepada Panca Soka.
" Permainan dimulai! " gumamnya dalam hati sambil tersenyum.
Lalu, Alisa yang memang sudah gatal sedari awal itu tiba-tiba menghilang dan muncul disela-sela Ria dan Mawar yang sedang seperti merundingkan sesuatu, lalu berkata...
" Waaaahhh... Kalian serius sekali, apa aku boleh bergabung? " tanya Alisa sambil tersenyum mengejek.
Jelas saja apa yang dilakukan Alisa itu mengejutkan Panca Soka, sampai-sampai Mawar yang sangat terkejut itu reflek menggunakan jurusnya yang bernama Lilitan Akar Duri Mawar.
" Sraaakkkkk "
" Sruuuuttttt "
Namun, Alisa yang tahu akan hal itu segera untuk menghilang kembali untuk kembali kepada rekan satu tim nya.
Alhasil, jurus dari Mawar itu bukannya melilit Alisa tapi malah melilit Ria yang memang Alisa yang muncul secara tiba-tiba itu berada di samping Ria.
" Aaarrggghhh... Ma-mawar.... A-apa yang kau lakukan.... Sakit, " teriak Ria yang sangat terkejut dan secara perlahan tubuhnya menjadi lemas akibat racun yang ada pada jurus milik Mawar.
" Astaga Mawar! Hentikan! " ucap Amir yang dengan segera berteriak kepada Mawar yang terdiam mematung sambil terus mengepalkan tangan kanannya dan itu semakin kuat Mawar mengepalkan telapak tangannya.
" Mawar! " teriak Imam yang terlihat panik dan juga pucat pada wajahnya.
__ADS_1
Semua anggota Panca Soka tahu jika Mawar adalah yang terkuat dari semuanya dan semua jurus-jurusnya itu mengandung racun yang sangat mengerikan dan juga berbahaya.
Maka dari itu, melihat Mawar yang melakukan hal tersebut membuat Panca Soka ketakutan dan juga panik.
" Mawar lepaskan! " teriak Warok sambil mencoba menyentuh Mawar.
Namun, sebelum tangan kanan Warok menyentuh tubuh Mawar, tiba-tiba dari tanah dibawahnya muncul sebuah akar berwarna hijau yang langsung melilit tangan kanan Warok yang mencoba untuk menyentuh Mawar.
" Sruuukkk "
" Aarrggh "
Akar itu dengan cepat langsung melilit Warok sampai ke tubuhnya yang hanya menyisakan kepalanya saja, sama seperti Ria.
Beberapa detik berikutnya, Mawar melepaskan Ria dan Warok yang langsung tumbang karena terkena jurusnya itu.
Keadaan itu sontak membuat Imam dan Amir terkejut dan juga sangat panik.
" A-apa yang terjadi! " ucap Imam yang langsung menjauh dari Mawar, begitu juga dengan Amir yang langsung menggunakan kekuatan uniknya.
Kekuatan unik dari Amir adalah Wujudting Manuk, dimana Amir bisa untuk merubah dirinya menjadi seekor burung namun, karena Amir sangat menyukai burung hantu jadi dirinya selalu merubah dirinya menjadi burung hantu.
Saat menjauhkan dirinya dari Mawar, dirinya bukan merubah dirinya menjadi seekor burung hantu tapi hanya memunculkan sayap dari burung hantu itu saja.
Maka dari itu, Amir dapat melesat terbang berkat kekuatan uniknya itu.
Di Bumi Nusantara, hanya Amir saja yang sanggup melakukan itu.
Sedangkan Ridwan CS langsung mundur dan berkumpul bersama Julian.
" Kerja bagus Alisa, " ucap Julian sambil tersenyum.
" Hehehe, lagipula aku sangat geram dengan Sang Penggoda itu, " ucap Alisa sambil cengengesan.
" Julian, apakah itu ulahmu? " tanya Umar penasaran.
" Kau memang cerdas Julian, " ucap Yuni terkagum.
Mawar yang sedang hilang kendali itu didalam alam bawah sadarnya, dirinya melihat apa yang sedang terjadi.
Dirinya juga sangat terkejut jika tubuh dan pikirannya tiba-tiba hilang kendali dan menyerang rekan satu timnya.
Seumur hidupnya, baru kali ini Mawar mengalami kejadian ini.
Dirinya di alam bawah sadarnya menangis dan terus menerus meminta maaf bahkan sampai berteriak sangat kencang.
Namun semua itu hanyalah sia-sia, tubuhnya merasa lemas dan terduduk sambil terus menangis dan meminta maaf kepada rekan-rekannya.
Amir dan Juga Imam saat ini hanya menghindar dan terus menghindar.
Hal itu dikarenakan Mawar yang sudah hilang kendali dan sudah tidak terkontrol itu terus menerus menyerang rekan satu tim nya.
Bahkan, Mawar sendiri sampai mengeluarkan senjatanya yang sangat jarang dia keluarkan yaitu sebuah pedang pendek.
Pedang itu pedang bermata dua berwarna hijau lumut polos tanpa ukiran ataupun hiasan tertentu dan yang paling ditakuti adalah racunnya.
Karena Mawar memiliki elemen ganda yaitu tumbuhan dan juga racun.
Oleh karena itu, Imam dan Amir sangat frustasi dengan keadaan ini.
Dengan muka datarnya, Mawar langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Mawar dengan mengayunkan pedangnya.
Imam yang tahu sedang di incar oleh Mawar itu mau tidak mau juga mengeluarkan senjatanya yang berupa jarum akupuntur.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara karena nyawanya sedang terancam, Imam lekas menggunakan jurusnya.
" Jarum Bulan : Jarum Senyap "
Setelah itu, Imam langsung melempar salah satu jarumnya dengan cepat.
Secepat kilat, jarum itu melesat ke arah Mawar yang sedang mengejarnya.
Namun, siapa sangka jika akar-akar dari Mawar langsung memblokir dari jarum itu yang mana langsung menancap pada akar-akar itu.
Dengan cepat Mawar menggerakkan jarinya dimana salah satu akar itu masuk ke dalam tanah kembali dan langsung muncul tepat dibawah kaki Imam.
Imam yang tidak menyangka jika itu terjadi langsung melompat ke belakang, namun ternyata itu hanyalah pengalihan saja.
Ternyata dibelakangnya sudah ada satu akar yang menunggunya dan langsung melilit tubuh Imam.
" Arrgh, "
Hanya itu suara terakhir dari Imam sebelum akar itu melepaskannya dan nampak Imam tumbang tergeletak di atas tanah.
Sementara itu, Amir terlihat begitu pucat diatas udara karena hanya tinggal dirinya sendiri saja yang masih selamat dari amukan Mawar.
Dirinya tidak menyangka jika Mawar akan seperti ini dan malah menyerang balik rekan satu timnya.
Sadar jika ada sesuatu yang tidak beres kepada rekannya itu, Amir langsung menatap Ridwan CS yang tengah duduk sambil menonton pertarungan sesama anggota Panca Soka.
" Sialan, pasti ada sesuatu yang membuat Mawar menjadi seperti ini, " gumamnya dalam hati.
Begitu Amir menatap tajam mereka, Amir langsung tertuju ke arah Julian.
Entah kenapa sedari awal Amir merasa jika Julian adalah dalang dibalik semua ini.
Dirinya juga merasa aneh kalau salah satu diantara mereka ikut bertarung kecuali Julian yang hanya terdiam memerhatikan jalannya pertarungan.
Lalu, Amir kembali memicingkan matanya menatap Julian.
Namun betapa terkejutnya Amir saat menatap Julian itu karena Julian tersenyum sambil berucap.
" Tumbang "
Seketika itu, pandangan Amir langsung gelap, seluruh tubuhnya tiba-tiba lemas tidak berdaya.
Setelah itu, Amir pun tidak sadarkan diri dan terjatuh dari ketinggian karena posisi Amir berada di udara.
Sayap yang berada di punggungnya langsung masuk kembali ke dalam tubuhnya.
Umar yang melihat jika Amir terjun bebas seperti itu langsung saja melambaikan tangannya.
Seketika dari lambaian tangannya itu menciptakan sejumlah angin yang melesat cepat ke arah Amir.
Dari angin itu, Amir yang terjun bebas melayang lalu turun secara berlahan sampai diatas tanah.
Umar melakukan itu supaya Amir tidak menderita luka yang serius akibat terjun bebas yang mana lebih dari 50 meter di udara.
Pasti siapa saja akan menderita luka yang parah bahkan tewas jika terjun bebas dari ketinggian seperti itu.
Kecuali jika Amir dengan posisi sadarnya dan menahan tubuhnya dengan kekuatan jawanya maka hal itu akan selamat tanpa luka ataupun sakit sedikitpun.
Akan tetapi beberapa detik setelah itu, semua dikejutkan oleh Mawar yang tiba-tiba meledakkan kekuatan jawaranya dengan kekuatan penuh hingga menciptakan gelombang kejut yang begitu besar dan menghempaskan semuanya.
" Ssshhh "
" Nggiiiiiing "
__ADS_1
" Wuusshhh "
" Booooommm "