Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Padepokan Yang Sedang Terancam


__ADS_3

Beberapa saat sebelumnya...


Disaat semua murid dan juga guru di padepokan pancanaka sedang berlari akan bertarung dengan para iblis aksara, Guntur terdiam karena tiba-tiba merasakan aura seorang jawara sekaligus aksara walaupun sangat tipis, namun aura dari seorang jawara itu cukup kuat.


Tidak ada yang menyadari semua itu kecuali Guntur. Semua hanya fokus dengan pertarungan mereka dengan para iblis aksara.


" Aura ini sama dengan auraku dan juga Anisa..., " gumam Guntur dalam hati sambil menyapu pandangannya.


Setelah beberapa saat, Guntur melihat jika diatas rumah berlantai 3 terlihat seseorang yang beberapa waktu yang lalu bertemu dan membantu untuk mengalahkan penghianat.


" Ternyata gadis bercadar itu adalah seorang boneka ya, tapi kenapa auranya sangat mirip denganku dan Anisa? " tanya Guntur dalam hati.


Setelah itu, Guntur menggunakan mata aksaranya untuk melihat siapa Gea yang sebenarnya.


" Masya Allah... "


" Yanci... Bisakah kau membantuku untuk menemui seorang boneka diatas rumah berlantai 3 dekat dengan padepokan? " ucap Guntur menggunakan telepati kepada Yanci yang mana dirinya cukup jauh dari padepokan untuk melakukan misinya.


***


Yanci ang saat ini berada di sebuah gedung untuk mengawasi organisasi kajin itu tersentak karena tuannya yaitu Guntur memanggilnya.


Organisasi kajin saat ini berjumlah 20 orang karena mereka terus merekrut orang-orang yang berpengaruh pada Bumi Nusantara.


" Siap Tuan, " ucap Yanci di pikirannya.


Setelah itu, Yanci segera untuk membuat satu bayangannya untuk tetap berada disana sebagai penggantinya mengawasi organisasi kajin.


Lalu, dengan cepat Yanci menggunakan teleportasinya untuk meninggalkan organisasi kajin.


Sesampainya Yanci di tempat yang dimaksud, Yanci melihat seorang gadis bercadar yang tengah mengeluarkan auranya dan juga tengah membidik ke arah padepokan pancanaka karena kemarahan yang sangat besar.


Yanci yang melihat itu langsung mengeluarkan sedikit auranya untuk memberikan tanda kepadanya agar tahu jika Yanci telah berada dibelakangnya.


***


Setelah Guntur menghubungi Yanci, Guntur menatap ke arah pertarungan.


" Aku masih penasaran dengan masa lalu mereka yang berkaitan dengan bapak dan juga kakek buyutku di keluarga Samudra, tapi... Itu tidaklah penting untuk sekarang karena situasinya sedang runyam.... " gumam Guntur dalam hati.


Setelah itu, Guntur menggenggam erat tongkat miliknya itu dengan kuat. Lalu tanpa membuang waktu lagi, Guntur melesat cepat ke pertempuran.


" Trang... Boom... Wusshh... Boom "


***

__ADS_1


Padepokan Pancanaka tengah menjadi area pertempuran sengit antara penduduk padepokan melawan para iblis aksara.


Dimana pertempuran itu mengakibatkan padepokan sendiri porak-poranda. Banyak bangunan yang hancur akibat pertempuran itu.


Kedua belah pihak tidak ada yang mau untuk mengalah. Untuk para penduduk padepokan sendiri berjuang dengan keras untuk mempertahankan padepokan itu sendiri.


Sedangkan para iblis aksara terus menerus menggempur padepokan dengan ganas dan juga beringas hanya untuk membalas dendam ketua mereka yang mana dahulu Gino adalah salah satu aksara yang bertugas di padepokan pancanaka.


" Sraagghh... Duuuaaarrrr "


" Ayolah pak, ijinkan aku menghancurkan padepokan sampah ini jangan kau halangi aku, " ucap Gino sedikit kesal karena serangannya selalu gagal karena dirinya harus berhadapan dengan Aji Samudra.


" Langkahi dulu mayatku baru kau diperbolehkan untuk menghancurkan padepokan ini... Itupun kalau kau bisa!? " ucap Aji dengan serius.


Gino yang mendengar itu langsung saja membuat 5 pola aksara secara cepat, setelah itu dari pola-pola aksara itu muncul bongkahan besi runcing yang cukup besar.


Begitu bongkahan besi runcing itu keluar, besi-besi itu langsung melesat cepat ke arah Aji.


Aji yang melihat itu pun langsung saja melesat cepat ke arah Gino sambil menerjang bongkahan-bongkahan besi runcing itu.


Aji pun juga langsung menyelimuti tubuhnya dengan api sesuai elemen yang dia miliki yaitu api.


" Tubuh Api Merapi "


" Tinju Geni : Api Pelebur "


Langsung saja Aji meninju semua bongkahan besi itu dengan cepat dan semua besi-besi itu langsung melebur meleleh bagaikan sebuah lilin.


Jurus Tubuh Api Merapi adalah jurus untuk pertahanan yang mana tubuhnya akan terselimuti oleh api yang sangat panas yang sanggup melelehkan bongkahan baja berton-ton sekaligus.


Jurus itu juga termasuk salah satu jurus jawara tipe pertahanan tingkat legenda yang sudah ratusan tahun ada di Bumi Nusantara.


Ditambah dengan jurus Tinju Geni miliknya sudah dapat dipastikan jika semua besi yang dia sentuh akan meleleh secara langsung walaupun jurus Tinju Geni berada di tingkat rendah.


Namun karena kekuatan Aji sudah menembus tingkat jawara menjadi kanuragan, jadi jurus itu akan sangat mengerikan jika Aji yang menggunakannya.


Setelah semua besi itu meleleh, Aji langsung menerjang Gino yang berdiri 10 meter didepannya.


Lalu dengan cepat Aji meninjunya dengan sangat keras. Namun beberapa jengkal tangan Aji dari tubuh Gino, Tangan Aji seperti membentur dinding transparan yang sangat keras.


" Duuuaaangggg "


" Hehehe, apa kau lupa jika aku mempunyai 2 elemen yang bahkan salah satunya sangat langka, " ucap Gino tersenyum.


" Berlian! " ucap Aji yang langsung mundur beberapa langkah kebelakang.

__ADS_1


" Hahahaha.... Benar bapakku Aji, berlian dan juga logam... Dari dulu sebenarnya aku penasaran apakah berlianku dapat kau lebur atau lelehkan mengingat kau hanya mempunyai satu elemen saja yaitu api? " tanya Gino yang langsung menggerakkan jarinya.


Nampak sudah dinding transparan didepan Gino yang ternyata adalah partikel lembut yang terbuat dari berlian yang terkenal sangatlah kuat.


" Dengan elemen berlianku maka aku bisa untuk membunuhmu, bapakku tercinta.... Hahahahaha, " ucap Gino sambil tertawa keras.


Aji yang mendengar itu mengerutkan keningnya dan juga dia berfikir jika itu adalah salah besar.


" Apa selama ini dia tidak belajar dan juga lupa kalau aku sebenarnya memiliki api putih yang bahkan panasnya sampai pada tingkat 2000 C° lebih? Sedangkan berlian bisa dilebur dengan panas api 1700 C°? " gumam Aji dalam hati.


" Huahahahahha... Rasakan ini! " teriak Gino sambil terus membuat banyak sekali pola aksara yang bahkan semua orang yang saat ini sedang bertarung entah itu para iblis aksara atau para murid semua langsung menjauh sejauh mungkin.


Semuanya tahu jika semua pola itu memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan sampai ratusan pola aksara yang menghiasi langit padepokan pancanaka.


" Iblis ini memang sudah gila! " ucap Aji sambil memasang kuda-kuda yang akan melancarkan jurusnya.


" Hehehe... Sayang sekali kalau hari ini kalian semua akan musnah, " ucap Gino sambil tersenyum senang dan juga menjentikkan jarinya.


Benar saja, semua pola aksara yang memenuhi langit padepokan itu bersinar berwarna merah darah dan langsung berputar.


Tidak lama setelah itu semua pola itu nampak mengeluarkan sesuatu.


Aji yang melihat itu melebarkan kedua matanya " Jangan bilang ini-" ucapnya terpotong.


" Hehehehe benar.... Sudah lama aku tidak menggunakan ini dan aku juga sudah memodifikasi jurus ini menjadi lebih baik lagi hanya untuk menghancurkan padepokan ini wahahahah.... "


" Baiklah... Sampai jumpa lagi bapakku tercinta, " ucap Gino tersenyum senang.


Tujuan Gino selama ini hanya untuk membalas dendam kepada Aji Samudra dan juga Lastri namun karena rasa dendamnya di masa lalu yang sudah menjadikan dirinya menjadi seorang iblis aksara.


Masa lalu yang sangatlah pelik dan juga menyakitkan bagi Gino dimana dirinya dibuang oleh orang yang sangat kagumi dan hormati bahkan sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri.


*


*


*


maafkan ane ya manteman karena lama tidak up karena mudik dan juga kesibukan ane di kampung yang penuh dengan pro dna kontra wakakakakka....


Untuk up selanjutnya ane usahakan secepatnya karena ane juga otw untuk balik lagi ke medan pertempuran di dunia real ane wahahahah....


Sekali lagi ane mohon maaf kepada semua manteman atas ketidak nyamanannya...


Salam Jawara...!

__ADS_1


__ADS_2