Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Kekalahan Untuk Panca Soka


__ADS_3

" Ma-maafkan aku... Ria, Warok, Imam, " ucap Mawar di alam bawah sadarnya.


Mawar sangat frustasi dengan keadaannya saat ini.


Apalagi melihat ketiga sahabatnya tumbang karena dirinya.


Mawar sekarang sadar kenapa dirinya bisa sampai seperti ini.


Namun saat Mawar merenungkan dan berfikir bagaimana agar bisa lepas dari semua ini, tiba-tiba Mawar melihat jika Amir yang jatuh dari ketinggian.


" Kak Amir! " teriaknya.


Namun tetaplah sama jika tubuh dan pikirannya sekarang ibaratkan sebuah boneka tanpa rasa dan juga akal.


Mawar kembali merenungkan semua yang terjadi.


Sebagai anggota Panca Soka terkuat dan juga murid pertama dari orang terkuat ke dua setelah guru besar mereka di padepokan pancanaka, Mawar merasa jika harga dirinya sudah terinjak oleh Ridwan CS.


Perasaan marah, kesal, jengkel bahkan dendam pun menyelimuti dirinya.


Mawar ingin membalas semua perbuatan Ridwan CS kepada semua sahabatnya.


Tiba-tiba dirinya melihat sesuatu dari dalam alam bawah sadarnya.


Sesuatu itu adalah sebuah cahaya berwarna hijau yang mendekat.


Mawar yang melihat itu pun tertegun sejenak, lalu tersenyum.


Cahaya hijau sebesar kelereng itulah kekuatan unik dari seorang Mawar. Dengan cepat, cahaya hijau itu masuk kedalam tubuh Mawar dengan cepat.


Kekuatan unik yang sangat menakutkan bagi musuhnya dan juga siapapun yang melawannya.


Kekuatan unik yang dapat merubah penggunanya menjadi sesuatu hal yang sangat tidak disangka-sangka oleh siapapun.


Bahkan dalam segi kekuatan pun akan melonjak berkali-kali lipat dari pada sebelumnya.


Kekuatan unik itu bernama Ri Ning Mawar. Dengan masuknya cahaya hijau tersebut, kekuatan Mawar langsung melonjak berkali-kali lipat.


Mawar yang terdiam sambil terpejam itu langsung menghentakkan tubuhnya dengan kuat.


" Ssshhhh "


" Ngggiiiiiinnnnggg "


" Wwuuussshhh "


" Booommm "


Ledakkan kuat yang menimbulkan gelombang kejut yang sangat besar dan menghempaskan serta menyapu daerah sekitar itu pun terjadi.


Alisa yang menyadari jika sesuatu akan terjadi itu langsung menggunakan salah satu jurusnya.


" Asap Imun "


Jurus yang sangat simple dan juga sederhana itu langsung aktif.


Asap berwarna hitam itu langsung menyebar kesemua rekan satu timnya dibawah kaki mereka beberapa detik sebelum gelombang energi kejut itu menghempaskan mereka.


" Kerja bagus Alisa, " ucap Julian sambil tersenyum.


Julian sudah tahu jika ini akan terjadi karena saat pertama kali dimulainya pertarungan latih tanding ini, dengan Langkah Netra Julian dapat melihat jika kejadian ini akan terjadi.


Setelah asap itu menghilang, semua orang kecuali Julian sangat terkejut dengan perubahan yang dialami oleh Mawar.


" Di-dia, " ucap Yuni terkejut.


" A-apa dia benar-benar Mawar? " tanya Umar dengan gugup.


Sedangkan Putri nampak sekali jika dirinya sangat ketakutan, pasalnya diantara semua rekan satu timnya hanya dirinyalah yang terlemah.


Mawar yang sudah bisa menguasai tubuhnya itu saat ini memiliki tampilan yang berbeda dari sebelumnya.


Tampilan awalnya yang seperti gadis umur 16 tahun itu nampak seperti seorang gadis dewasa yang memiliki kecantikan diatas rata-rata.


Bahkan postur tubuhnya pun menjadi postur tubuh gadis dewasa pada umumnya namun memiliki tubuh yang sangat ideal dan profesional.


Juga, terdapat sepasang tanduk seperti tanduk seekor rusa yang bercabang itu namun lebih kecil dan terlihat seperti terbuat dari kayu.


Selain itu, dia juga memiliki telinga runcing seperti layaknya cerita dongeng yaitu bangsa peri atau elf.


Dengan rambut panjang terurai indah yang berwarna hijau lumut itu membuat Mawar saat ini memiliki suatu keindahan yang sangat fenomenal.


Apalagi dengan pakaiannya yang terbuat dari akar dan juga dedauan itu serta terdapat sebuah bunga mawar berwarna merah yang menempel pada dada kirinya.


Dengan berlahan, Mawar membuka kedua matanya itu, lalu menatap semua sahabatnya itu dengan tatapan sedih.


Dengan segera, Mawar melambaikan tangan kanannya itu dengan berlahan.


Seketika dari semuanya kecuali Amir, nampak sesuatu cairan berwarna hijau gelap keluar dari tubuh mereka yang ternyata itu adalah racun-racun yang terdapat pada akar-akar yang melilit mereka sebelumnya.


" Maafkan aku, aku akan membalas semuanya kepada mereka berkali-kali lipat lebih pedih daripada kalian, " ucapnya sambil meneteskan air matanya.


Lalu, Mawar kembali menatap Ridwan CS dengan tajam.


Julian yang mana memang lebih peka daripada rekan-rekannya itu merasakan hawa membunuh dari Mawar walaupun sangatlah tipis.


" Bersiaplah untuk mengerahkan semuanya karena ini bukan lagi latih tanding melainkan pertempuran yang sesungguhnya, aku merasakan hawa membunuh darinya walaupun sangat tipis, " ucap Julian memperingati rekan-rekannya.

__ADS_1


" Ehh... Berarti aku? " tanya Alisa penasaran.


" Keluarkan semuanya dan atur formasi segi enam... Kita tunjukkan kepadanya bahwasanya kita adalah murid dari mas Gun dan Srikandi bercadar, " ucap Julian tegas.


" Baiklah.... Kami siap kak Lian, " ucap Ridwan penuh dengan semangat.


Begitu juga dengan yang lainnya yang langsung menatap Mawar dengan tajam.


Mawar yang melihat kobaran api semangat dari Ridwan cs itu mengerutkan keningnya.


Pasalnya mereka heran dengan lawannya kali ini, siapapun yang melihat perubahannya dan kekuatannya pasti akan lari ketakutan tapi itu tidak berlaku dengan mereka.


" Bahkan dengan wujudku yang sudah seperti ini mereka tetap tidak takut.... Tapi hari ini juga aku akan melibas habis mereka... Aku akan tunjukkan jika Panca Soka adalah yang terkuat dari semua murid yang ada di padepokan ini, " gumam Mawar dalam hati yang sudah termakan oleh nafsu angkaranya.


Dengan segera, Mawar menarik nafas dalam lalu menghembuskannya.


Satu detik berikutnya, muncul akar pohon dibawah kakinya yang mengangkat dirinya ke udara sampai pada ketinggian 10 meter.


Akar yang memiliki warna hijau itu sangatlah besar dan nampak sangat kuat dan berbahaya.


Lalu, dengan segera dirinya melambaikan kedua tangannya ke arah Ridwan cs yang sudah siap dengan keadaan apapun.


Satu detik berikutnya dari dalam tanah muncul ratusan bahkan ribuan akar pohon yang terus menjulur ke arah Ridwan cs.


Dengan segera Julian berucap...


" Sekarang! " teriaknya yang langsung semua rekannya itu mengeluarkan semua kekuatan mereka.


" Baaang "


" Baang "


" Baang "


" Baang "


" Baang "


" Baang "


Seketika itu juga ledakan energi yang sampai menimbulkan gelombang kejut yang sangat besar itu tercipta.


Sedangkan semua akar milik Mawar itu pun rantas dan hancur karena terkena dampak kekuatan dari mereka.


Mawar pun mengerutkan keningnya lalu terkejut jika dihadapannya terdapat enam monster yang siap untuk menerkamnya.


" Orang-orang bilang jika Panca Soka itu adalah monster terutama aku tapi jika kami adalah monster lalu mereka itu apa? " gumam Mawar sambil bergidik ngeri.


Di sisi lawannya sekarang nampak sudah jika semua murid dari Guntur dan juga Srikandi Bercadar itu mengeluarkan semua kekuatannya bahkan kekuatan unik mereka.


Ridwan yang langsung pada kekuatan puncaknya dan kekuatan uniknya itu seluruh tubuhnya terselimuti oleh api hitam yang berkobar sampai-sampai dirinya sanggup melayang di udara sambil memegang erat tombak pandawanya.


Yuni yang langsung dengan kekuatan penuhnya juga melakukan hal yang sama namun sedikit berbeda karena pada keningnya terdapat sebuah lambang segel aneh yang menandakan jika terdapat kekuatan tersembunyi darinya namun belum juga keluar karena segel itu.


Alisa dengan kekuatan ratu betarinya itu langsung bersatu dengan siluet dari ratu betari itu sendiri yang mana tampilannya berubah seperti siluet itu sendiri dengan mata hitamnya, bedanya hanya Alisa memakai hijab.


Julian juga melakukan hal yang sama, bahkan kedua pupil matanya berubah menjadi keemasan karena kekuatan uniknya yaitu Langkah Netra dan juga terlihat senjatanya yang berupa benang itu melilit di kedua tangannya.


Dari semua tim dari Ridwan yang sudah memulai dengan kekuatan puncak dan kekuatan uniknya hanya Putri sendirilah yang sedikit berbeda.


Putri sendiri walaupun masih di pintu ke 3 jawaranya namun diam-diam memiliki kekuatan unik yang bahkan semuanya tidak mengetahui kekuatan uniknya kecuali Guntur, Anisa dan Julian.


Kekuatan unik itu bernama Lebah Sari. Kekuatan unik yang bisa mengendalikan bahkan memanggil semua lebah yang ada di dunia ini.


Dengan segera Putri langsung melambaikan tangannya dan seketika ratusan portal kecil menghiasi langit dunia cermin.


Lalu tidak lama setelah itu muncul seekor lebah dari dalam portal itu yang diikuti oleh ratusan bahkan ribuan lebah dibelakangnya.


Kini, didalam dunia cermin milik Guntur dipenuhi oleh jutaan lebah yang telah terbang bahkan siap untuk menyerang kapanpun yang tuan mereka yaitu Putri inginkan.


Tentu hal ini mengejutkan semua rekannya karena selama ini mereka tidak tahu akan hal itu.


" Woe woe woe Put.... Apa-apaan ini? " ucap Ridwan heran.


" Put, kau ini seorang jawara atau aksara? Kenapa kau bisa memanggil lebah-lebah ini? " tanya Umar yang ketakutan karena dirinya seolah-olah sedang dikelilingi jutaan lebah.


" Tentu aku seorang jawara dan lebah-lebah ini aku panggil dengan kekuatan unik ku yang bernama Lebah Sari yang mana bisa memanggil dan mengendalikan semua lebah didunia ini sesukaku, hehehe, " ucap Putri sambil cengengesan.


Disisi yang berbeda dimana Guntur, Anisa dan juga Ragil yang melihat semua pertarungan mereka itu dibuat kagum oleh hasil kerja keras mereka kecuali Ragil.


Ragil nampak pucat dan juga terkejut dengan kekuatan dari murid-murid Guntur dan Anisa.


" Apalagi ini? " tanya Ragil dengan raut wajah pucat karena khawatir dengan semua muridnya.


" Guru Ragil... Apakah kau masih ingin ini berlanjut? Jika iya aku khawatir dengan muridmu itu karena tidak mampu untuk melawan monster macam mereka, " tanya Guntur yang juga khawatir dengan itu.


Namun siapa sangka jika tiba-tiba Anisa melesat dengan cepat ke arah Mawar.


Setelah sampai, Anisa langsung menatap Mawar dengan tajam.


Sedangkan Mawar sendiri langsung terkejut jika srikandi bercadar tiba-tiba muncul didepannya.


" Menyerahlah, kau tidak bisa menghadapi mereka seorang diri, " ucap Anisa.


Mawar yang mendengar itu mencoba untuk tidak mendengarkan itu.


" Tidak... Aku harus membalaskan dendam semua sahabatku, " ucap Mawar dengan penuh nafsu angkara.

__ADS_1


" Semua rekanmu masih hidup dan kau yang menyelamatkan mereka semua, lalu apa yang membuatmu sampai dikuasai oleh nafsu angkara? Ini hanyalah latih tanding bukan peperangan, " ucap Anisa sedikit meninggikan suaranya.


" Mereka harus menerima apa yang semua sahabatku rasakan bahkan lebih pedih dari yang mereka rasakan, " ucap Mawar penuh amarah.


Namun saat Anisa ingin mengucapkan sesuatu, tiba-tiba Alisa muncul di belakang Mawar dan langsung menghisap semua nafsu angkara yang ada pada diri Mawar.


" Aarrgggghhh "


Tidak membutuhkan waktu yang lama Alisa menghisap semua itu.


Setelah itu, nampak Mawar yang berangsur kembali ke wujud semulanya lalu terduduk menunduk.


" Kau tahu, jika kau berhadapan dengan kami terutama aku, maka berhati-hatilah jika kau memiliki nafsu angkara, dengan segera aku akan datang kepadamu untuk menghisap semua itu darimu sampai-sampai kau menjadi manusia yang tidak memiliki itu semua, " ucap Alisa yang tengah berbisik pada telinga kanan Mawar.


Setelah mengatakan itu, Alisa kembali menghilang dan muncul kembali pada rekan-rekannya.


Sementara Anisa sendiri yang mendengar bisikan Alisa itu hanya tersenyum.


" Sebenarnya itu sangat baik untuknya tapi kesannya seperti sebuah ancaman yang sangat mengerikan, " gumam Anisa dalam hati.


" Bagaimana? " tanya Anisa.


Mawar yang keadaanya sudah memperihatinkan itu langsung menatap Anisa sambil berurai air mata.


" A-aku menyerah.... Kami menyerah! " teriaknya sambil menangis.


Seketika itu juga Guntur dan Ragil segera untuk turun.


Ragil sendiri langsung memeluk Mawar dengan erat.


" Gu-guru...., " ucap Mawar ketakutan.


" Hei... Tenanglah, ini hanyalah latih tanding bukan perang, " ucap Ragil menenangkan Mawar.


Sedangkan Guntur sendiri langsung ke arah Ridwan dan yang lainnya.


" Sudah-sudah tarik semua kekuatan kalian, ini sudah berakhir, " ucap Guntur tersenyum.


Seketika itu juga semuanya menarik kekuatan mereka dan kembali seperti semula.


" Mas Gun apa ini artinya kita menang? " tanya Ridwan dengan tidak sabar.


" Yeah kalian menang! " ucap Guntur kembali.


" Hah? " ucap Umar dan yang lainnya.


Lalu, Ridwan dengan keras bersorak dengan penuh kegembiraan.


" Horaaaaayyyyy... Kita menang coookk... Kita menang! " teriak Ridwan.


Seketika itu pecah sudah sorakan Umar dan yang lainnya.


Mereka tidak percaya dengan diri mereka sendiri atas kemenangan ini.


Walaupun ini hanya latih tanding tapi karena kerja sama tim mereka yang sudah terbilang baik, mereka bisa untuk mengalahkan Panca Soka.


" Kerja bagus Julian, " puji Guntur kepada Julian yang dibalas dengan anggukkan dan senyuman.


" Baiklah, sekarang lebih baik kalian menghampiri Mawar yang saat ini sedikit terguncang jiwanya karena berhasil dikalahkan oleh kalian. "


" Berilah semangat kalian untuknya agar dia merasa lebih baik dan jangan lupakan yang lainnya juga, " ucap Guntur tersenyum.


Tidak menunggu lama lagi, semuanya langsung berhamburan berlari ke arah Mawar yang sedang menangis dan terduduk.


Alisa yang merasa paling bersalah dalam hal ini pun langsung memeluk Mawar dengan erat.


" Maafkan kami kak, " ucap Alisa sambil terus memeluk erat.


Begitu juga dengan Yuni dan Putri yang juga memeluk erat Mawar dan meminta maaf atas semua yang terjadi.


Sedangkan untuk Ridwan, Umar dan Julian sendiri hanya berdiri di depan Mawar yang sedang dipeluk oleh Alisa, Yuni dan Putri.


" Maafkan kami kak, " ucap Ridwan, Umar dan Julian secara serempak.


Tentu hal itu membuat hati Mawar sangat terenyuh.


Pasalnya, walaupun mereka memenangkan latih tanding ini mereka juga meminta maaf atas kekacauan yang mereka buat kepada Panca Soka.


" Ka-kalian..., "


Hanya itu yang bisa diucapkan oleh Mawar sebelum dirinya mendengar suara orang-orang yang sangat dikenalnya dengan sangat baik.


" Mawar.... "


Seketika itu juga Mawar menoleh ke arah sumber suara yang mana melihat semua sahabatnya tengah sadar dan tersenyum kepadanya.


Ternyata pada saat Ridwan dan yang lainnya berlari kepada Mawar, Guntur malah melesat ke arah Ria untuk menyembuhkan dan menyadarkannya.


Begitu juga dengan Warok, Imam dan Amir yang juga mendapatkan perawatan oleh Guntur.


" Ka-kalian!? " ucap Mawar terkejut.


Namun seketika semua orang langsung tertawa karena Mawar kembali menangis seperti anak kecil karena senang melihat semuanya baik-baik saja dan juga selamat.


Anisa yang saat ini berada di samping Guntur pun juga tersenyum senang dengan keadaan ini.


Walaupun mereka semua itu kuat tapi Guntur dan Anisa selalu menekan dan memberikan arahan kepada anak didiknya untuk menjadi seorang yang rendah diri dan tidak sombong dengan apa yang mereka dapatkan dari kekuatan mereka.

__ADS_1


Itu adalah kunci dari semua kesuksesan di dunia ini walaupun susah untuk dilakukan tapi jika sudah berhasil melakukan itu semua niscaya Sang Hyang Tunggal kang Agung akan meridhoi dengan apa yang kita lakukan.


__ADS_2