Perjalanan Guntur Samudra

Perjalanan Guntur Samudra
Flash Back : 4 Tahun Lalu


__ADS_3

Di sebuah hutan yang sangat rindang di ujung timur pulau jawa terdapat sebuah goa yang mana sangatlah tersembunyi.


Goa yang hanya terlihat kecil dan ditutupi lebatnya rumput dan juga alang-alang itu menandakan jika goa tersebut sangat jarang sekali terdapat tapak tilas manusia yang mengunjunginya.


Goa kecil nan lembab itu sebenarnya adalah sebuah lorong kecil yang hanya bisa diakses oleh satu orang saja.


Dengan banyaknya belokan dan juga bercabang, goa itu seakan tidak memiliki ujung dan sangat sulit untuk menemukan ujung goa tersebut.


Namun, siapa yang akan mengira jika diujung goa memiliki sebuah keunikan dan keindahan tersendiri.


Siapapun yang melihatnya pasti akan merasa sangat senang dan juga bahagia.


Tentu hal itu akan menimbulkan sebuah kontra pada dirinya yaitu nafsu.


Nafsu duniawi yang akan membawa dirinya untuk merasakan jika dirinya adalah orang yang mempunyai dunia itu sendiri.


Karena di tempat itu sangat banyak sekali batu mulia, gunung emas dan batu berlian yang berceceran dimana-mana.


Juga di tempat itu seperti layaknya sebuah hutan tropis dengan adanya sebuah air terjun yang nampak sangat indah dan juga asri.


Bahkan flora dan fauna yang hidup disana termasuk dalam catatan sangat langka dan yang paling mengejutkan adalah semuanya nampak hidup dan juga bahagia akan perkembang biakan yang sangat amat terjaga.


Udara yang begitu sejuk dan pemandangan yang begitu memanjakan mata.


Namun, disana ada seseorang yang menjaga tempat itu berjenis laki-laki dan tentunya laki-laki itu bukanlah orang sembarangan.


Laki-laki yang nampak begitu muda dan juga tampan itu terlihat memiliki kharisma dan wibawa seorang pemimpin yang sangat kuat.


Akan tetapi walaupun begitu dia sudah berumur ratusan tahun, hanya saja dia mengemban tugas yang sangat besar yaitu menjaga tempat itu dan juga mengawasi semua keturunannya.


Laki-laki itu memiliki rambut putih panjang lurus yang dia ikat separuh rambutnya kebelakang, kulit putih, hidung mancung, lesung pipi yang nampak dalam di kedua pipinya, gigi gingsul di kedua gigi taring atasnya, sedikit kumis dan juga jambang pada dagunya dan yang paling mencolok terletak pada kedua matanya.


Kedua matanya selain lebar, namun juga terlihat tajam dan juga memiliki pupil mata besar yang berwarna silver cerah.


Jika dilihat dengan seksama, laki-laki itu seperti memiliki penyakit mata yaitu katarak atau buta namun semua itu adalah kesalahan karena sedari lahir mata laki-laki memang sudah seperti itu dan normal.


Laki-laki terlihat duduk bersila dengan tenang dengan pakaian yang serba putih polos dan juga bersih diatas dipan depan sebuah gubuk yang terlihat cukup besar.


Duduk bersila dengan ketenangan dan kenyamanannya itu tiba-tiba membuka kedua matanya memperlihatkan mata putihnya itu.


Karena merasakan darahnya yang mendidih dan mendengar sebuah suara ketukan yang sangat tidak asing baginya.


" Seperti apa yang sudah aku rasakan, jika pada generasi ini akan ada seseorang dari keturunanku yang bisa menggunakan jurus itu... Siapapun dia, kelak akan mengemban sebuah tugas yang tidak ada yang mampu untuk memikulnya kecuali dia... Semoga dengan adanya dia pada generasi ini, Bumi Nusantara akan kembali seperti apa yang sudah semestinya ada di dunia ini... " gumamnya.


Setelah itu, laki-laki itu kembali memejamkan matanya lalu tersenyum penuh kegembiraan dan juga harapan.


***


Satu bulan telah berlalu begitu cepat pasca pertempuran yang mengakibatkan hampir separuh padepokan pancanaka rata dengan tanah.


Setelah berakhirnya itu, semua orang disibukkan dengan bergotong royong membangun kembali padepokan pancanaka dengan penuh semangat.


Untuk para jenazah dari iblis aksara itu sendiri, mereka dikuburkan di sasanalaya padepokan yang terletak pada ujung barat padepokan yang mana area khusus untuk hal itu.


Pagi yang nampak cerah ini didepan gubuk Guntur, sangat ramai dikarenakan pada pagi ini Guntur kedatangan tamu yaitu para murid dari Guru Ragil yang berjumlah 5 orang itu.


Kedatangan mereka tentu membuat Ridwan dan yang lainnya terkejut pasalnya mereka tahu bahwasanya mereka murid guru Ragil sangat tertutup dan jarang sekali menampakan diri mereka di padepokan.


" Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa mereka ada disini? " tanya Umar dalam hati.


Ragil yang sedikit terlambat untuk datang dari pada para murid itu kini berada di samping Guntur dan Anisa.


" Maaf jika aku terlambat, " ucap Ragil sambil tersenyum.


" Tidak apa-apa guru, lagipula murid-muridmu juga baru saja sampai, " ucap Guntur.


Sedangkan Anisa hanya terdiam sambil menatap tajam ke arah semua murid guru Ragil.

__ADS_1


Tentu hal itu membuat semua murid Ragil merasa tertekan dan juga ketakutan.


Hal itu disebabkan akan masa lalu mereka yang mana juga masa lalu Anisa.


Masa lalu yang tidak bisa mereka lupakan dari sosok Srikandi Bercadar bahkan sampai pada hari ini.


***


4 tahun yang lalu...


Disebuah gedung tengah kota dimana gedung itu adalah gedung yang lumayan tinggi sampai 20 lantai.


Gedung tersebut beroprasi sebagai sebuah hotel berbintang dengan segala fasilitas mewah dan sangat elegan.


Disetiap lantainya terdapat 30 pintu yang mana menjadi sebuah blok-blok kamar mewah.


Namun, gedung tersebut tidaklah melayani orang-orang umum, tetapi hanya melayani orang-orang yang mempunyai pengaruh di dalam bahkan dunia.


Banyak sekali orang-orang ingin menyewa bahkan hanya melangkahkan kakinya saja pada bangunan hotel tersebut tetapi itu semua hanyalah mimpi.


Akan tetapi siapa yang akan menyangka jika hotel tersebut adalah sebuah markas tersembunyi bagi para mafia-mafia dunia.


Kejadian itu diketahui setelah gedung tersebut menjadi sebuah tempat pembantaian masal yang hanya dilakukan oleh satu orang saja, yaitu Srikandi Bercadar.


Saat itu kelima murid Ragil mendapatkan undangan kehadiran oleh sosok pemimpin negara di istananya.


Pemimpin negara pada saat itu sudah mengetahui jika hotel tersebut adalah sebuah markas bagi para mafia dunia.


Serapat-rapatnya menyimpan sebuah bangkai, pasti akan tercium busuknya juga.


Itulah yang terjadi kepada para mafia tersebut.


Pemimpin negara sengaja untuk tidak menggunakan aparat atau para prajurit negara untuk melakukan itu dan hanya segelintir orang saja yang tahu mengenai para mafia itu.


Sebelumnya, masalah ini sudah di diskusikan dengan kaki tangan pemimpin negara seperti panglima, jendral dan beberapa menteri yang sangat dipercaya saja.


Selama tiga jam mereka berdiskusi untuk mencari solusi mengenai hal tersebut.


Disaat mereka sudah mentok dalam hal mencari solusinya, tiba-tiba panglima perang Bumi Nusantara menemukan secerah harapan saat tanpa sengaja dirinya melihat sebuah gelang yang dia pakai dan langsung mengutarakannya.


" Maaf pak... Bagaimana jika kita menggunakan para jawara? " tanya panglima itu yang bernama Setyo itu.


Sontak saja semua orang langsung terdiam mendengar hal itu.


" Apa? Para jawara? " tanya salah satu mentri.


" Bukankah mereka itu tidak mau untuk menyampuri urusan negara? "


" Benar, mereka juga sangat tertutup, "


" Hei... Apa kalian lupa siapa aku? Jika masalah mereka kalian tidak perlu khawatir? " ucap panglima Setyo.


Sedangkan untuk pemimpin negara sedari tadi terdiam karena dirinya sebenarnya juga mempunyai pemikiran yang sama.


" Panglima Setyo, siapa yang akan kau tunjuk untuk melaksanakan misi itu? " tanya pemimpin negara yang bernawa Wicak Sasongko.


Terkejut? Tentu saja.


Semua orang langsung terkejut mendengar pemimpin negara bertanya seperti itu secara tiba-tiba.


Panglima Setyo langsung saja tersenyum mendengar itu karena dirinya juga yakin jika pemimpin negaranya itu juga memiliki pemikiran yang sama.


" Para assasins dari padepokan pancanaka.... Panca Soka! " ucap Panglima Setyo.


Sontak saja semua langsung terdiam membisu, terlarut dalam pikirannya masing-masing.


Mereka tahu jika Panca Soka terdiri dari lima orang murid yang sudah namanya terkenal seantero Bumi Nusantara.

__ADS_1


Wicak langsung menatap para bawahannya itu dengan serius lalu tersenyum ketika semuanya mengangguk setuju.


Lalu Wicak pun langsung mengangguk menatap panglima Setyo memberi persetujuan akan masalah tersebut.


" Hubungi mereka dan suruh mereka datang sekarang juga, " ucap Wicak dengan tegas.


Dengan segera, Setyo menghubungi seseorang yaitu Ragil dan langsung memperintahkan untuk datang sekarang juga.


" Halo Gil... Aku ada misi khusus untuk Panca Soka dan suruh mereka datang ke istana negara sekarang juga, " ucap Setyo yang langsung menutup teleponnya.


30 menit kemudian, akhirnya mereka pun datang langsung ke istana negara.


Dengan segera mereka berlima berbaris rapi di depan Wicak, Setyo dan tiga orang lainnya.


" Kami ada misi khusus untuk kalian dan kami berharap untuk kalian menerima misi ini, " ucap Wicak yang menatap tajam ke arah mereka.


" Tentu pak presiden, apa misi untuk kami? " tanya salah satu dari mereka yaitu Amir Si Burung Hantu.


" Eksekusi semua orang yang berada di hotel Arjawinangun sekarang juga, mereka sebenarnya adalah para mafia dunia yang sangat meresahkan, entah itu mati atau hidup, mereka harus segera diberantas sebelum Bumi Nusantara menjadi negara hancur gara-gara mereka, " ucap Wicak dengan tegas.


Mereka pun mengangguk faham dan langsung melesat dengan cepat menuju hotel Arjawinangun yang menjadi sarang bagi para mafia dunia.


" Semoga saja mereka berhasil menjalankan misi ini, " ucap seorang jendral yang bernama Karto.


" Semoga saja mengingat para mafia tersebut juga merupakan orang-orang yang sangat berbahaya dan kuat, " ucap mentri ketatanegaraan yang bernama Agung.


" Baiklah, kita tunggu saja kabar selanjutnya dan untuk kalian segeralah beristirahat, " ucap Wicak sambil menghela nafas beratnya.


Akhirnya mereka pun langsung membubarkan diri dari ruangan tersebut dan hanya menyisakan Wicak seorang.


Wicak sendiri adalah orang yang sangat tenang dan juga bijak dalam segala hal.


Selain itu, insting dan intuisinya selalu tajam mengingat dirinya sebenarnya adalah salah satu murid dari sang legenda yaitu Aji Samudra.


Dia sejak kecil sudah ikut dengan Aji sampai dirinya memutuskan untuk pisah dari Aji.


Namun walaupun begitu, dirinya tetap menjalin hubungan erat dengan gurunya dan adik seperguruannya yang selalu dia panggil dengan sebutan si bungsu.


Saat ini entah kenapa dirinya merasa gelisah dan tidak tenang.


Instingnya mengatakan jika misi yang di berikan untuk Panca Soka akan terganggu, bahkan bisa juga gagal.


Bukan berarti Panca Soka itu tidak bisa untuk diandalkan, tetapi ini menyangkut akan instingnya yang hampir tidak pernah meleset dan salah.


" Hahhhh.... Sebaiknya aku meminta bantuan si bungsu untuk membantu mereka, " gumamnya.


Setelah itu, Wicak segera menghubungi seseorang.


" assalamualaikum... Bungsu, kau dimana? "


" Kebetulan sekali, bolehkah aku meminta bantuanmu? "


" Sekarang. "


" Bantulah Panca Soka melaksanakan misi dariku di hotel Arjawinangun. "


" Tolonglah, instingku tidak enak dengan mereka. "


" Hahh... Jadi begitu ya, kau sebenarnya sudah menyadari hal itu. "


" Baiklah, lakukan dengan cepat dan jangan sampai kau terluka. "


" Terima kasih... Assalamualaikum... "


Setelah menghubungi orang itu, Wicak menatap langit-langit ruangannya.


" Kalian harus bisa kembali dengan selamat terutama kau bungsu... Jika tidak apa yang harus aku katakan kepada guru dan adik kedua yang sedang menjalankan tugas untuk selamanya di atas sana... " gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2