Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Penculikan


__ADS_3

Axila membawa Azka pergi dari rumah, ia cukup paham betul jika adik nya tengah bosan saat ini.


Mungkin mall bisa membuat Adiknya kembali ceria seperti sebelumnya, hanya perlu membawanya untuk menikmati waktu bersama.


Axila dan Azka keluar dari pintu bioskop, mereka baru saja selesai menonton film animasi yang disukai oleh Azka karena baru saja dirilis.


"Bagaimana, kau senang?" tanya Axila.


Azka mengangguk antusias, "tentu saja." balasnya.


Mereka makan disalah satu restoran China, Azka menikmati hotpot karena dia pecinta pedas, begitu juga dengan Axila yang hanya menurut saja.


Mereka kembali melanjutkan menikmati waktu mereka, tiba-tiba Axila merasa perutnya sakit.


"Ada apa, Noona?" tanya Azka yang melihat kakaknya tiba-tiba memegang perutnya.


"Sepertinya aku harus ke toilet dulu." ujar Axila, Azka segera mencari toilet bersama kakaknya. Remaja itu menemani kakaknya dan tak membiarkan kakaknya sendirian.


Tentu saja mereka diawasi oleh empat orang bodyguard yang menjaga mereka, meskipun dari jarak yang sedikit jauh.


Saat Axila masuk kedalam toilet wanita, Azka menunggu didepan sana. Banyak orang yang lalu lalang disana, namun Azka malah fokus pada ponselnya.


Tiba-tiba ada anak kecil yang terjatuh didepan Azka, anak perempuan yang imut itu meringis karena kakinya lecet.


Dengan sigap Azka menolongnya, membantunya berdiri.


"Kau tak apa?" tanya Azka lembut, ia melihat mata anak itu terlihat bulat dan Pipinya Sangat menggemaskan.


"Hmmt" anak itu mengangguk meskipun matanya sudah berkaca-kaca.


"Dimana orang tuamu, mau kakak antar?" tanya Azka lagi.


"Apakah tidak merepotkan kakak?" tanyanya dengan suaranya, Azka semakin gemas pada anak itu sehingga menoel pipinya yang tembem itu.


"Tentu saja tidak, dimana mereka?" tanya Azka.


"Disana." tangan mungil itu terangkat, ia menunjuk kearah yang sedikit jauh.


"Ayo, biar kakak tampan ini mengantar mu." Azka memegang tangan mungil itu, ia berjalan mengikuti arah kemana anak itu menariknya.

__ADS_1


Sampailah pada sepasang suami istri yang terlihat sedikit panik karena tak menemukan anak mereka yang bermain disekitar sana.


"Mama...." seru anak imut itu, dia melepaskan tangannya dari Azka dan berlari kearah ibunya.


Kedua orang tuanya terlihat lega karena menemukan putri mereka.


"Dari mana saja kau, hmmt?" tanya ayahnya sambil berjongkok dan menyesuaikan tinggi badannya dengan putrinya.


"Aku bermain kesana," tunjukan kearah dari mana dia datang. "lalu aku terjatuh, untuk saja kakak tampan itu menolongku dan membawaku kembali." sambungnya lagi sambil menunjuk Azka yang masih berdiri disana.


"Annyeonghaseyo." salam Azka hangat, ia menundukkan kepalanya pada kedua orang tua anak imut itu.


"Ah, iya. Terima kasih telah menolong putri kami." ujar ibunya.


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu." Azka segera berlalu dari sana setelah mencubit pelan pipi yang sangat menggemaskan itu.


Namun langkahnya terhenti saat seseorang menepuk pundaknya.


Saat Azka berbalik, kesadarannya seakan menghilangkan. Ia tetap membuka matanya, namun dia seperti orang yang ling-lung, kebingungan dan hanya bisa menuruti ucapan yang dikatakan oleh pria yang menepuk pundaknya.


Orang itu memerintahkan Azka pergi dari sana, keluar dari mall itu.


Saat hampir sampai di depan pintu keluar, seseorang menabraknya sehingga ia bisa kembali mendapatkan kesadarannya.


"Apa yang kulakukan? mengapa aku bisa menuruti ucapan orang aneh tadi?" gumam Azka.


Saat dia ingin kembali kelantai atas, seseorang menarik tangannya dan membawanya pergi dari sana.


Mendorongnya memasuki mobil hitam dan meninggalkan gedung mall itu.


Sementara di tempat Axila, ia sedang kebingungan mencari dimana Azka berada.


"Kemana anak itu pergi?" tanya Axila, dua orang bodyguard nya mendekat.


"Kemana dia?" tanya Axila.


"Tuan muda menolong seorang anak kecil dan membawanya kembali pada orang tuanya, Aris dan Ben yang mengawasi Tuan muda, Nona." jelas salah satu bodyguard.


Axila mengangguk, dia pikir mungkin harus mencarinya kearah dimana Azka pergi.

__ADS_1


Namun dia tak melihat sosok adiknya disana, mencoba untuk mencarinya disekitar situ tapi tak menemukannya.


Dua bodyguard lainnya datang dengan keadaan yang sedikit kacau.


"Nona, Tuan muda dihipnotis dan dibawa pergi oleh orang yang tak dikenal. Kami coba menghentikan namun kami malah harus berurusan dengan orang yang menghalangi kami." Ben menjelaskan, dia sudah ketakutan karena tak dapat menjaga keamanan Tuan muda, adik dari Nona yang ia layani.


"Sial! Cepat cari adikku!"Axila langsung berlari, langsung turun kelantai satu dengan cepat diikuti oleh bodyguard nya.


Axila geram, mereka menggunakan trik yang licik untuk membuat Adiknya menurut. Kenapa juga harus Adiknya dibawa-bawa dalam masalahnya? Axila kesal.


Axila coba untuk menelpon Azka, namun tak tersambung. Nomor itu telah nonaktifkan.


"Arghh!!"


Axila coba untuk menelpon nyanlagi, namun operator yang sama mengulangi kata itu. Ingin rasanya ia memaki nya, namun tak bisa.


Axila masuk kedalam mobilnya, ia segera memakai earphone khususnya lalu mengaktifkan nya.


Ia segera sambungkan pada Daren


"Ada apa? tumben menelponku." ujar Daren diseberang sana.


"Jangan bercanda lagi dan lacak adikku, Dar!" ujar Axila yang saat ini telah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Memangnya ada apa lagi?" tanya Daren yang mulai mengetahui situasinya


"Azka diculik. Lacak dimana dia berada sekarang dan cepat hubungi aku setelah menemukannya!"


...----------------------------...


Waduh, udah banyak nih yang minta crazy up.


Yang sabar yah, dalam Minggu ini kok.


Dan...


Happy Birthday yah buat kak Angel yang berulang tahun hari ini.


Kadonya part ini dulu yah, nanti nyusul crazy up nya.

__ADS_1


Sarange🄰


__ADS_2