Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Bergerak lebih cepat


__ADS_3

Axila sedang makan malam dengan Azka yang berada di sampingnya, tak ada obrolan yang terjadi pada keduanya.


Suasana dimeja makan membuat Azka menegang, sejak siang tadi raut wajah Axila tak berubah, meskipun hanya seutas senyum saja.


Dia berfikir, mungkin kakaknya sedang marah. Ditambah Azka yang mendengar percakapan Axila di telepon tadi membuatnya semakin yakin.


"Kita harus menyelesaikan ini dengan cepat. Aku masih mempunyai pekerjaan di Indonesia yang belum diselesaikan." ujar Axila tiba-tiba, dia tahu jika Azka sejak tadi merasa tak enak dengan sikap dinginnya itu.


"Jadi, kita akan pulang dengan segera, Noona?" tanya Azka.


Axila mengangguk, "Semua berkas perpindahan penduduk milikmu sudah diurus oleh sekretaris Kang. Besok alu akan ke sekolah mu untuk memberitahu mereka jika kau akan segera pindah ke Indo." ujar Axila.


"Tapi, Noona. Minggu depan aku harus ikut ujian." tolak Azka dengan halus.


"Kalau begitu, nanti kau menyusul ku saja." balas Axila dengan menatap wajah Azka dengan serius.


"Tidak bisakah lebih lama lagi, Noona?" Azka memelas.


"Paling lambat dua minggu lagi, setelah pasport mu selesai diurus dan ujian mu selesai." balas Axila.


"Apa pekerjaan Noona tidak bisa ditunda dulu?"


Axila menggeleng, "jika ditunda terlalu lama maka akan sangat berbahaya, terlebih untuk para wanita dan anak-anak.


Aku memang masih cuti, tapi mereka meminta bantuan ku." balas Axila.


Bisa saja, namun bagaimana dengan para pembuat onar itu? Mereka akan semakin semena-mena terlebih pada orang-orang lemah. Penculikan anak dan wanita untuk dijadikan budak se*s di luar negeri serta penjualan organ tubuh secara ilegal.

__ADS_1


Hal itu membuat Azka penasaran, apa pekerjaan inti kakaknya ini?


Pengusaha? Tapi mendengar nada tegas yang keluar dari Axila saat bicara di telepon membuatnya ragu.


Apa jangan-jangan seorang detektif?


Atau seorang inteljen rahasia?


Memikirkan nya saja membuat Azka menjadi takut, terlebih tebakannya yang terakhir.


"Jangan berfikir yang macam-macam tentang pekerjaan ku.


Jika aku katakan, aku seorang mafia apa kau akan percaya?" ujar Axila.


"Noona!" tekan Azka, ia akan sangat takut jika itu memang benar.


Tugasmu adalah belajar untuk sekarang ini. Karena ketika usiamu menginjak 17 tahun, kau akan memikul tanggung jawab yang besar."


"Maksud, Noona?" tanya Azka tak mengerti.


"Begini...


Setelah kita kembali dan pekerjaan ku selesai, aku akan mendirikan perusahaan untukku dan kau, adik kecilku yang manis.


Jadi, bersiaplah mulai sekarang karena perusahaan yang akan menjadi tanggung jawab mu akan segera berdiri paling lambat bulan depan." ujar Axila menjelaskan, ini memang sudah menjadi rencananya.


"Apa Noona bercanda?" tanya Azka ragu.

__ADS_1


"Apa sejauh ini aku sering bercanda?" balas Axila.


Azka dengan cepat menggeleng, "tidak juga. Hanya sesekali saja, itupun sering menjahili ku." ujar Azka.


Berbeda dengan Axila dan Azka yang sedang makan malam, Levi justru sedang berkutat dengan laptopnya.


Perusahaan nya sudah ia pindahkan ke Indonesia, membuat ibu kota disana menjadi sedikit gempar.


Banyak lowongan pekerjaan yang diajukan oleh warga negara disana, karena memang sedang membutuhkan karyawan baru di perusahaan itu. Levi tak turun langsung, namun asistennya yang menangani semuanya disana, sedangkan dia hanya pantau dari jauh saja setelah semuanya selesai barulah ia akan turun tangan.


Terlebih, dia menduduki peringkat ke dua sebagai orang terkaya di Asia, tentu saja dengan banyaknya perusahaan yang cabangnya berada berbagai Negara di Asia salah satunya di Asia tenggara, belum lagi perusahaan ilegal dan dunia gelap yang dia kuasai.


Hal itu membuat Levi bagaikan bintang yang tak bisa digapai, namun indah untuk dilihat. Banyak wanita yang mendekati nya hanya untuk ketenaran dan hartanya, namun tak ada yang berhasil membuat nya jatuh hati ataupun melirik mereka. Justru yang membuatnya tertarik adalah seorang gadis misterius yang bahkan sampai kini belum diketahui identitasnya yang sebenarnya.


Levi bahkan ragu jika nama dan identitas nya sekarang adalah asli, mungkin saja ini palsu.


"Sebenarnya siapa kau Axila?" batin Levi, dia tak pernah menyerah untuk mencari tahu data-data tentang Axila hingga kini, dan gadis itu pasti akan selalu berkata.


"Apa tidak bosan mencari tahu identitas ku, huh?!" ujar Axila ketika di Caffe.


"Tidak! Jika kau memberitahu ku, barulah aku akan berhenti mencari tahu siapa kau." balas Levi.


"Terserah kau. Nanti juga bosan sendiri." balas Axila cuek dan pergi meninggalkan Levi yang masih duduk didepannya.


Bahkan dengan teknologi yang diciptakan dibawah kendalinya yaitu dunia gelap, Levi bahkan tak menemukan apapun. Siapa yang tak semakin penasaran coba?


Jika dia memaksa server nya maka akan ada virus yang dikirimkan oleh server milik gadis itu padanya.

__ADS_1


"Kita lihat saja, segera kuat kau menyembunyikan identitas mu, Axila." gumam Levi sebelum menghentikan aktivitasnya yang sejak tadi dia tekuni.


__ADS_2