Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Ahjussi? Memangnya aku setua itu?


__ADS_3

Saat ini mereka sudah duduk disofa, dengan Azka yang masih betah mengendus pipi Axila sejak tadi.


Levi menatap tak suka pada Azka, dia bukan lagi anak kecil. Mengapa dia bersikap layaknya anak kecil? padahal tadi sangat dingin saat mereka berada dalam lift.


"Jadi, apa yang kau lakukan disini, Levi?" tanya Axila.


"Aku mengantarnya kesini." balas Levi.


Axila yang sedang mengelus rambut Azka menatapnya, "kau bertengkar dengan mereka dibawa?" tanya Axila.


"Emm.. maaf, Noona." balas Azka, "habisnya mereka tak ingin memberitahu berada kamar Noona." lanjut Azka, katakan saja dia sedang mengaduh.


"Dan kau juga tak meneleponku untuk memberitahu mereka." sambung Axila.


"Tapi aku hanya ingin memberikan kejutan pada Noona-a." wajah Azka jadi kecut, mode manja on.


"Aku sengaja menyuruh mereka menyambut mu, kau tak mendapatkan nya?" tanya Axila.


"Mereka tak mau dan malah mengusir kami." sambung Moonbin, kakinya beranjak kearah pojokan setelah melihat kulkas disana.


"Sungguh?" tanya Axila pada Azka.


"Itu karena mereka tak tahu siapa Aku, Noona." balas Azka.


Moonbin membuka pintu kulkas, namun yang dilihatnya malah isi kulkas yang penuh dengan air mineral kemasan botol.


"Hei! Kau tak mengisi kulkas ini?" ujarnya sambil berjalan mendekat.


"Kau pergilah belikan isinya, aku sedang malas membeli isinya saat ini." balas Axila, matanya tertuju pada Moonbin yang berjalan mendekat.


"Memangnya aku pembantu mu?" timpal Moonbin.


"Ya sudah, jangan ambil gajimu nanti." Axila melirik Moonbin lagi, "atau, aku kurangi saja angka nol dibelakang nya. Bukankah it-"


"Hei!" potong Moonbin, "kau mau membunuhku?" Moonbin berjalan mendekat.


"Memangnya berapa gaji kak Moonbin, eonni?" tanya Azka polos.


"Tanyakan saja padanya. Aku membayar nya mahal agar bisa menjagamu." balas Axila.

__ADS_1


"Kak Moonbin?"


"5.000 Won." Balas Moonbin.


"Kau mau aku kurangi sampai 5.000 Won?" potong Axila.


"Ya! Kau sungguh kejam padaku." wajahnya yang biasa selalu Cool saat ini malah seperti memelas.


"Bukankah kau yang memintanya?" sambung Axila, dia sudah mulai menahan tawanya saat ini.


"Aku hanya bercanda, kau kejam sekali Nona Axila Remanov." ujar Moonbin.


Levi yang sejak tadi berada dalam sana hanya tersenyum dan sedikit rasa iri muncul dihatinya. Iri karena tak sedekat itu dengan bawahan nya, ataupun saudaranya. Karena dia anak tunggal.


"Sudahlah." Moonbin mendesah pelan, "Azka, minta kakakmu untuk membayar gajiku penuh." ujarnya.


"Kalian akrab sekali, yah." ujar Levi tiba-tiba.


Azka sampai lupa jika masih ada orang lain yang berada dalam sana, "Ahjussi, terim-"


"Ahjussi?" potong Levi, "memangnya aku setua itu?" tanya Levi.


"Kalau begitu. Terima kasih kak, karena sudah mengantarku sampai kesini." ulang Azka.


"Hmm.." balas Levi, matanya tak pernah lepas dari Axila.


"Kalau begitu, aku pergi dulu." ujar Levi.


"Kau mau makan malam dengan kami, nanti?" tanya Azka. "Sebagai ucapan terima kasih." sambung nya lagi. "Boleh kan, Noona?" tanya Azka, Axila hanya mengangguk tanda boleh.


"Baiklah, aku tunggu." balas Levi, "berikan aku kontakmu."


"Benar juga." Azka mendekat dan memberikan ponselnya pada Levi, untuk menyalin nomor kontak nya.


"Kalau begitu, aku permisi." Levi melangkah keluar dari kamar Axila, meninggalkan ketiga orang itu didalam sana.


"Noona-a" rengek Azka.


"Hmmt." balas Axila.

__ADS_1


"Aku lapar." ujar Azka.


Axila menatap jam yang menggantung diruang tamu, sudah pukul 11 siang.


"Pesan saja makanan mu, aku harus mengurusi sesuatu." ujar Axila.


"Memangnya eonni mau kemana?" tanya Azka, "boleh aku ikut?" ini adalah permintaan nya, ayolah. Axila tahu ini.


"Boleh." balas Axila, tangannya meraih telepon seluler yang tersedia diatas meja, samping bingkai foto Azka.


Azka terus memperhatikan semua yang dilakukan oleh kakaknya, matanya juga tertuju pada fotonya yang sudah dicetak dan disimpan dalam bingkai.


Dalam hatinya, dia terus bertanya-tanya dari mana kakaknya mendapatkan foto itu, namun Ia simpan rasa penasaran nya.


"Kumpulan semua orang, ada yang ingin ku bicarakan dengan semuanya." ujar Axila.


"Noona-a, apa terjadi sesuatu?" tanya Azka dengan ragu.


Axila menggeleng, "Tidak ada. Kau akan tahu sendiri." balas Axila.


Sementara menajer yang mendapatkan perintah dari pemilik hotel segera melaksanakan perintah Nona nya, dengan mengumpulkan semua orang di ruang meeting, yang berada dilantai satu.


Azka mengenakan setelan jas tanpa dasi yang diberikan oleh Axila, remaja itu hanya menuruti perintah kakaknya.


Setelah bersiap, Azka kembali menatap pantulan dirinya di cermin. Dia tak tahu apa yang akan terjadi, yang dia lakukan hanya ingin mengikuti kakaknya sekarang.


Axila yang melihat adiknya terlihat semakin tampan segera mengeluarkan ponselnya,


"Azka." panggil Axila.


Azka tersenyum kearah kakaknya, lalu mengangkat dua jari tangan kanannya dan berpose. Tanpa disuruh dia tahu jika kakaknya mau mengambil gambarnya.



"Ughh.. menggemaskan." gumam Axila setelah melihat hasil jepretannya.


...____________...


#Crazy Up

__ADS_1


Zero^-^


__ADS_2