Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Aku bahagia memiliki kakak sepertimu


__ADS_3

Akhir pekan adalah saat dimana semua orang menikmati waktu mereka, entah itu bersantai, jalan-jalan, kencang dengan pasangan ataupun hanya sekedar beristirahat didalam tempat ternyaman mereka apa lagi selain rumah dan tempat tidur bagi kaum rebahan.


Begitu juga dengan kedua kakak beradik itu, mereka sedang menghabiskan waktu dengan bersenang-senang.


Axila mengajak Azka ke salah satu mall yang ada di Seoul, mengendarai motor dan bukan mobil. Mereka juga mengajak Sehun untuk bersenang-senang.


Ketiganya berkeliling mall, bermain dipusat permainan yang berada disana, berbelanja sepuasnya, dan terakhir adalah makan. Itulah rencana mereka hari ini.


"Noona, ayo kesana." Azka menarik tangan kakaknya dengan sangat semangat, jangan lupa wajah baby face miliknya. Terlihat sangat bersinar dengan bahagia, Axila hanya mengikuti nya dan menikmati apa yang ingin dilakukan oleh adiknya hari ini.


Azka memegang tangan kanan Axila, sedangkan tangan kirinya dipegang oleh Sehun. Kedua remaja itu mengapitnya ditengah, membuat Axila hanya tertawa saja.


Azka asik dengan wahana yang ada, semua jenis game dicoba olehnya. Begitupun dengan Axila dan Sehun, mereka menikmati waktu bersama.


Sedangkan Asisten Kang terus mengikuti mereka dari belakang, beserta dua bodyguard yang selalu stay menjaga di dalam kamar Axila-Azka.


Semua momen itu direkam oleh Azka namun hanya sedikit saja yang ia rekam, selebihnya direkam oleh asisten Kang dengan menggunakan handycam.


"Aaaaaaa..."


Teriakan keras memenuhi langit-langit tinggi ruangan. Karena belum puas, mereka bertiga kembali mengulangi wahana yang baru saja mereka nikmati, rollercoaster.


Teriakan mereka semakin membahana, ditambah orang-orang yang juga menikmati wahana ini.


Setelah wahana berhenti, mereka turun dengan sempoyongan, kepala mereka berputar-putar, mual tentu saja dirasa oleh ketiganya.


Mereka beristirahat sejenak dibangku yang sudah disiapkan.


Mata Azkamenangkap wahana didepannya lagi.


"Naik itu yuk" tunjuk Azka pada wahana bom-bom.


Tanpa mendengar tanggapan dari Axila, ia sudah menarik tangan kakaknya yang otomatis akan menarik tangan Sehun untuk mengikuti dan mengantri disana.


Mereka memilih mobil-mobilan sendiri, lalu main tabrak-tabrakan Seperti bocah.


Hari ini mereka bertiga sangat akrap, menikmati apapun yang ada didepan mereka. Axila menjadi tambah akrab dengan Adiknya.


Setelah puas bermain diwahana yang ada, tenaga mereka terkuras begitu banyak, begitu juga dengan cacing-cacing dalam perut mereka yang sudah demo minta diisi.


Sekarang mereka bertiga sudah ambruk disalah satu food court yang ada di mall itu. Dan memesan makanan yang sangat banyak.


"Huhh... mengapa lama sekali? Aku sudah kelaparan..." ujar Sehun dengan wajahnya yang lemas, sangat kecapekan bermain hari ini.


"Aku juga.... Tenagaku sedah terkuras habis." sambung Azka setuju, sedangkan Axila hanya terkekeh pelan melihat wajah keduanya.


Pesanan mereka datang, Pizza dengan Mozarella yang sangat banyak dan sudah pastinya paket komplit sehingga tak memesan tambahan lagi, ketiganya kompak memesan milk-Tea sebagai minumannya.


Ketika asik makan dengan saling rebutan, mereka dikejutkan dengan suara seorang pria yang menyapa Axila.


"Axila?" panggilnya, tentu saja gadis itu menoleh dan mendapati sosok yang familiar itu.


"Kebetulan sekali bertemu denganmu disini."


"Shin-Young?" balas Axila, ia meneguk minumannya agar tak ada apapun yang berada dalam mulutnya ketika bicara.


"Sedang apa kau disini?" sambung Axila lagi, sedangkan kedua remaja itu hanya menyimak dan mengangkat bahu dengan acuh.


"Aku baru saja bertemu dengan temanku, namun malah melihatmu disini."Jelasnya, mata pria itu mengarah pada Azka dan Sehun.


"Jadi, siapa mereka?" tanya Shin-Young.


"Adikku dan temannya." balas Axila.


Shin-Young duduk disamping Sehun, berhadapan dengan Axila.


"Jadi, siapa kau?" tanya Azka pada Sehun yang sudah duduk dan tersenyum.


"Aku calon kakak iparmu." balas Pria itu dengan percaya diri.


"Ciihh!!


Percaya diri sekali kau." balas Azka.

__ADS_1


"Perkenalkan, aku Lee Shin-Young, Presdir MC GRUP dan pemilik sebelumnya dari hotel Shin Three yang saat ini dimiliki oleh kakakmu. Dan aku adalah calon kakak iparmu yang sangat tampan dan baik hati." ujar Shin-Young panjang lebar.


"Hahhh??" Azka dan Sehun melongo, jadi pria ini adalah Lee Shin-Young? Pemilik semua hotel Shin yang berada di negara ini? Dan lebihnya lagi mereka tahu jika pria ini merupakan pemilik dari sekolah yang saat ini mereka menempuh pendidikan.


"Daebak!!" Sehun tiba-tiba bersuara, ia tak menyangka akan bertemu dengan pria berkuasa itu disini.


"Kau sungguh tuan Lee Shin-Young?" tanya Sehun tak percaya.


"Tentu, ada yang salah?" tanya Pria itu dengan santainya.


Sehun menggeleng, matanya menatap takjub pada Shin-Young.


"Noona, kau sungguh mengenalnya?" tanya Sehun tak percaya.


"Si pengganggu ini?" tunjuk Axila pada Shin-Young.


"Hei!!


Aku bukan pengganggu tahu, aku ini calon pacarmu." ujar Shin-Young tak terima.


"Sudahlah, lebih baik kau pergilah. Aku tak ingin berdebat denganmu." ujar Axila dengan malas.


"Hei... Kau jahat sekali pada ku." balas Shin-Young dengan memelas.


"Hei.... Wajahmu tak kepribadian mu tak cocok dengan ekspresi itu." balas Axila mengejek, namun Shin-Young tak mempedulikannya dan malah mengambil satu potong pizza disana lalu memakannya.


"Oh, Lord.... Ada apa dengan orang ini?" ujar Axila namun tak digubris oleh Shin-Young, ia malah terkekeh melihat ekspresi wajah Axila yang terlihat sedikit kesal.


Akhirnya, mereka berempat makan bersama. Azka akui, ternyata Shin-Young malah memesan lagi makanan yang banyak untuk mereka, bahkan semua itu ditanggung oleh pria itu.


...--------...


"Hei.. kau mau membawaku kemana lagi?" Tanya Axila


Sejak tadi Azka terus menyeretnya kesana-kemari setelah kekenyangan dengan makanan yang ada, dan sekarang memasuki toko-toko baju ataupun aksesoris yang menarik perhatian nya.


"Noona, kau cerewet sekali, yah. Ayo, ikut aku saja dan jangan banyak protes" balas Azka.


Beberapa menit kemudian mereka keluar tanpa membeli apapun, padalah mereka membawa uang yang cukup banyak ditangan mereka. Yah enteng saja, tinggal membawa kartu tanpa limited. Dan lebih lagi diikuti oleh Shin-Young beserta antek-anteknya, siapa lagi jika bukan para pengawalnya.


Masuk lagi kesalah satu toko, Azka malah tertarik pada Hoodie yang sedang dipajang.


"Noona, aku mau ini." ujar Azka sambil memegang Hoodie itu.


"Ambillah, aku akan membayar nya untuk mu." sambung Shin-Young dari belakang.


"Tak perlu, aku masih hidup dan mempunyai uang hanya untuk membelikan adikku satu set Hoodie." tolak Axila.


"Memangnya salah? Aku bahkan tak tahu harus kemana kan semua uangku, jadi biarkan aku membayarnya." ujar Shin-Young pada Axila, ia menatap Azka.


"Ambillah apa yang kalian mau, aku akan membayar semuanya. Bahkan jika mau, aku akan membelikan toko ini untukmu." sambungnya lagi.


Azka menatap ragu, namun dengan sembarangan ia menunjuk pada beberapa setelan jas kasual, sepatu dan lainnya. Ia pikir pria itu tak serius dengan ucapannya, namun ternyata apa yang ditunjuk oleh Azka langsung diambil oleh pelayan yang ada lalu membawanya.


Begitu juga dengan Sehun, ia menunjuk asal dan hasilnya?


Ia mendapatkan banyak barang yang sebenarnya tak terlalu diperlukan oleh remaja itu.


Mereka keluar dari sana, banyak barang yang dibawa oleh Azka dan Sehun, mereka berdua mendapatkan banyak hadiah dari pria itu.


Sedangkan Axila sudah bosan, ia lebih memilih untuk berdiam diri dan melangkah menjauh.


"Noona, mau kemana?" pekik Azka.


"Pulang." balas Axila, dua bodyguard yang sejak tadi mengikuti mereka langsung mengambil alih kantong-kantong belanja yang dipegang oleh Azka dan Sehun.


"Tuan, terima kasih untuk hadiahnya. Sebenarnya ini tak perlu, tapi terima kasih." ujar Azka.


"Tak apa, ini adalah hadiah perkenalkan kita." balas Shin-Young pada Azka dan Sehun.


Kedua remaja itu menundukkan kepala lalu berlari mengejar Axila yang sudah lebih jauh dari mereka.


...-----------...

__ADS_1


Mereka sudah pulang, Sehun juga diantara oleh asisten Kang kerumahnya. Sedangkan Axila dan Azka mengendarai motor sport milik sang kakak.


Tiba diruang santai, TV didepannya masih menyala, dan menayangkan film action yang digemari nya, Axila berputar dan duduk disamping seorang remaja yang asik dengan film nya.


Merasa disamping nya ada yang baru saja duduk, dia menoleh.


"Noona belum tidur?" Tanya Azka.


Axila menggeleng. "Kau sendiri juga belum tidur dan malah menonton film" balas Axila,


"Kau suka film action?" sambungnya padahal ini sudah menunjukkan pukul 11 malam, memang wajar saja untuk Azka yang sering belajar hingga tengah malam namun bukankah besok dia akan ada ujian?.


Orang disampingnya mengangguk dengan semangat. "Aku sangat menyukai nya, benar-benar seru dan menegangkan" balas adik dengan mata yang berbinar.


Azka kembali fokus dengan tontonan nya, mulutnya tak pernah diam dan terus memasukkan popcorn yang dibelinya tadi.


Axila juga ikut menonton film yang digemari olehnya itu, apa lagi melihat


Darah yang terus menerus keluar dari si actor membuat jiwa psyco nya meronta-ronta, namun cepat ditepis olehnya


Dia menikmati saja, sambil ikutan makan popcorn yang berada di pangkuan Adiknya itu.


Tangan Axila memijit Tengkuknya, membuat Azka yang berada disampingnya merasa sedikit terganggu.


Azka melirik kakaknya yang terus menerus memijit Tengkuknya.


"Apa terasa sangat pegal?" Tanya Azka, ia tahu jika kakaknya baru saja selesai bekerja meskipun sudah malam.


"Yah,, tentu saja, kalau begitu aku duluan kedalam dulu".ucap Axila undur diri, badannya terasa pegal semua.


"Butuh bantuan?" Tanya Azka polos.


Axila mengerutkan keningnya, tanda tak mengerti maksud Adik nya ini.


"Maksudku, apa Noona mau dipijat? Mungkin bisa meredakan rasa pegalnya sedikit" sambung Azka.


Axila berdiam diri, lalu membelakangi Azka.


"Ayo cepat pijat, kau bilang mau pijat" ucap Axila karena tak merasa ada sentuhan tangan dari Azka.


Bukankah jika seseorang memijat kita akan terasa, mengapa ini tidak. Pikir Axila.


Dengan pelan Azka mulai menyentuh punggung Axila, jari nya mulai menari-nari diatas punggung kakaknya yang masih beralaskan baju over size itu tak lupa kedua bahu itu, dan juga tengkuknya.


'Pijatannya lumayan nyaman' batin Axila.


Dia merasa nyaman saja disentuh oleh adiknya, apa mungkin karena Azka Adiknya jadi merasa sangat nyaman dengan pijatan tangan Azka.


Saking nyamannya sampai ketika Azka selesai memijat nya, Axila sudah tertidur disitu.


"Sudah.. cepatlah masuk dan istirahatlah Noona, aku juga mau masuk kamar" ucap Azka


Namun tak ada respon dari kakaknya.


"Noona....Noona..." Panggil Azka lagi.


'Ehh,, orangnya tidur' batin Azka.


'kasihan juga kalau Noona tidur disini, apa aku pindahkan saja ke kamarnya? batinnya lagi.


Dengan perlahan Azka mengangkat tubuh kakaknya yang sudah terlelap, membawanya masuk kedalam kamar kakaknya dan mulai membaringkan tubuh itu diatas tempat tidur. Tak lupa ia menyelimuti seluruh tubuh Axila lalu mengecup kening Axila lembut.


"Noona, terima kasih untuk semuanya. Aku sangat bahagia memiliki kakak sepertimu." ujar Azka sebelum ia berlalu dari kamar sang kakak, memasuki kamarnya sendiri dan mulai terlelap diatas tempat tidur.


"Cukup sudah untuk hari ini, masih ada hari esok yang menantimu." gumam Azka sebelum memasuki alam mimpinya.


...___________________...


...Note...


Terima kasih untuk kakak sekalian yang setia nungguin chapter terbaru lagi, dan terima kasih juga untuk doanya.


Puji Tuhan, Aku udah sembuh dan nggak sakit lagi.

__ADS_1


Sekali lagi makasih


__ADS_2