Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Tindakan Axila


__ADS_3

Axila yang saat itu sedang berdiri melihat dua mobil yang datang dari arah berlawanan, sang pengemudi menghentikan laju mobilnya tak jauh dari Axila.


Levi dan Putra tiba disaat yang bersamaan, Levi melihat Putra yang menarik Axila kedalam pelukannya sambil menenangkan gadis itu yang saat ini sedang emosi dan tak bisa dikendalikan.


Levi dan pasukannya harus memutar balik kearah dimana mobil Axila mogok, dan itu sedikit memakan waktu sehingga tiba bersamaan dengan Putra.


"Axila, Putra." panggil Levi, ia mendekat dan bisa melihat wajah Axila yang saat itu terlihat sangat dingin.


Kening Putra mengerut apa lagi ia melihat ada beberapa mobil yang berada dibelakang mobil Levi.


"Sedang apa kau disini?" tanya Putra.


"Axila meminta bantuan ku juga." ujar Levi.


"Ayo pergi!" ajak Axila, ia berjalan kearah mobil Putra dan mengambil alih kemudi, Putra menyusul masuk kedalam mobilnya.


Masih ada pertanyaan yang ingin dia lontarkan pada Levi, namun sepertinya ia harus menahan rasa penasaran itu untuk sementara.


Levi tak menjawab, ia menyuruh anak buahnya untuk pergi terlebih dahulu sedangkan dia sendiri akan mengikuti Axila dan Putra.


Axila melajukan mobil Lamborghini milik Putra dengan kecepatan tinggi, ia beberapa kali menyalip mobil yang berada didepannya begitu juga dengan Levi yang nya dari belakang.


Axila menghentikan laju mobil Putra didepan pintu gerbang mansion mewah Letkol Bobby, disusul Putra dibelakangnya.


Axila langsung berjalan memasuki mansion diikuti Putra dan Levi dibelakangnya, sedangkan didalam sana sudah terdapat rekan setimnya.


 


"Yang mereka inginkan hanyalah aku, dan bukan adikku." ujar Axila.


"Tidakkah kau bersikap profesional? Tidak bisakah kau membedakan antara misi dan keluarga?!" suara lantang Letkol Bobby membuat Axila bertambah kesal.


"Aku, Axila Lian Remanov tak pernah kalah dalam hal apapun! Aku tak mempunyai kelemahan diantara anggota tubuhku! Tapi Jangan sesekali menyentuh keluarga ku atau kau juga akan mendapatkan akibatnya dariku!" balas Axila geram, pria ini sebenarnya mau membantunya atau tidak? Dengan atau tanpa militer Axila akan tetap menyelamatkan Adiknya!


"Lalu mengapa kau membawa orang asing kemari, huh? Kau ingin membuat kekacauan di militer, Huh?!"


"Aku memang orang asing namun sepertinya seharusnya kau juga telah mengetahui hal ini.


Jika ada organisasi mafia yang saat ini telah bergabung dengan militer dan mengerjakan misi-misi rahasia diberbagai tempat." Ujar Levi membuat semua mata menatap padanya dengan heran, mengapa orang asing seperti Levi mengetahui hal ini.


"Itu karena, Organisasi mafia itu adalah organisasi yang dipimpin langsung olehku." sambung Levi lagi dan membuat mereka sungguh sangat terkejut.


Axila tiba-tiba berdiri, "Dengan atau tanpa bantuan dari pihak militer, aku akan tetap pergi dan membawa kembali adikku!


Jika aku tahu akan terjadi hal seperti ini, aku tak akan menerima misi darimu, dulu." ujar Axila dan berlalu dari sana.

__ADS_1


Putra langsung menyusul dengan Levi juga, sementara rekan setimnya Axila juga memikirkan hal yang sama.


Jika Axila tak menerima misi itu dulu, Axila dan Adiknya tak akan pernah berada dalam masalah seperti ini. Apa lagi Axila juga menerima serangan dari musuh beberapa waktu yang lalu sehingga membuatnya harus dioperasi dan dirawat dirumah sakit.


Josua yang pertama kali keluar dari sana dan menyusul Axila, diikuti oleh Dara, Daren dan juga Dony. Mereka tak akan mungkin membiarkan rekan mereka berada dalam masalah sedangkan mereka berpangku tangan dan menyaksikan apa yang terjadi.


Daren yang sejak tadi terus memasang earphone khusus itu tiba-tiba mendapatkan panggilan dari kantor pusat. Mereka mendapatkan bantuan dari militer untuk membawa kembali Azka, hal itu adalah kabar gembira.


Bagaimana tidak?


Michael yang memberikan perintah dan ijin, dia tak akan mungkin membiarkan Putri angkatnya menghadapi masalah sendirian apa lagi semua masalah itu datang karena dia membantu dalam militer. Ditambah, mereka menculik dan menyekap warga sipil.


Axila dan Putra sudah berada ditempat yang cukup jauh, mereka menghentikan laju mobil karena menunggu Daren dan yang lainnya.


Mereka mengatur strategi terlebih dahulu setelah itu kembali melanjutkan perjalanan.


Levi mengatakan jika dia tahu tempat yang mungkin disanalah mereka menyekap Azka. Levi juga memberikan senjata pada Axila dan yang lainnya, Levi bahkan menyuruh Axila untuk mengenakan rompi anti peluru karena dia tak ingin gadis itu kembali terluka untuk kesekian kalinya.


 


Azka yang disekap mengangkat kepalanya, perutnya kembali berbunyi karena kini hari sudah mulai sore, jika ia tidak salah tebak. Saat ini sudah pukul 4 sore.


Kerongkongan nya juga terasa kering, ini sangat menyiksanya.


Terdengar suara gesekan antara sepatu dan lantai, hingga pintu itu kembali terbuka. Nampak seorang pria memasuki ruangan itu, ia menatap Azka sebentar lalu berjalan mendekati kursi kayu yang berada beberapa meteran dari tempat Azka duduk.


"Hai." sapanya pada Azka namun remaja itu menundukkan kepalanya, ia juga tak dapat bicara saat ini.


"Merindukan kakak tercintamu, hmmt?" ujarnya lagi sambil berjalan mendekati Azka, remaja itu semakin gemetaran.


'Noona, tolong aku. Aku takut' batin Azka.


"Mari kita hubungi kakakmu yang cantik itu." ujar pria itu, ia merogoh kantong jasnya dan menggeser layar smartphone itu. Terdengar nada tersambung namun belum diangkat, namun didetik selanjutnya mulai terhubung.


"Siapa kau?" terdengar suara seorang wanita diseberang sana.


Azka yang mendengar suara yang sangat familiar itu segera berteriak, namun mulutnya dihalangi oleh lakban hitam sehingga hanya terdengar seperti gumaman yang tak jelas.


Axila yang saat ini sedang mengemudi seketika langsung menghentikan laju mobil dengan mendadak, ia juga mengkoneksikan panggilan itu dengan Daren. Daren yang sedang menyusul mengaktifkan earphone khusus beserta yang lainnya, yang sudah pasti akan dengan otomatis tersambung dengan pusat saat ini.


"Azka!


Apa yang kau lakukan pada adikku, b3debah!" umpat Axila.


"Auchh... Sayang sekali adikmu menikmati waktunya disini bersam-"

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan?!" potong Axila cepat sementara semua orang memasang telinga mereka agar bisa mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu.


Terdengar orang itu tertawa dengan terbahak-bahak, "kau sangat mengetahui situasi seperti ini yah, Kapten?" ejeknya.


"Sekarang, aku yang memberikan perintah, Kapten!" ujarnya lalu berjalan kearah Azka, ia melepas lakban yang menghalangi mulut Azka saat ini.


"Aku akan mengirimkan senjata ke negara D tengah malam nanti. Negara ini akan membunuhku saat kiriman itu datang. Aku ingin hidup dan aku ingin uang.


Jadi, berikan aku jalan keluar dari negara ini setelah kiriman itu selesai. Hanya itu yang aku inginkan, melarikan diri.


Atau, kau mempunyai pilihan lain.


Kau yang akan mati, atau adikmu yang tampan ini yang berakhir ditangan ku.


Atau kau ingin aku membalas dendam pribadi?"


"Aku akan membunuhmu. Aku bersumpah untuk diriku dan kehormatan ku!


Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!" ujar Axila geram.


Pria itu kembali tertawa lepas, "ingin bicara dengan adik kecilmu?" ia menekankan ikon pengeras suara agar Azka dan Axila dapat bicara.


"Azka, dengarkan apa yang aku katakan." ujar Axila menggunakan bahasa Korea.


"Ye, Noona." balas Azka segukan.


"Aku akan menemukan mu, dan pasti akan menyelamatkan mu.


Kau tahu, aku adalah kakakmu yang terbaik dan hebat, bukan?


Jangan takut dan jangan menangis.


Tunggu aku, aku akan menyematkan mu." Aur mata Azka semakin deras, ia hanya mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya.


Sedangkan pria itu, dia sangat kesal karena mereka bicara menggunakan bahas Korea dan bukan bahasa Indonesia ataupun Inggris.


Ia langsung mengakhiri telepon itu dan berjalan keluar dengan kesal.


..._______________...


...Note........


Maaf yah aku dua hari ini nggak update. Ada sedikit masalah jadi harus di selesaikan dulu.


Tapi mulai besok bakal rutin lagi kok, dan mungkin bisa crazy update juga.

__ADS_1


Doain aja yah biar bisa crazy up


__ADS_2