
Suasana di Lobby Hotel semakin menegang, banyak pasangan mata yang menonton terlebih mata mereka tertuju pada pemilik hotel sebelumnya yang berdiri di belakang Axila.
Shin-Young berjalan kedepan, menatap Mike penuh selidik. Dia mengingat dengan jelas saat pertemuan nya dengan Axila di puncak ketika menghadiri undangan pelelangan.
Matanya menangkap Axila yang berdiri persis di belakang Levi.
"Jadi dia pacarmu, yang kau bilang waktu itu, Ila?" tanya Shin-Young.
Levi langsung menoleh pada Shin-Young, "siapa lagi kau?" tanya Levi.
Ada lagi orang yang mengenal Axila selain dia?
"Ila. Apa ini dia?" ulang Shin-Young.
"Ya, ini dia." balas Axila.
Kakinya segera melangkah kedepan dan melewati Levi lalu berdiri persis didepan Mike.
"Kita bicara lagi nanti. Aku capek, lapar dan ingin istirahat.
Pergilah ke penginapan mu dan temui aku lagi nanti." ujar Axila.
"Kau masih marah padaku, Honey?" tanya Mike cepat.
"Pergilah, aku capek." balas Axila lalu memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan ketiga pria itu.
Shin-Young langsung mengikuti langkah Axila, begitu juga dengan Levi. Melihat dua pria tak dikenal mengikuti langkah gadisnya, Mike pun menyusul mereka otomatis Jack juga mengikuti tuannya.
Axila membiarkan mereka mengikutinya, mereka menaiki lift yang sama tanpa ada yang bicara hanya melirik gadis yang mereka kejar.
Ketika memasuki kamarnya, keempat pria itu juga mengikutinya dan Axila membiarkan mereka, lagi pula mereka tak akan mungkin melakukan sesuatu padanya. Jika pun iya, maka harus bersiap untuk kehilangan salah satu dari anggota tubuh mereka.
__ADS_1
Axila berjalan menyimpan tas dan melepaskan sepatutnya, setelah itu memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan tubuhnya.
Sementara di luar sana, ketiga pria itu saling bertatapan terlebih Mike yang menatap tajam Levi dan Shin-Young. Dia mengingat wajah Shin-Young yang menghampiri Axila ketika turun dari panggung saat gadis itu selesai melakukan pertunjukan nya sebagai Disk Jockey.
Levi mengamati kamar yang Axila tempati memang berbeda dari kamar yang lainnya, ini seperti apartemen miliknya yang berada di NY. Dilengkapi dengan dua kamar, kulkas, dan yang lainnya.
"Sepertinya kau bertanya-tanya mengapa kamar ini berbeda, bukan?" ujar Shin-Young tiba-tiba, membuat Levi mengarahkan pandangannya pada pria itu.
"Tidak juga." balas Levi, kakinya beranjak ke arah meja yang berada di pojokan lalu mengambil bingkai foto yang berada diatasnya.
Terlihat seorang remaja laki-laki yang menggunakan baju biru dan memasang wajah pokernya disana, dia adalah Azka.
"Sepertinya itu adiknya, aku bahkan belum pernah bertemu dengannya." ujar Shin-Young yang berada persis dibelakang Levi, membuat pria itu menggeram dan menghembuskan nafasnya dengan malas.
Shin-Young berjalan kearah kulkas dan membukanya.
Kakinya berjalan dan mendudukkan bok0ng nya diatas sofa kulit yang memang sudah berada disana.
"Kalian berpacaran sudah lama?" tanya Shin-Young pada Mike, membuat pria itu hanya bergumam sebagai jawabannya.
"Sepertinya kalian sedang bertengkar yah, sampai membuat Axila tak mempedulikan mu seperti itu." ejek Shin-Young.
Levi yang malas melihat wajah Mike terus menyibukkan dirinya dengan terus mengamati kamar yang ditempati oleh Axila sambil bergumam kecil, tapi percayalah dia juga memasang kupingnya agar mendengar pembicaraan kedua pria itu.
"Tuan Shin-Young, kurasa kau telah mencampuri urusan rumah tangga orang lain" tegur Jack.
"Urusan rumah tangga?" ulang Shin-Young, "Hahaha.." Dia terkekeh mendengar teguran Jack, membuat Mike menjadi kesal saja.
"Hei, dengarkan aku baik-baik. Tuan mu dan Axila belum resmi menjadi suami-istri, lalu kau bilang rumah tangga? kau lucu sekali." ujar Shin-Young, ayolah dia sedang mengejek pria itu.
__ADS_1
"Bisakah kau jangan mencampuri urusanku dengan kekasihku?!" geram Mike, ingin rasanya dia menarik pria itu dan menghajarnya.
Shin-Young tersenyum ejek, "Pertengkaran kalian sepertinya sangat serius, yah.
Sepertinya dia menangkap basah kau sedang berselingkuh, yah. Sampai kau datang jauh-jauh hanya untuk menjelaskan jik-"
"Cukup!" potong Mike, langsung saja pria itu menghampiri Shin-Young dan menarik kerah jas yang digunakan olehnya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tiba-tiba saja suara familiar itu terdengar oleh indera pendengarannya.
Mike mengarahkan pandangannya pada Axila yang sedang berdiri didepan kamar mandi, segera saja tangannya melepas kerah Shin-Young dengan menghempas nya kasar.
"Honey, kau sedang menggodaku?" ujar Mike.
Levi yang juga mengalihkan pandangannya pada Axila melangkah kedepan dan menarik gadis itu dengan paksa lalu membuka salah satu kamar dan mendorongnya masuk kedalam setelah itu menguncinya dari luar dan membiarkan Axila mengganti pakaian didalam sana.
"Sepertinya kau tak pantas menjadi pendampingnya. Hanya seperti itu saja kau sudah lemah." ejek Levi, tangannya dimasukan kedalam kantong celana sambil menyandarkan tubuhnya dipintu. Jangan lupa senyuman merendahkan itu.
Axila tidak telanjang ataupun menggunakan handuk yang memperlihatkan pahanya, gadis itu menggunakan handuk kimono sehingga menutupi seluruh tubuhnya. Itulah mengapa Levi mengejeknya, karena baginya itu bukanlah apa-apa.
Bukankah budaya barat sangat terbuka? Para wanita bahkan hanya menggunakan bikini saat berjemur ataupun berenang. Namun itu tak membuat seorang Levi Alexander tertarik jika dikelilingi oleh sekelompok wanita berbikini, dia malah merasa jijik dengan wanita yang memperlihatkan lekuk tubuhnya pada semua pria.
Baginya, harus dialah orang pertama yang melihat lekuk tubuh wanitanya. Wanita yang pantas menjadi pendamping hidupnya dan menjadi ibu dari anak-anaknya.
Sepertinya tak ada yang bisa membuat seorang Levi Alexander tertarik, sampai membuat pria itu terus fokus dengan pekerjaan nya. Sampai saat itu datang, dimana dia tertarik pada lawan jenisnya dan saat ini sedang berada ditempat yang sama. Axila.
Mike yang mendengar ejekan Levi mengepalkan tangannya, siapa pria yang sedang berada didepannya. Mengapa dia seperti ingin menjauhkan kekasihnya dengan dirinya.
"Aku bahkan sudah terbiasa dengan yang seperti itu, bahkan lebih." balas Mike.
"Tapi, dari wajahmu sepertinya terbalik dari yang kau ucapkan." sambung Shin-Young.
__ADS_1