Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Perpisahan


__ADS_3

Azka tampak sibuk dengan semua barang-barang nya, ia juga tak lupa selalu saja merekam apa yang ia lakukan.


Akhir-akhir ini semua kegiatannya selalu ia abadikan dan di publikasikan ke media sosial. Azka meminta ijin pada kakaknya untuk membuat akun YouTube, ia pikir bisa menjadi YouTubers dan menghasilkan uang jajannya sendiri meskipun uang jajan yang diberikan oleh kakaknya tak akan pernah habis ia pakai.


Hal-hal kecil seperti berjalan-jalan, bermain game, berolahraga dan masih banyak kegiatannya yang ia rekam.


Apa lagi ujiannya sudah selesai, kakaknya juga sudah memberitahu jika sekolahnya akan segera pindah sehingga semua persiapan hampir selesai. Pasport nya juga sudah dia dapatkan, semua hak untuk perpindahan penduduknya sudah selesai dengan bantuan asisten Kang.


Besok lusa adalah hari dimana mereka akan pergi dari sini. Membuat Azka harus mempersiapkan semua kebutuhannya itu, meskipun tak banyak sih.


Dengan memegang handycam ia berjalan kearah kamar Axila, melihat kakaknya yang saat itu sedang duduk didepan dinding kaca dengan ditemani laptopnya.


"Noona-a" panggil Azka, Axila hanya menggerakkan jarinya dan memberikan kode agar Azka mendekat.


"Noona sedang sibuk?" tanya Azka.


"Hanya perlu menyelesaikan pekerjaan ku saja, sebentar lagi selesai." balas Axila, ia hanya melirik kilas pada adiknya yang juga memegang handycam.


"Baiklah, aku akan membuatku sesuatu untuk Noona." balas Azka, ia berjalan keluar dari kamar kakaknya dan membuatkan cokelat hangat ditemani oleh beberapa biskuit yang ia ambil dari dalam kulkas.


Azka kembali kedalam kamar Kakaknya, melihat wajah itu masih serius dengan laptopnya.


"Noona, camilannya." ujar Azka,


Axila hanya mengangguk sebentar. "Terima kasih." balasnya, Azka diam ia memilih untuk menonton vidio-vidio lucu lalu tertawa sesekali diatas sofa yang berada dalam kamar kakaknya.


Tak lama setelah itu Axila selesai dengan pekerjaan nya, ia bergabung dengan adiknya.


Axila juga membantu Azka mengedit video yang akan ia unggah ke akun YouTube miliknya, itu hanya berisi keseharian mereka saja. Subscribers Azka juga sudah ribuan hanya dalam beberapa hari terakhir ini, ia menjadi populer dengan bantuan kakaknya yang juga sebagai menajer nya.


Keesokan harinya.


Azka bangun di pagi hari, ia mulai kembali merekam aktivitas nya mulai dari mencuci muka, menggosok gigi, sarapan, dan berjalan-jalan keliling sekitar.


Sedangkan Axila masih terlelap dalam tidurnya, gadis itu sudah menyelesaikan semuanya. Hotelnya juga akan direnovasi mulai minggu depan, sesuai dengan apa yang dia inginkan, Exsel membuat semuanya dan menjalankan perintah saja.


Asisten Kang juga mengurusi kasus Nam-Joo yang masuk kedalam penjara, atas bukti-bukti yang bisa didapatkan. Untuk kakak tirinya Azka, pemuda itu menjadi memperihatinkan.


Axila membiarkan apartemen itu menjadi milik mereka, sedangkan Caffe kini sudah dipegang oleh Myung-Jun dan yang lainnya sebagai pekerja disana, mereka membagi tugas dengan rata. Meskipun Caffe itu milik Azka, namun dikelola oleh mereka bersama dan keuntungan nya juga didapatkan oleh mereka.


Moonbin, pria tampan itu bekerja sama dengan Exsel, mereka terlihat akrap. Lee Gong-Min yang akan lulus dari tempatnya menempuh pendidikan terakhir diminta untuk bekerjasama dengan Axila.


Dan pria itu menerima tawaran Axila.


Perusahaan yang Axila inginkan sudah didapatkan, ia tinggal mengambil alih saja kemudian selesai. Tinggal memperbaiki apa yang seharusnya saja, menarik para investor, menanam saham dan lain sebagainya. Semua itu sudah ia siapkan sendiri.


Begitu Azka kembali, ia sudah menemukan kakaknya yang sedang bersantai.


"Noona sudah bangun?" ujar Azka.


"Yah." balas Axila singkat.


"Katanya mau mengambil berkas-berkas ku dari sekolah hari ini." ujar Azka memperingatkan Kakaknya.


"Bersiaplah, kita akan berangkat sejam lagi." balas Axila, Azka mengangguk paham lalu mulai membersihkan tubuhnya dan mulai bersiap.


Begitu juga dengan Axila, ia segera bersiap-siap untuk mengambil berkas perpindahan sekolah Azka nanti.


..............


Azka dan Axila memasuki kawasan Sekolah, ia memarkirkan mobilnya lalu turun dari sana.

__ADS_1


Mereka berjalan kearah gedung sekolah, melewati beberapa siswa yang berada disana.


Axila langsung berjalan kearah ruang kepala sekolah, begitu juga dengan Azka yang membuntuti kakaknya sejak tadi.


"Selamat pagi, Pak....." sapa Axila setelah memasuki ruang itu.


Setengah jam kemudian, mereka keluar dari sana dengan Axila yang sudah menegang berkas itu. Mereka melangkah kearah dimana kelas Azka berada.


Berita disekolah sudah menyebar, jika Azka akan pindah ke Indonesia, mengikuti kakaknya disana.


Saat Azka memasuki kelasnya, semua mata tertuju padanya. Kebetulan sekali jam kosong saat ini.


"Azka datang..."


"Mana?"


"Apa dia datang untuk berpamitan?"


"Baguslah jika anak itu pindah, aku membencinya."


Bisikan para siswa didalam sana memfokuskan Azka pada teman-teman kelasnya.


"Hai semuanya..."


"Kau datang untuk berpamitan?" timpal salah satu siswa.


"Yah, aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal.


Terima kasih telah menjadi teman kelasku meskipun kita tak akrab, namun tetap saja kalian teman kelasku." ujar Azka


Azka mengucapkan beberapa kata untuk teman-teman kelasnya, meskipun ada yang tak menyukai nya, namun tak bisa dihindari jika mereka itu sekelas. Beberapa siswa yang sedikit akrab dengan Azka terlihat sedikit sedih, terlebih Sehun.


Mata nya sudah berkaca-kaca, namun remaja itu menundukkan kepalanya dan tak ingin melihat Azka.


Semua itu direkam oleh Axila dari pintu, ia merekam suasana kelas yang sedikit bersedih.


Azka dan Axila meninggalkan kelas, Sehun tampak tak tenang dan sangat bersedih.


Saat mereka tiba diluar sekolah, teman-teman kelasnya melihat kepergian Azka dari jendela. Mereka melambaikan tangannya dan berteriak sampai bertemu lagi.


Ada beberapa siswi yang membuat pesawat kertas lalu menerbangkan keluar jendela, tangan mereka terus melambai kearah nya.


Azka tersenyum lalu membalas mereka, senyumnya membuat para siswa sangat terkejut.


Terlebih para siswi, mereka sampai tak menduga jika Azka sangat tampan saat remaja itu tersenyum.


"Omo... Hatiku, hatiku seperti nya dipanah oleh nya."


"Dia sangat tampan tapi selalu saja memasang wajah dingin."


"Aku sungguh bersedih karena dia pergi."


"Tapi lihatlah Sehun, dia lebih menyakitkan lebih dari siapapun."


"Kau benar, kasihan sekali dia. Azka sudah pergi."


Suasana hari ini terbilang membuat Azka merasa sedih karena sebentar lagi dia akan meninggalkan tempat kelahirannya.


Sepulang dari sekolah, Axila membawa Adiknya untuk berkeliling. Mereka mengunjungi taman, mall, dan tempat-tempat dimana sering Azka datangi. Karena ini adalah hari terakhir nya di Seoul, dan besok mereka akan meninggalkan negara ini untuk selamanya. Mungkin mereka akan datang beberapa kali untuk berlibur, ataupun mengunjungi semuanya yang berada disana.


Sampai hari mendekati malam, Axila membawa Azka ke rumah yang pernah ditempati oleh adiknya itu.

__ADS_1


Azka terkejut saat melihat tempat familiar itu, dan lebih terkejut lagi semua orang berkumpul disana.


"Noona, ini-"


"Ini untuk perpisahan mu. Kita akan melakukan pesta perpisahan dengan mereka sebelum kita pergi." potong Axila.


Dihalaman rumah itu, semua orang berkumpul. Ada Sehun dan ibunya, kelima pemuda tampan itu dan empat orang wanita muda. Tak lupa asisten Kang juga hadir disana bersama Exsel yang juga diundang.


Halaman itu dihias menggunakan lampu kelap-kelip, suasana disana sangat ramai ditambah dengan ibu kost mereka. Itu juga dipersiapkan dengan barbeque yang sudah Axila minta untuk siapkan.


Suasana tak lagi sedih melainkan bahagia, mereka membicarakan banyak hal.


Kecuali satu orang.


Sehun.


Remaja itu terlihat tak bersemangat, Azka yang menyadari hal itu daging yang sudah selesai dipanggang dengan beberapa jamur dan lainnya, setelah ia meletakkan diatas piring dan mengambil sumpit, ia berjalan kearah Sehun.


"Hai.." sapa Azka namun Sehun tak mempedulikan nya.


"ini, untukmu." Azka menyodorkan piring itu pada Sehun namun tak diterima oleh remaja itu.


Azka duduk disamping Sehun, melihat wajah sedih sahabatnya.


"Kau tahu?.... Aku juga sebenarnya tak ingin pergi, namun itu tak bisa." ujar Azka dan berhasil membuat Sehun menatap kearahnya.


"Aku tahu kau selalu ingin pergi, jadi pergilah." balas Sehun acuh, sikapnya mulai seperti ini setelah ujian selesai. Ia mengetahui jika setelah itu sahabatnya akan meninggalkan nya di sendiri.


"Kau benar. Karena aku memang harus pergi bagaimana pun caranya. Aku harus bersama dengan kakakku. Hanya dia yang aku punya didunia ini dan tak ada yang lain lagi, begitu juga dengannya. Hanya kami yang tersisa dari keluarga kami." ujarnya, matanya terus menatap kearah Axila yang saat itu membaur dengan yang lainnya.


"Kau tahu, Noona bekerja sangat keras agar aku bisa bersamanya dan mengambil alih hak asuhku.


Aku selalu melihat wajahnya yang lelah ketika bekerja Sampai larut malam." ujar Azka dan Sehun masih setia untuk mendengarnya.


"Tapi Noona itu kaya raya"


"Kau memang benar, itu karena Noona bekerja dengan sangat keras agar bisa menjemput ku disini. Kau tahu saja sendiri, jika aku selalu saja ingin bersamanya.


Hanya dia yang paling aku inginkan." ujar Azka membuat Sehun mengingat dengan jelas bagaimana sahabatnya selalu menderita sebelum Kakaknya itu datang.


"Sama seperti ibumu yang terus berjuang untuk mu, Noona juga melakukan hal yang sama. Aku bahkan tak tahu apa yang terjadi padanya sampai ia bisa seperti ini.


Noona yang dulu adalah orang yang lemah lembut, hangat dan penuh perhatian. Namun setelah kami bertemu lagi, Noona sangat berubah.


Namun aku bahagia, ia masih bisa tersenyum dan hangat seperti dulu jika bersamaku." ujar Azka panjang lebar.


"Aku mengerti. Kau memang harus mengikuti Noona kesana. Itu artinya aku tak akan bisa bertemu lagi denganmu, itulah yang membuatku sedih." balas Sehun, matanya sudah berkaca-kaca sejak tadi.


"Kita masih bisa saling mengabari, kau juga bisa melihat keadaan ku lewat sosial media.


Teknologi saat ini sudah sangat canggih kawan, jangan lupa hal itu."


Mereka berdua kembali terkekeh apa lagi Azka yang mengejek Sehun, mereka terlibat sedikit pertengkaran kecil.


Axila hanya memperhatikan saja, karena ini adalah hari terakhir untuk Azka. Ia menikmati semuanya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, semua orang sudah kembali lagi.


Mereka semua berpisah, ada beberapa Taxi yang berjejer disana karena dipesan oleh asisten Kang.


Ia tak mungkin mengantar mereka semua, ia juga lelah dan ingin beristirahat. Jadilah Axila, Azka dan Exsel berada dalam satu mobil. Sedangkan Sehun dan ibunya diantara oleh asisten Kang.

__ADS_1


Yang lain menggunakan Taxi untuk kembali ke apartemen mereka yang sebenarnya berada di satu gedung yang sama.


Hari itu berakhir, karena besok mereka akan berangkat dan meninggalkan negara ini.


__ADS_2