Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Klitik maut Moonbin


__ADS_3

Setelah pria itu pergi dan tak terlihat lagi, Axila juga sudah duduk dan menikmati sarapannya dengan tenang, seperti tak ada siapapun didalam sana.


"Honey, bisakah kita bicara?" ujar Mike lagi.


"Bicaralah, aku akan mendengarnya." balas Axila, Mike melirik Levi dan Shin-Young lagi.


"Bisakah kalian memberikan kami privasi?" ujar Mike pada keduanya.


Levi tak menanggapi ucapan Mike, dia malah menaikkan satu kakinya ke kaki yang lain dan memangku nya, bersikap seolah tak ada orang lain didalam ruangan itu.


"Bicara saja, aku akan menutup telinga ku." balas Shin-Young.


Mike berdecak kesal, meskipun dia menyuruh mereka berdua keluar dan memberikan nya privasi dengan kekasihnya tapi dua orang itu malah tak merespon nya. Lagi pula dia tak mempunyai kuasa disini, Axila lah sang menguasa di tempatnya ini.


"Honey, apa yang kau lihat kemarin itu tidak seperti yang kau pikirkan. Kumohon jangan salah paham." ujar Mike, meskipun dia merasa kesal pada kedua pria itu, namun dia tak mempunyai pilihan lain. Jika tidak bicara sekarang, entah kapan lagi dia bisa bicara dengan kekasihnya itu. Yang dia tahu, Axila menghindarinya karena kesal dengan perbuatannya beberapa waktu lalu.


"Aku tahu." balas Axila santai, namun yang meresap kedalam otak Mike tidak seperti yang Axila pikirkan.


"Honey, dia yang mencium ku, bukan aku yang memulainya." ujarnya lagi.


"Aku tahu." balas Axila, dia terus mengunyah sarapannya dengan santai.


"Honey, Aku tidak men-"


ucapan Mike terpotong oleh Levi.


"Axila, bukankah kau kelelahan sejak kemarin?" potong nya, dia sepertinya paham dengan arah tujuan pembicaraan Mike dan Axila.


.

__ADS_1


"Hmm, kau benar. Lalu?" Balas Axila.


"Istirahatlah, kantung matamu sudah seperti panda." ayolah, Levi sedang berbohong Sekarang. Axila bahkan tak punya kantung mata, hanya wajahnya yang terlihat lelah saja.


"Apa yang dikatakan olehnya itu benar. Istirahatlah dan jangan lupa minum vitamin mu, kita bertemu lagi nanti." sambung Shin-Young, matanya langsung menatap kearah Mike.


"Bukankah seharusnya kau memberikan nya waktu untuk istirahat?" ujarnya.


Sudahlah, Mike tahu. Ini sindiran yang sangat halus, Levi dan Shin-Young mengusirnya secara halus.


Awas saja mereka. pikir Mike.


"Kalau begitu, istirahat lah, Honey, aku akan menemui mu lagi nanti." ujarnya lalu beranjak dari sofa dimana ia duduk.


Axila hanya mengangguk, membiarkan mereka berlalu dari kamarnya.


Axila meneguk habis milk-Tea miliknya, lalu memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur Queen size dan mulai memasuki alam mimpi.


Kembali pada Mike yang sudah didalam kamar, ingin rasanya dia membuat pelajaran bagi kedua orang itu, namun sepertinya tidak mungkin untuk saat ini.


"Lawan ku semakin banyak saja." gumamnya.


Beralih pada Levi, pria itu memasuki salah satu kamar yang luas dan mewah. Kakinya berjalan kedalam kamar lalu membuka jas yang ia kenakan, menyimpan diatas sofa lalu melangkahkan mendekati dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan dari dalam sana.


"Jika kau kekasihnya, maka aku yang akan menjadi suaminya. Tak peduli dengan. cara apapun itu, dia akan menjadi milikku." gumamnya.


Harus, Axila harus menjadi miliknya. Entah mengapa, setia kali melihat Axila membuatnya merasa tenang dan sejuk. Kekosongan dalam hatinya seperti terisi oleh wajah gadis itu.


Levi tentu saja kesal, apalagi saat Mike mengatakan jangan salah paham dan soal ciuman.

__ADS_1


Sudah ia tebak, jika Mike bermain dengan wanita lain dibelakang Axila.


Sungguh tak pantas menjadi pendamping Axila, terlebih saat melihat respon Axila yang acuh saja. Dia merasa, seperti harus melindungi gadis itu, meskipun ia tahu jika Axila dapat melindungi dirinya sendiri.


Itulah mengapa Levi memesan salah satu kamar di hotel ini, dia mengambil kamar disini agar bisa mengawasi Axila dengan baik. Ia merasa, Mike akan melakukan sesuatu pada Axila dan hal itu tidaklah boleh terjadi.


Sedangkan Shin-Young, dia harus pergi ke kantor. Asistennya mengatakan jika hari ini ada klien yang ingin bertemu, jadi dia harus pergi ke kantor dan menemui klien itu.


Beralih pada Azka.


Remaja tampan itu sudah bangun sejak tadi dan saat ini sedang duduk dengan wajah ditekuk, kawahnya yang kesal namun tampak menggemaskan.


Kesal karena saat ia terbangun, dia sudah tak menemukan kakaknya lagi, karena saking pulasannya tertidur sehingga tak terbangun saat Axila pergi.


"Hai. Mandi dan bersiaplah, hari ini kau akan pulang." ujar Moonbin yang sejak tadi berada didalam sana.


"Aku tahu, lagi pula dokter belum datang juga." balas Azka, wajahnya semakin ditekuk dan hal itu membuat Moonbin semakin gemas.


Pria itu beranjak dari sofa lain ke sofa dimana Azka duduk, Azka jadi was-was, perasaannya jadi tak enak.


Pipinya langsung saja ditarik oleh Moonbin, bahkan kedua tangan Moonbin sudah berada di pipinya.


"Arghh.. Kak sakit.. lepas.. sakit.." pekik nya, namun Moonbin malah mengarahkan tangannya pada pinggang Azka lalu menggelitik nya.


"Hahahahaaa.. arghh.... Hahahaha.... Kak geli, arghh.." Azka tertawa lepas, tubuhnya menggeliat diatas sofa, sedangkan Moonbin malah menyudutkan nya dan terus menggelitik nya.


Moonbin tertawa lepas, dia senang melihat wajah Azka yang terlihat menggemaskan saat memerah. Moonbin menghentikan aktivitasnya lalu beralih pada ponselnya yang bergetar entah siapa yang menelponnya namun hal itu malah menyelamatkan Azka dari klitik maut Moonbin.


...__________...

__ADS_1


#Crazy up


Zero^-^


__ADS_2