Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 128


__ADS_3

Axila mengemudikan motornya dengan kecepatan sedang, ia sedang dalam perjalanan menuju kediaman Sanjaya, atau rumah keluarga angkatnya.


Kedatangan Axila bersamaan dengan datangnya Putra dan Azka, Putra yang mengemudikan mobilnya dan Azka yang diantar oleh supir.


Brakk....


Brakk....


Dua mobil yang ditutup pintunya, menampilkan dua sosok tampan yang berbeda usia.


"Lila...."


"Noona...."


Dua pria itu mendekati Axila. Setelah melepas helmnya, Axila menatap mereka sambil tersenyum.


"Annyeong.." sapa Axila santai, membuat Azka dan Putra memeluknya bergantian.


"Aku pikir kau tak akan pulang,"


"Tentu saja aku pulang, Kak. Bunda yang memintanya," balas Axila pada Putra.


Ketiga nya memasuki mansion mewah itu, dengan disambut oleh beberapa orang pelayan yang membungkukkan badannya untuk menghormati ketiga anak dari tuan mereka, tentunya karena Axila dan Azka sudah dianggap anak oleh Maria dan Michael meskipun mereka tak menggunakan nama belakang keluarga Michael yaitu Sanjaya.


"Bunda, kami pulang..." panggilan Azka dengan suara yang keras membuat beberapa pelayan menatapnya, suara yang ceria itu memberikan kesan hangat didalam rumah.


"Kalian sudah sampai?" suara bariton itu membuat para muda-mudi itu mengangkat kepala mereka dan melihat sang kepala keluarga, Michael menuruni anak tangga hingga tiba didepan ketiga anaknya.


"He'em," balas Azka dengan anggukan, mereka mencium tangan Michael bergantian, (salim).


"Yuk, Mama udah nungguin kalian, dia lagi masak," ujar Michael membawa anak-anaknya ke meja makan.


Mereka berjalan kearah ruang makan, yang dimana terdapat beberapa kursi dan meja yang berada ditengah ruangan.


Maria yang sedang memasak mengetahui kehadiran mereka, secara kebetulan juga, masakannya baru saja selesai.


"Kalian sudah sampai?" Wanita itu mengalihkan pandangannya pada mereka, lalu fokus lagi untuk meletakkan masakannya kedalam wadah untuk disajikan diatas meja makan.


"Ya, Bunda," balas Azka sambil mendekati Maria. Remaja itu melihat apa yang dimasak oleh wanita itu, "woohh.. kelihatan nya sangat lezat," puji Azka dan mendapatkan senyuman hangat dari wanita itu.


"Tentu," balas Maria.


"Apa yang bisa kubantu?" tanya Azka, ia menatap beberapa jenis hidangan uang sudah siap.


"Tak ada, sudah Bunda siapkan semuanya," balas Maria.


Tak heran jika ucapan itu datang dari Azka dan bukan Axila yang adalah seorang anak perempuan. Mengapa?


Karena Azka akan mendorong Kakaknya keluar dari dapur, membiarkan kakaknya duduk bersama Putra dan Michael, lalu membantu Maria memasak. Tentu saja karena Azka mempunyai hobi yaitu memasak, hanya untuk bersenang-senang karena dia tak pandai memasak.


Semua ini terjadi setelah Azka tiba di Indonesia, keluarga ini semakin harmonis saja dengan kehadiran anggota keluarga yang baru.


Azka membuka kulkas, mengeluarkan sirup dengan rasa jeruk, lalu membuat jus. Maria membiarkan remaja itu melakukan apapun yang ia mau saat ini, tentu saja karena hanya membuat jus yang sangat praktis, hanya membutuhkan sirup dan air.

__ADS_1


Azka membawa jus yang telah selesai ia buat, sedangkan semua makanan yang telah dimasak Maria dibawa oleh pelayan yang ada.


"Bagaimana seminggu ini, baik-baik saja?" tanya Maria yang baru saja duduk ditempatnya.


"Aku baik, hanya ada beberapa masalah kecil saja yang ku urus," balas Putra.


"Sekolah ku juga baik, tak ada masalah yang terjadi padaku," sambung Azka.


"Kuliah dan pekerjaan ku juga berjalan lancar. Hanya perlu menyesuaikan diri dengan keadaan di kampus saja," timpal Axila lagi.


Yah, bisa dibilang mereka melaporkan apa saja yang terjadi selama seminggu belakangan ini.


Maria menanyakan hal ini karena tentu saja mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing, bahkan anak-anak nya juga sibuk dengan pekerjaan dan sekolah mereka. Tak ada waktu untuk bersantai bersama, hanya seminggu sekali atau dua kali.


Tentu saja karena Axila dan Azka juga tinggal di rumah yang berbeda dari mereka.


Maria menyodorkan tangannya dan Michael memberikan piring nya pada sang istri, Maria mengambil kan nasi untuk sang suami, begitu juga dengan anak-anaknya dengan berurutan.


Dan lauk, itu terserah mereka mau makan dengan lauk apa.


Mengapa bukan pelayan saja yang melakukannya?


Tentu saja karena Maria tak mau melibatkan mereka dalam makan malam yang hangat ini, mereka ia biarkan berada di sisi lain.


"Kewajiban seorang ibu untuk melayani suami dan anak-anaknya ketika makan malam," itulah yang selalu ia katakan kepada mereka.


Dan Michael tak mempermasalahkan hal ini, karena dengan begitu ia bisa melihat sisi istrinya yang sangat perhatian pada mereka.


...------...


"Kalian sungguh tak ingin menginap malam ini?" terdapat kesedihan didalam pertanyaan Maria.


"Maaf, Bunda. Azka harus sekolah besok, dan aku juga mempunyai mata kuliah besok pagi," balas Axila dengan mencoba menghibur wanita itu, "lagi pula seragam dan buku-buku Azka tak berada disini, jadi kami tak bisa menginap," lanjut nya lagi.


"Kau bisa menyuruh asisten mu untuk membawakan kebutuhan Azka kemari,"


"Aku tak mau merepotkan nya, Papa. Dia sudah cukup kerepotan saat di kantor karena aku tak bisa full time di perusahaan," balas Axila pada Michael.


"Baiklah, tak apa. Hati-hati diperjalanan," nasehat Maria.


Axila memberikan salam, mencium tangan kedua orang tua angkatnya, begitu pula dengan Azka. Axila mulai menghidupkan mesin motornya, Azka naik dan duduk dibelakang.


Axila meremas kopling, menarik gas dan mulai meninggalkan kediaman keluarga Sanjaya.


Azka melambaikan tangannya kearah Maria, Michael, dan Putra. Lalu mereka menghilang dari pandangan tiga orang itu.


Tentu saja Azka ikut dengan kakaknya, karena setelah tiba tadi, supir Azka langsung kembali ke rumah karena Azka akan pulang dengan kakaknya. Dan Azka juga sudah mempunyai persiapan yaitu membawa jaket, karena udara dimalam hari itu sedikit minus (dingin).


...--------...


Azka dan Axila tiba dirumah, mereka memasuki kamar masing-masing dan mengistirahatkan tubuh masing-masing, untuk mempersiapkan hari esok lagi.


Axila yang saat ini sedang berbaring mengingat kembali kejadian tadi siang saat di kantornya.

__ADS_1


Saat itu ia menahan dirinya agar tak memberikan pelajaran (pukulan) pada Alex yang notabene adalah mantan tunangan sang pemilik tubuh.


Ia tak mau untuk memberikan pelajaran karena jika hal itu terjadi, yang ia takutkan adalah tak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Bisa-bisa ia membunuh pria itu didepan semua karyawan nya.


Jika hal ini terjadi saat di zaman kerajaan, ia tak tahu apa yang akan terjadi lagi karena sudah pasti, pria itu akan kehilangan nyawanya meskipun di tempat umum.


Orang yang berani menyinggung nya tak akan bisa selamat dan menikmati hari esok.


Jika orang itu lolos darinya, belum tentu lolos dari orang-orangnya (bawahan/kesatria).


"Sepertinya kau tak bisa bernafas lancar lagi mulai besok," gumam Axila dengan mengingat kembali wajah pria itu.


Yah, Axila putuskan.


Mulai besok, ia akan mengambil langkah untuk membalaskan dendam sang pemilik tubuh.


......................


Hai.... hai... hai....


Annyeong semuanya....


Apa kabar? Semoga baik dan sehat selalu.


Dan yang lagi puasa, moga puasanya lancar yah. Semangat.....


Aku minta maaf yah, akhir-akhir ini aku jarang update.


Kenapa? Karena inspirasi ku udah mulai menipis.


Aku musti mutar otak lagi biar kalian suka sama novel ini.


Soalnya ada yang minta, katanya "Thor... Novel ini jangan di tamatin dulu yah. Aku mau terus baca novel ini,"


Ada juga yang minta Novel ini sampai 200 chapter.


Tapi aku nggak janji yah, kalau novel ini bakal sampai chapter 200, soalnya itu udah panjang banget.


Dan takutnya yang lain malah minggat gara-gara terlalu berbelit-belit.


Dan untuk yang nanya kenapa Axila belum balas dendam.


Itu karena dia masih harus nyari kekuatan yang cukup biar bisa ngehancurin Alex sampai ke akar-akarnya.


Bukankah hanya buat Alex jadi Broken heart, tapi juga menyesal dan nggak berani gangguin Axila lagi.


Yang nungguin pembalasan dendam Axila, semoga suka sama cara Axila balas dendam yah.


Salam hangat...


Zero^-^

__ADS_1


__ADS_2