
Josua yang sejak tadi tugasnya menyelinap mengikuti satu truk kontainer sudah berada di posisi aman sekarang. Dia bersembunyi di balik kotak kayu yang entah apa yang berada didalam sana, Josua juga malas untuk menebak karena misinya saat ini.
"Ada beberapa kotak kayu yang berdekatan dengan pintu samping, penjaganya juga hanya empat orang disana. Masih dapat menyusup karena pintu itu tak terlalu penjaganya." ujar Josua dari posisinya, tak lupa ia amati keadaan didalam sana.
"Berapa banyak orang yang menjaga pintu utama?!" balas Axila.
"10 orang dengan jarak masing-masing 2 meter." balas Josua lagi.
"Tunggu aku masuk kedalam sana." balas Axila, kakinya berjalan dan memiringkan kepalanya melihat kearah pintu samping yang jaraknya 50 meter dari tempatnya berdiri saat ini.
"Apa aku harus membereskan mereka?" ujar Dony tiba-tiba.
"Tidak! Itu akan membuat kita repot karena mereka tahu ada yang menyusup!" balas Axila cepat. "Kau bermain ketika ada yang ingin melarikan diri saja, aku ingin bermain didalam sana." balas Axila.
Axila kembali lagi mengeluarkan tiga jarum emas dari ruang dimensi miliknya, hanya dengan memasukkan tangannya kedalam kantong jaketnya sudah berhasil ia dapatkan.
Dara sampai menebak, apakah jarinya tak sakit saat tertusuk jarum didalam sana? atau posisinya sudah gadis itu ketahui Samapi mengambilnya dengan santai.
Namun Dara memilih untuk diam dan melihat pertunjukan yang Axila buat, bahkan dia tak tahu jika korban-korban Axila yang sedang tiduran itu sudah kehilangan nyawa mereka.
Axila yang sudah siap dengan jarumnya segera keluar dari tempat persembunyiannya, saat ketiga pria itu melihatnya karena suara langkah kaki yang Axila buat mereka malah mendapatkan hadiah dari gadis itu.
Salah satu dari mereka yang terlambat menengok mendapati sesuatu yang menusuk tepat di lubang telinganya, membuatnya langsung terjatuh.
Lain lagi dengan kedua temannya yang mendapatkan jarum menyeruak masuk kedalam kepala dan dada kirinya.
Dony bahkan tak dapat berkata-kata melihat bagaimana Axila membuka mereka tumbang, yang ia lihat Axila seperti mengeluarkan sesuatu dari jaketnya dan melemparkannya pada ketiga orang itu.
Setelah ketiganya tumbang, Axila dan Dara segera berlari kearah pintu samping, Axila menekan tombol yang berada disana agar pintu otomatis terbuka, namun keduanya belum masuk.
__ADS_1
Empat orang pengawal yang sedang berjaga menatap pintu yang terbuka namun tak ada yang masuk, mereka malah dikejutkan dengan sesuatu yang mengganggu penglihatan mereka, dan akhirnya kehilangan kesadaran begitu saja.
Axila yang memang belum masuk menggunakan elemen cahaya miliknya, membuat mata mereka silau lalu melemparkan jarum yang sama agar mereka kehilangan kesadaran bahkan nyawa.
Axila kembali menengok kedalam, saat mendapati keadaan sudah aman, ia segera menarik tangan Dara lalu masuk kedalam gudang itu dan bersembunyi dibalik kotak kayu yang ukurannya sedikit besar.
Josua berada dilantai dua saat ini, namun posisinya sangat aman dan terkendali.
Daren? Pria itu masih terus mengawasi dari balik laptop dan tablet.
"Al, didalam kotak itulah para wanita dan anak-anak disembunyikan." ujar Daren tiba-tiba.
"Baiklah, aku mengerti." balas Axila, ternyata Daren sudah menguasai CCTV yang berada di setiap sudut gedung dengan mengendalikan semuanya menggunakan laptop yang ia gunakan.
Bahkan pria itu menggunakan laptop milik Axila yang saat ini berada di pangkuannya, sedangkan laptopnya berada disampingnya.
"Daren, berapa banyak pengawal yang saat ini berada didalam sini?!" tanya Axila.
"Dimana posisi target, Dar?" tanya Axila cepat.
"Dia tak berada di sini, namun tangan kanannya yang-"
"Aku mengerti!" Potong Axila cepat.
Ia menengok kesamping nya dan tanpa menatap Dara, ia kembali berujar.
"Kau bermainlah dari sini, kita berpencar." ujarnya dan berlari meninggalkan Dara yang sedikit bingung namun ia segera mengeluarkan revolver yang menjadi senjata andalannya saat ini.
"Dony, ada helikopter yang jaraknya 15 kilometer dari sini." ujar Daren tiba-tiba.
__ADS_1
"Sial! jadi kepar*t itu sudah menyiapkan pelariannya?!" umpat Dony, tentu saja didengar oleh Dara, Josua terlebih Axila.
Dan dari belakang layar yang lebar, kini banyak orang yang sedang menyaksikan aksi mereka, diantaranya adalah para senior atau atasan mereka, termasuk Michael yang saat ini sedang menyaksikan bagaimana putrinya berjuang saat ini.
Tubuh pria itu terus menegang kala melihat bagaimana Axila dengan santainya menjatuhkan para penjaga yang bertugas diluar gedung. Ditambah ketika melihat bagaimana keadaan didalam sana membuat nya semakin cemas namun tak dapat melakukan apapun saat ini selain berdoa agar putrinya baik-baik saja.
Hentakan kaki Axila yang sedikit keras membuat orang-orang didalam sana segera mencari tahu siapa yang sedang berlari, mata mereka tertuju pada sosok seorang wanita yang menggunakan serba maroon dan masker yang menutupi wajahnya.
"Penyusup!... Penyusup!.." pekik seorang pengawal, membuat teman-temannya segera mengalihkan perhatian mereka pada orang yang berteriak.
"Josua, sekarang!" pekik Axila, Josua yang sudah siap sejak tadi segera keluar dari tempat persembunyiannya.
Dorr!!!
Dorr!!!
Dorr!!!
Dorr!!!
...---------...
Maaf jika aku jarang update atau telat Up, yah.
Mohon dimaklumi karena aku sedang menyiapkan kata untuk crazy up nanti, soalnya udah banyak yang minta crazy up.
Semoga tetap suka yah.😉
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1
Gomawo🥰