
Axila mengemudikan motor sport nya dengan kecepatan yang sedang, menikmati waktunya di jalanan yang padat ini. Ia baru saja kembali dari kantor pusat, ia dipanggil oleh Jenderal Oscar untuk kejadian kemarin lalu.
Membawa motor nya kesalah satu universitas yang cukup terkenal, dimana ia sedang mencari seseorang.
Axila menghentikan laju motornya diparkiran Universitas G, melihat kearah arloji yang melekat indah di punggung tangannya lalu pergi dari sana.
Ada dua tempat untuk dia datangi, kantin dan taman. Dia perlu mencari orang yang cocok untuk hal ini.
Ingatkah kalian dengan rencananya yang ingin merubah hotelnya? Itulah mengapa dia mencari seseorang yang cocok atau bisa dibilang dia mencari seorang arsitek yang masih duduk di bangku kuliah.
Mengapa tak mencari yang sudah berpengalaman saja, kan lebih bagus?
Maka jawabannya adalah, dia ingin melihat bagaimana orang itu bekerja sama dengannya. Bukankah orang hebat juga bisa ia temukan di sini?.
Axila berjalan mencari kantin, dengan santainya melangkah sambil menenteng ransel yang didalamnya terdapat laptop saja, tak ada lain lagi.
Sepanjang jalan, banyak mahasiswa yang melirik Axila. Mereka baru pertama kali melihatnya di kampus itu, ada juga yang bahkan membicarakan nya dibelakang.
Penasaran siapa dia, namun apa yang dilakukan oleh gadis itu?.
Ia tak peduli, dan tak sedikitpun bertanya dimana kantin berada pada mereka.
Axila menyimpan ranselnya diatas meja kantin, memesan minumnya dan duduk disana sambil memainkan ponselnya.
Tanpa melihat dia mencari seseorang hanya dengan kemampuan membaca pikirannya.
Banyak yang berbisik siapa dia, ada yang ingin berkenalan atau sekedar mengobrol.
Perhatian Axila tertuju pada salah satu mahasiswa, jika yang lainnnya sedang berkelut dengan pikiran mereka, berbeda dengan pemuda itu. Tak ada apapun yang dia pikirkan atau bisa dibilang pikirannya kosong.
__ADS_1
Axila segera menatap kearah dimana pemuda itu berada, dia sedang duduk bersama teman-teman nya yang ribut. Entah apa yang mereka bicarakan, namun pemuda itu hanya diam dan memperlihatkan saja.
Tatapan Axila yang tertuju padanya membuat beberapa mahasiswa yang mengenal pria itu segera berbisik.
"Tuh cewek liatin siapa sih?" ujar si A.
"Nggak tahu nih, kayaknya salah satu dari mereka deh." tunjuk C pada beberapa mahasiswa lainnya.
"Emangnya Lo kenal tuh cewek?" tanya B pada dua temannya.
"Nggak tuh, anak baru kali." balas A.
"Mungkin juga sih, yah." sambung c.
Kalau dari yang gue liat sih, kayaknya dia merhatiin di Exsel deh." timpal B.
"Bener banget, si cowok batu." timpal temannya.
"Yang bener aja, tuh cowok tuh nyebelin banget tahu."
Selanjutnya Axila tak lagi mempedulikan mereka, tatapan semakin menajam pada Pemuda yang sepertinya bernama Exsel itu.
Axila meraih ranselnya dan melangkah mendekat mereka.
"Ehh,, Ehh.. Liat deh, ada cewek cakep." ujar seorang mahasiswa, sebut saja dia T.
Beberapa orang lainnya segera mengangkat wajah mereka.
"Bo'ong Lo." sambung temannya.
__ADS_1
"Dua rius deh. Cakep, tapi sayangnya tomboy." ujarnya sambil menatap seorang gadis yang sedang jalan mendekat.
Teman-temannya mengalihkan pandangan mereka pada orang yang dimaksud oleh teman mereka, keempat pemuda itu mengangguk tanda jika ucapan temannya tak salah.
Hanya satu saja yang tak merespon, pemuda yang bernama Exsel itu.
Axila tiba di tempat mereka, berdiri sana sambil menatap Exsel.
"Bisa bicara?" ujar Axila.
Mereka saling pandang, siapa yang dimaksud oleh gadis cantik ini. Tatapan mereka mengikuti arah tatapan Axila dan berhenti tepat di Exsel.
"X, ada yang ngajak Lo ngomong tuh." senggol temannya pada pemuda itu.
"Bicara saja, bisa disini juga kan?" balas Exsel dingin.
Jika dia ingin maka Axila adalah gadis kutup yang tak akan berekspresi dan selalu memasang wajah dinginnya.
"Ini urusan bisnis, kau yakin ingin bicara disini?" balas Axila.
"Tentu." satu kata yang menunjukkan persetujuan Exsel membuat Axila mengangkat sebelah alisnya.
"Baiklah," Axila mengangguk sebentar.
"Aku membutuhkan mu untuk mendesain ulang interior ho-"
"Kita bicarakan di tempat lain." potong Exsel cepat.
Membuat teman-teman nya mengerutkan kening mereka. Bertanya-tanya ada apa ini?
__ADS_1