Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Undangan pernikahan Mike


__ADS_3

Axila mengganti pakaian nya, mengenakan jaket Levis lalu menyambar kunci motornya yang ia simpan dilaci meja samping tempat tidurnya.


Azka yang baru saja keluar dari ruang GYM melihat kakaknya yang ingin keluar lagi padahal baru saja kembali dari kantor segera menghentikannya.


"Noona mau kemana?" tanya Azka saat Axila berada dipertengahan tangga.


"Aku keluar sebentar, kau mau menitipkan sesuatu?" balas Axila sambil terus melangkah hingga tiba didepan Azka.


"Martabak dengan toping cokelat-keju." ujar Azka.


"Bukankah kau baru saja membakar kalori mu? Mengapa tidak yang lain saja." saran Axila karena tentu saja melihat tampilan Azka yang berkeringat hingga bajunya basah dan menampilkan ototnya yang sedikit kekar.


"Aku ingin, martabak saja 'yah?" pinta Azka.


"Baiklah, aku pergi." Axila mengacak rambut Azka dan berlalu dari sana, pergi ke bagasi rumahnya dan pergi dari sana menggunakan motor sport nya itu.


Azka tak ambil pusing, kakaknya memang orang yang sibuk, paling sebentar lagi ia akan kembali dan mereka harus makan malam karena ini baru saja hampir pukul 6.


Ia lebih memilih untuk membersihkan tubuhnya dan pergi ke ruang studio miliknya itu.


Sementara Axila baru saja memarkirkan motornya, ia melepas helm nya dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dengan jemarinya.


Axila turun dari motornya, memasuki restoran dimana tempat yang sudah dikirimkan oleh Mike.


Ketika tiba di pintu masuk, Axila dijemput oleh seorang waiter dan dibawa ke meja yang di mana terdapat pria itu yang sudah menunggunya sejak tadi.


Mike yang melihat gadis itu mendekat segera berdiri dari duduknya, ia menyambut Gadis itu dengan senyum yang sangat menawan namun malah didapati wajah datar dari gadis itu.


"Sudah lama?" tanya Axila.


"Tidak juga, ayo duduk." ajak Mike, segera saja Axila duduk di kursi yang berada persis didepan Mike.


"Jadi?"


"Kau tak lapar? Bukankah kita bisa memesan makanan dulu?" Mike coba untuk mengulur waktu agar dia bisa bersama pujaan hatinya ini.


Axila menggeleng, "Maaf, Mike. Aku sudah berjanji jika malam ini aku dan Azka akan makan bersama dirumah, aku pikir satu milk-Tea sudah cukup." tolak Axila dengan halus.


Mike mengangguk paham, ia memanggil Waiters hanya dengan memberikan kode dengan tangan.


Setelah mereka memesan sesuai keinginan mereka, waiters itu juga berlalu.


Mike terus saja memandangi wajah itu dengan senyum yang menawan, penuh cinta namun sayangnya tak terbalaskan. Dulu mungkin ia mempunyai kesempatan itu namun sepertinya tidak lagi untuk sekarang, semoga saja gadis ini mau menerimanya lagi.


Mereka terdiam cukup lama hingga waiters itu kembali dengan membawa pesanan mereka, Coffelate dan cheesecake untuk Mike, milk-Tea dan Lava cake untuk Axila.


"Silahkan, Tuan-Nona." ujarnya sebelum berlalu dan melayani pelanggan yang lain.

__ADS_1


"Kau ingin bicara apa?" tanya Axila.


"Aku merindukanmu. Apa tak boleh?" balas Mike.


"Mike-"


"Habiskan dulu barang kita bicara, yah?" pinta Mike lembut. Axila mengangguk, lagi pula ia masih mempunyai waktu sebelum ia harus berada dirumah dan makan malam dengan Azka.


Mike terus menatap Axila, bisakah waktu berhenti untuk saat ini? Ia ingin bersama Axila seperti ini selamanya, meskipun gadis itu terlihat dingin namun sangat anggun. Ia mempunyai daya tarik tersendiri, dan Mike sangat menyukainya. Dengan sepenuh hatinya.


Gadis yang tak pernah berubah sejak pertemuan pertama mereka hingga kini, gadis yang selalu saja bertindak semaunya, gadis mandiri yang tak pernah mengeluh. Dia bagaikan bintang, namun terlalu jauh untuk digapai.


Axila telah menghabiskan Lava cake yang Mike pesan untuknya, namun melihat mata Mike yang terus menatapnya membuat Axila sedikit ilfil.


"Mike..." panggil Axila.


Pria itu mengambil sesuatu dibalik kantong jas nya, diletakkan diatas meja lalu mendorongnya pada Axila.


Gadis itu menerimanya, melihat kertas undangan pernikahan yang terkesan mewah tersebut.


"Kau akan menikah?" tanya Axila.


Mike menggeleng, "Untuk terakhir kalinya, " ditatapnya mata Axila dengan dalam. "Menikah lah denganku, Axila. Aku tak ingin menikah dengan wanita lain selain dirimu, aku sangat mencintaimu. Sungguh." ujarnya.


"Mike-"


Aku tahu aku egois tapi, dia akan menderita jika hidup denganku. Aku tak akan pernah bisa mencintainya, Axila."


"Mike-"


"Aku akan menikah dengan wanita lain yang sama sekali tak aku cintai," ia kembali menatap mata Axila, "aku mohon. Ikut aku dan menikahlah denganku."


"Maaf, tapi aku tak bisa."


Mike menggeleng, "Ini, untuk terakhir kalinya aku akan bertanya padamu."


Matanya menatap Axila, tangannya mengambil sesuatu didalam kantong jasnya lalu mengeluarkan kotak itu didepan Axila, ia bangun dari duduknya dan berlutut disamping Axila.


Membuka kotak itu dan menampilkan cincin berlian yang sangat indah dengan desain yang mewah dan sangat menawan, "Will you marry me?" tanya Mike.


"Mike, kau tahu jawabannya.


Aku tak bisa, aku tak ingin melukai perasaan wanita lain yang akan segera menikah denganmu."


"Tapi kau tega melukai hatiku.


Kau takut melukai wanita itu tapi kau lebih lagi melukai perasaan ku, Axila." tatapan kecewa didapatinya dari Mike, Axila mendapatkan kekecewaan itu dari pria ini.

__ADS_1


"Dia hamil." ujar Axila datar, matanya kini menatap mata Mike dengan serius.


"Dan aku yang telah membunuh ayah dari anak itu." sambungnya lagi.


"Apa?" pekik Mike, untunglah tak ada orang yang memperhatikan mereka, Mike benar-benar mengambil tempat yang sangat pas untuk mereka di restoran itu.


"Maksudmu?" Mike langsung berdiri dan menatap Axila dengan serius.


"Duduklah, akan kujelaskan siapa wanita itu." ujar Axila pada Mike.


Meskipun Mike mendapatkan penolakan yang kesekian kalinya dari Axila, namun ia juga ingin mendengarkan penjelasan Axila, yang menarik perhatiannya adalah saat gadis itu mengatakan jika dialah yang membunuh ayah dari anak itu.


Mike kembali duduk dihadapan Axila, menatap gadis itu dengan sangat serius. Apa jangan-jangan gadis ini menyuruhnya untuk bertanggung jawab pada anak itu padahal ayahnya dibunuh oleh gadis yang ia cintai? Jadi Axila ingin memanfaatkannya?


"Jangan berfikir jika aku ingin memanfaatkan mu untuk anak yang dikandung oleh wanita itu." ujar Axila,


"Aku mempunyai alasan mengapa aku membunuh ayahnya itu."


"Setelah aku keluar dari rumah sakit, hari berikutnya Azka diculik oleh Zain Rach, ayah dari anak itu.


Dia adalah seorang ketua mafia yang paling membuat onar, menculik anak-anak dan wanita untuk dikirim keluar negeri, mengambil organ tubuh mereka, pembuat dan penyebar n4rkoba, dan masih banyak lagi kejahatan yang dilakukan oleh baj!ngan itu.


Dan tunangan mu itu, dia adalah wanita baik-baik yang dijebak oleh temannya, Zain menikmati tubuhnya dan menanam benih didalam sana beberapa kali, ia selalu mengancam wanita itu dengan dalih keselamatan keluarganya jika wanita itu tak mau pergi ke club dan memuaskannya, tanpa adanya pengaman.


Hingga hari itu, dimana Zain yang sangat dendam padaku menculik Azka, aku dan yang lainnya pergi menyelamatkan adikku. Aku membunuhnya disana, dia telah melakukan banyak sekali dosa sehingga tak dapat dimaafkan lagi."


"Saat mengetahui jika putri mereka hamil diluar nikah, mereka sangat marah terlebih karena kau telah bertunangan dengan putri mereka.


Mereka coba untuk mencari keberadaan Zain, namun tak ditemukan, dan akhirnya mereka membuat keputusan untuk-"


"Mempercepat pernikahan ku dengan putri mereka, begitu maksudmu?" potong Mike.


Axila mengangguk, "gadis itu sangat menyukaimu.


Jangan buat dia seperti aku, bertunangan dengan pria lain tapi dikhianati oleh tunangannya sendiri."


"Tapi Axila, aku tak bisa."


"Anak itu mungkin anaknya Zain, aku tak memaksamu untuk mencintai wanita itu tapi, cobalah untuk memahami nya." ujar Axila


"Baiklah." ujar Mike.


"Jangan salahkan aku jika aku akan menikahi nya namun tak mencintainya sampai kapanpun!


Jangan larang aku untuk terus mencintaimu!


Dan jangan larang aku jika aku ingin dan akan terus berada disisimu,!"

__ADS_1


Mike langsung meninggalkan Axila dengan kesal, dia berharap Axila akan datang dihari itu dan menghentikan pernikahannya. Jika tidak, akan terjadi sesuatu yang fatal bagi wanita itu.


__ADS_2