
Sudah sebulan lebih Azka berada di negara kelahiran ayahnya, ia juga sudah berpindah penduduk ke negara ini mengikuti kakak sepupunya.
Azka tak menyangka jika ia bisa tinggal di negara lain ini, meskipun ia harus menyesuaikan diri di sini, entah dengan suasana kota, suhu udara, makanan, budaya dan lain sebagainya.
Ia juga merasa senang dengan jam sekolahnya. Bagaimana tidak?
Jika di KorSel ia harus pulang jam 6 sore, bisa dibilang malam, namun tak langsung kembali ke rumah namun harus pergi ke tempat les sampai jam larut malam hanya untuk belajar.
Namun saat datang ke Indonesia dan mulai bersekolah, ia akan pulang jam 2 atau 3 siang, lalu kembali ke rumah untuk beristirahat dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Hanya dalam waktu satu bulan, bahasa Indonesia nya mulai lancar lagi seperti saat ia masih kecil. Memang ayahnya mengajari ia berbahasa Indonesia dan lumayan lancar, namun seiring berjalannya waktu ia mulai melupakan nya karena tak pernah menggunakan bahasa Indonesia lagi, apa lagi ketika ayahnya meninggal, semuanya berubah drastis.
Rasanya Azka ingin melupakan semua kenangan pahit itu, saat dimana ia selalu saja mendapatkan perlakuan buruk dari keluarga tirinya dan juga lingkungan tempat ia berada.
Jika di Seoul ia selalu di bully oleh teman sekolahnya, berbeda di sini. Ia selalu dikelilingi oleh orang-orang yang ramah dan mengajaknya berteman, bahkan tak pandang status diantara mereka.
Azka bisa bernafas dengan lega ketika berada di negara ini.
Bahkan teman-temannya mengajak Azka untuk pergi ke rumah mereka hanya untuk sekedar bermain, belajar kelompok ataupun jalan-jalan.
Semua ini bisa ia rasakan karena kakak nya, Axila.
Meskipun ia juga harus menerima kenyataan jika kakaknya telah pergi meninggalkan raga nya dengan jiwa yang berbeda.
Semua fasilitas yang ia punya saat ini semua berkat wanita itu, yang mengaku sebagai Putra Mahkota dari sebuah kekaisaran dari era kuno.
Azka bahkan merasa sungkan, apa lagi ia pernah membuat wanita itu marah dan sedih, saat mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Namun tidak lagi sekarang. Ia malah merasa terlindungi karena kakaknya yang sekarang, tak ada yang bisa membuatnya takut lagi.
Azka malah merasa menjadi orang yang tak berguna. Seharusnya ia yang melindungi kakaknya, dan bukan malah sebaliknya.
"Tuan muda, ini pesanan nya tadi." Kepala pelayan itu membuat Azka kembali ke kesadarannya.
Azka menoleh, "makasih yah Bik Anna."
"Sama-sama, Tuan muda. Kalau mau sesuatu, panggil Bibi aja yah." Ujar Anna.
"Iya, Bik. Ya udah, Azka mau lanjut belajar dulu yah." Sahut Azka.
"Kalau begitu Bibi ke belakang dulu, Tuan muda yang semangat kerjain tugasnya. Permisi." Anna berlalu dari kamar remaja itu, kembali pada pekerjaannya.
Azka kembali menatap laptopnya yang menampilkan seorang pria yang sedang menjelaskan pelajaran matematika, Azka menggunakan jasa Ruang Guru untuk membantunya belajar dan bukannya menggunakan jasa Guru les untuk mengajarinya.
Lagi pula, uang yang harus ia keluarkan untuk menggunakan aplikasi itu tak banyak dan murah, tidak seperti menggunakan guru les yang harus membayar mahal.
__ADS_1
Meskipun tak di pungkiri, jika uang nya masih tersimpan banyak di kartu debit miliknya, bahkan selalu bertambah karena setiap bulan bahkan Minggu kakaknya akan mentransfer sejumlah uang untuknya.
Katanya uang jajan.
Belum lagi uang yang berhasil ia dapatkan dari YouTube, meskipun tak seberapa tapi tetap saja itu miliknya sendiri.
Oh yeah umm...
Gamanhi du nun gama neol tteoollin bam
Eodijjeumeul siridorok geotgo isseulkka
Dering ponsel Azka bernyanyi disertai getaran, dengan lagu Knock dari Astro.
Azka menggapai ponselnya, dilayar menampilkan nama "Sehun"
Segera saja ia angkat panggil Video dari sahabatnya itu.
"Ya, Sehun.." sapa Azka.
"Wahh... Kau benar-benar melupakan ku, yah?" Ujar Sehun dari seberang sana.
"Mana ada? Aku juga merindukan kalian.
Sehun mengarahkan kamera ponselnya pada ibunya, "Eomma.. Eomma.." panggil Sehun pada ibunya, wanita itu mengalihkan pandangannya dan melihat wajah putranya.
"Ada apa?" Tanya Ibu Sehun, dan Azka dari seberang sini bisa melihat wajah ibu Sehun yang menatap pada anak itu.
"Ini ada Azka." Mendengar mana Azka, wanita itu segera menggeser tubuhnya mendekat dan melihat wajah Azka yang berada di ponsel putranya.
"Azka... Bagaimana kabar mu disana? Kau bertambah gemuk yah." Ucap ibu Sehun dengan nada rindu milik seorang ibu.
"Aku baik-baik saja disini, bagaimana kabar bibi dan Sehun disana?" Tanya Azka.
"Kami baik-baik saja disini." Balas Ibu Sehun, Azka dan mereka terus mengobrol.
Ibu Sehun mengadukan perilaku Sehun sehari-hari, bagaimana anak itu menjalani harinya. Dan Sehun, ia akan uring-uringan karena semua perilakunya dibeberkan oleh ibunya pada sahabatnya itu.
Azka akan tertawa mendengar dan melihat Sehun yang uring-uringan dari balik layar ponselnya.
"Kapan kau akan pulang ke sini lagi? Aku akan mentraktir mu makan Tteobboki sampai puas." Tanya Sehun.
"Liburan nanti, kami akan ujian kelulusan satu bulan lagi, setelah itu aku akan berkunjung kesana." Balas Azka.
"Baiklah, Bibi dan Sehun menunggu kedatangan mu dan Nona Axila kesini. Kalau begitu lanjutan belajar mu." Ujar ibu Sehun.
__ADS_1
"Baik, Bibi. Jaga diri kalian baik-baik.
"Kau juga, sampai nanti."
Azka melambaikan tangannya dan panggilan Vidio itupun berakhir.
Baru saja telepon nya beralih, ada pesan yang masuk kedalam ponselnya.
^^^"Reyna"^^^
^^^Aku dan yang lain akan berkumpul di mall. Kau mau bergabung?^^^
Azka melirik arloji yang melekat di tangannya.
"Aku ikut. Di mall mana?" Balas Azka pada Reyna.
Tak membutuhkan banyak waktu, Reyna membalas pesan remaja itu.
^^^"Reyna"^^^
^^^"Di mall RY"^^^
Sejak berteman dengan Azka, Reyna yang mempunyai pribadi seorang penyendiri mulai membuka dirinya dengan berteman dengan yang lainnya, anak-anak yang berteman dengan Azka.
Azka segera mengganti bajunya, mengenakan sepatu dan meraih ponselnya. Tak pula ia mengabari kakaknya jika ia akan keluar bersama teman-temannya, dan Axila mengiyakan saja apa yang ingin dilakukan oleh remaja itu.
..._*_*_*_*_...
Sorry yah, kalau chapter ini hanya ada Azka aja.
Kan biasanya Axila melulu, jadi kali ini giliran Azka lagi.
Moga suka yah...
Zero^-^
.
.
.
.
.
__ADS_1