
"Axila!"
Dua suara dari orang yang berbeda membuat Axila mengangkat wajahnya dan melihat kearah dua pria itu
"Levi? Mike?"
Levi melangkah kedepan lalu menarik Axila agar berlindung dibelakangnya.
Matanya menatap tajam sepasang kekasih yang sudah berani berkata kasar pada Axila.
"Aiihh,,, Siapa lagi ini? Kekasihmu?" ejek Indri.
"Berhentilah omong kosong, jal@ng!"
Tidak. Itu bukan suara Levi mlainkan Mike, ia berdiri diantara kedua belah pihak, dimana samnping kanannya ada Alex dan Indri, sedangkan disamping kirinya ada Levi dan Axila.
"Wah,,, wah,,
Kau sangat hebat yah, bisa mendapatkan dua pria kaya sekaligus. Apa sekarang inikau suda-"
"Cukup, Indri!" bentak Alex, dia cukup tahu siapa yang saat ini ikut membela mantan tunangannya, karena dia bekerja di bidang yang sama dengan Mike.
"sayang, mengapa kau menghentikanku?
Jangan-jangan kau masih menyimpan rasa dengan mantan-"
"Aku bilang cukup!" bentak Alex lagi.
"Kenapa? Kenapa kau membela jal@ng itu?!" balas Indri pada kekasihnya.
Plakkk!!!
Satu tamparan mendarat tepat di pipi Indri, membuat wanita itu segera mendongkak dan menatap orang yang berani menamparnya dengan tatapan permusuhan.
Levi bahkan tak menyadari jika Axila sudah tak lagi berada dibelakang punggungnya, gadis itu berjalan dengan sangat cepat.
"Beraninya kau!"
Plakkk!!!
Lagi-lagi ia kembali mendapatkan tamparan di pipi yang berbeda.
Tidak, itu bukan mereka yang membela Axila, namun Axila sendiri yang menampar Indri.
"Kenapa tidak? Kau sudah berani menabrakku dari belakang lalu tak meminta maaf. Dan lagi kau malah berkata kasar padaku, mau membuatku malu. Hehh?" ujar Axila dengan menatap dingin tepat Dimata Indri, membuat wanita itu merinding karena nya.
"Haiisss... Pergilah. Aku tak mau melihat wajah busukmu dan kekasihmu disini. Membuatku mual dan jijik." lanjut Axila lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi.
__ADS_1
Namun sesuatu terjadi.
Dengan kasar Indri menarik rambut Axila kebelakang, menjambak rambut Axila yang begitu lembut dengan perasaan yang sangat kesal.
"Beraninya kau mengusir ku!!"
Levi tak tinggal diam, begitu pula dengan Mike.
Levi menarik tangan Indri dengan kasar lalu menamparnya.
Plakkk!!!
"Mau mati kau. HAH?!!" bentak Levi, dia sudah sedikit sabar namun kini kesabarannya sudah memuncak. Hanya mendengar orang menghina Axila saja ia sudah geram, apa lagi berani menyakiti Axila?
Begitupun dengan Mike, ia menjambak balik Indri, membuat wanita itu mengadu kesakitan. Menariknya dengan kasar kebelakang sehingga membuat kepala wanita itu mengangkat.
"Lepaskan! Lepaskan rambutku baj*ngan!" dia berusaha untuk melepaskan diri dari Mike, memegang tangan Mike lalu menariknya agar pria itu melepasnya namun tak membuahkan hasil.
"Sayang, tolong aku.
Sayang, Ahkk!"
Semua orang yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa meringis melihat bagaimana Mike menjambak rambut wanita itu.
"Tuan, kumohon lepaskan kekasihku.
Tolong." ujar Alex, dia juga tak tega melihat wajah kesakitan milik kekasihnya.
"Ahhkk.." Axila meraba kepalanya, dipijitnya kepalanya sebentar sebelum menatap kembali sepasang kekasih itu.
"Alex, ajari kekasihmu untuk bersikap sedikit lembut. Rambutku sampai rontok dibuatnya." ujar Axila menatap Alex yang saat ini sedang menenangkan kekasihnya.
Levi mengambil rambut rontok dari tangan Axila. Matanya memerah melihat rambut Axila yang rontok akibat ulah wanita itu.
"Apakah terlalu sakit?" ia mengusap kepala Axila dengan lembut, namun percayalah jika saat ini iblis yang berada dalam dirinya sedang meronta-ronta dan ingin menghabisi wanita itu.
Mike yang melihat interaksi Axila dan Levi merasa kesal, harusnya dia yang melakukan hal itu pada Axila.
"Aku tak apa," balas Axila pada Levi, dia menyingkirkan tangan pria itu dari kepalanya.
tatapannya beralih pada sepasang kekasih itu.
"Sebaiknya kau membawa wanitamu pergi dari sini, Alex. Sebelum serigala yang tertidur ini bangun dan menghabisi kalian berdua." ini peringatan untuk mereka agar menghilang dari hadapannya.
Alex yang juga merasakan suasana yang tak nyaman dari tatapan dua pria itu segera membawa Indri pergi dari sana, sambil terus memeluk dan mengusap kepala Indri yang rambutnya ikutan rontok dibuat Mike.
Mike mendekat, dengan perhatian dia menatap Axila.
__ADS_1
"Kau tak apa?" ujarnya.
"Hanya itu tidak akan membuatku mati. Aku tak selemah itu, dan kau juga tahu," balas Axila.
"namun, terima kasih." sambung Axila lagi.
Mike mengangguk, ia tahu jika dijambak tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesakitan yang Axila alami saat masuk ke dalam dunia militer.
Tak tahu saja dia, jika Axila bahkan tak mengikuti tes untuk masuk kedalam dunia militer.
Axila kembali mengusap kepalanya, "namun ini sedikit sakit. Kepalaku sampai berdenyut dibuatnya."
Oh tidak. Axila membangunkan dua harimau yang saat ini sedang bersamanya.
Levi mengepalkan tangannya dengan sekuat tenaga, membuat urat-urat disekitar tangannya ukut terlihat untung saja ditutupi oleh baju dan jas yang ia kenakan.
"Sedang apa kalian disini?" pertanyaan Axila mengalihkan perhatiankedua pria tampan itu, mereka mengalihkan wajah dan pandangan mereka pada Axila.
"Aku baru saja selesai meeting dengan klienku dan malah menemukanmu sedang berada disituasi yang tak baik." ujar levi, Axila mengangguk tanda mengerti.
Tatapannya beralih pada Mike, "lalu kau?"
"Aku mengambi pesananku." balas Mike, Axila hanya menanggapi dengan membulatkan bibirnyamembentuk huruf "O"
"Sejak kapan kau sampai di Indonesia?" tanp menyebutkan nama mereka tahu siapa yang Axila maksud.
"Aku baru tiba kemarin siang, dan-" ucapan Levi terpotong oleh gadis itu.
"Aku mengerti." potong Axila, dialihkan pandagannya kesamping dan mendapati wajah famliar itu.
"Dokter Robin." panggil Axila, membuat kedua pria yang saat ini bersamanya mencari sosok siapa yang Axila panggil.
Robin yang juga beradadi mall yang sama segera membalikkan tubuhnya saat Axila mendapati dirinya juga berada disana dan menyaksikan pertikaian tadi.
Tubuhnya sampai menegang saat ada tangan yang menepuk pundaknya dari belakng.
"Dokter Robin?" panggil Axila, ia memang menghampiri Robin.
Dengan perlahan Robin membalikkan badannya dan mendapati Axila tepat didepannya.
"Kau disini?" tanya Axila.
"Ahh. Ka-kapten Axila ternyata. Sudah tak melihat anda, apa kabarmu?" tanya Robin dengan gugup, memang seja tadi dia mengikuti Axila saat gadis itu turun dari mobilnya.
"Aku baik, lalu bagaimana dengan kabarmu?" balas Axila.
Dari jauh Mike dan Levi menatap interaksi antara mereka berdua, merasa akan ada saingan baru lagi.
__ADS_1
Apa lagi tatapan Robin yang sangat lembut dan penih kerinduan itu.
'Saingan baru, lagi' batin Mike dan Levi.