Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 62


__ADS_3

Semua orang sudah berada dalam ruang meeting yang cukup besar. Keributan sebelum sang atasan datang sudah pasti terjadi, apa lagi mereka tak tahu apa yang akan disampaikan oleh sang pemilik Hotel tempat mereka bekerja.


"Kau tahu sebenarnya apa yang terjadi?" tanya salah satu staf pada yang lain.


"Tidak juga, aku tak tahu apapun. Menajer hanya menyuruh kita berkumpul saja." ujar yang lain.


"Semoga saja kita tak membuat kesalahan fatal hingga membuatnya marah."


"Tadi kita disuruh bersiap dan menyambut adiknya. Sekarang kita suruh berkumpul disini. Mau apa lagi gadis itu?" rutuk salah satu wanita.


"Kau benar. Padahal kita lebih tua darinya."


"Usianya masih sangat muda tapi sudah bisa membeli hotel ini, entah apa yang bisa dibelinya lagi."


"Sudahlah. Yang penting kita masih bekerja disini dan gaji kita bertambah setelah ini." sambung yang lain.


Sementara dua orang resepsionis yang tadi juga sedang berbincang.


"Bagaimana jika Nona mengumpulkan kita karena masalah tadi." ujar E, wanita yang melayani Azka tadi.


"Entahlah, kalau dia memang adik Nona Axila, kurasa memang akan terjadi sesuatu." sambung G.


"Aku harap, tak terjadi sesuatu yang buruk. Perasaan ku tak enak." sambung E lagi. Temannya hanya mengangguk.


Terdengar suara langkah kaki yang beralas sepatu heels memasuki ruangan.


Semua orang berdiri dari duduknya, lalu membungkuk memberikan hormat pada sang pemilik Hotel.


Axila berjalan dengan didamping Azka dibelakangnya, gadis itu berdiri didepan semua orang sedangkan Azka disuruhnya untuk duduk.



Axila menatap semua orang yang saat itu langsung hening, ada beberapa yang berbisik saling bertanya.


Dua resepsionis itu menegang ditempat mereka, terlebih si menajer yang tadi mengusir Azka.


"Selamat Siang." sapa Axila pada semua stafnya, gadis itu bicara didepan microfon yang membuat semua orang mendengar suara nya.


"Selamat siang, Nona." balas semua orang dengan segera.

__ADS_1


"Aku tak akan berbelit-belit lagi dan langsung pada intinya." ujar Axila, dia menunjuk Azka yang saat itu duduk menatap semua orang.


"Anak ini adalah adikku, Azka. Kalian tentu nya sudah mengetahui mengapa aku membeli hotel ini bukan?" ujar Axila


"Dia adalah satu-satunya alasanku. Jadi, aku tegaskan pada semua orang.


Jika aku menemui sesuatu yang menggangu adikku, kalian akan tahu sendiri apa yang akan terjadi padanya.


Aku tak ingin terjadi kesalahan seperti tadi. Kalian ku pinta menyambut adikku, tapi ia malah mendapatkan perlakuan kasar dan tak senonoh padanya.


Dengan ini juga, aku langsung mengetahui perlakuan kalian pada pengunjung.


Aku harap kalian bisa memperlakukan mereka dengan baik dan tetap sopan dan jangan hanya melihat dari luarnya, kalian tak tahu siapa orang itu, bukan?


Jika ada yang melanggar dan keberatan bisa angkat kaki dari hotel ini." ujar Axila panjang lebar.


Tak ada yang berani bersuara keras, mereka hanya saling berbisik. Memang mereka menunggu kedatangan adik dari Axila, namun tak kunjung datang juga. Padahal memang benar, jika remaja yang tadi itu sungguh adik dari bos mereka.


Axila menatap Adiknya, Azka yang tahu apa yang harus dilakukannya segera beranjak dari duduknya dan berdiri disamping Axila.


"Selamat Siang, semua.


Namaku Azka, putra sulung keluarga Remanov. Mohon kerja samanya." kepalanya menunduk pada semua orang, para staf juga ikut menundukkan kepala mereka.


Beralih pada Levi yang saat ini sedang fokus dengan laptopnya, dia tak berkutik sedikitpun dari tempat tidur. Dia bekerja diatas tempat tidur, tak merasa terganggu sedikitpun.


Matanya terus tertuju pada layar laptopnya dan membaca deretan kata yang tertera disana.


"Aishh! mengapa susah sekali memulihkan dataku dari laptop sebelumnya!" gerutu Levi.


Sudah berulang kali dia coba memulihkan data nya ditanami virus oleh Axila beberapa waktu lalu saat mencari data dan identitas gadis itu. Data-data penting dimana semua pekerjaannya disimpan, ditambah lagi dengan dunia gelap nya.


Soal perusahaan yang di pindahkan ke Indonesia sudah beres, bahkan sudah berjalan selama beberapa hari terakhir ini.


"Apa dia bisa memulihkan kembali dataku?" gumam Levi, jika memang Axila bisa memulihkan kembali data nya, dia akan semakin tertarik dan menyukai gadis itu.


..............


Malam harinya.

__ADS_1


Axila sudah selesai mandi dan bersiap makan malam dengan Levi, ini juga karena Azka jika tidak, mungkin ia lebih memilih untuk bekerja dan bermain dengan laptop dan smartphone nya.


"Noona-a." panggil Azka.


"Hmmt." balas Azka.


"Kau sungguh akan mengenakan baju seperti itu?" ujar Azka ragu.


"Memangnya ada yang salah?" tanya Axila, dia kembali melihat bajunya.


Saat ini ia malah mengenakan bagi kaos hitam dilapisi dengan sweeter hitam dan celana jeans selutut, ditambah dengan sandal jepit.


"Tapi, kita akan makan malam dengan pria tadi." ujar Azka.


"Levi? lalu?" tanya Axila acuh. "Sudahlah, jangan pedulikan dia.


Ada yang ingin aku sampaikan setelah kita makan malam." ujar Axila.


"Baiklah..." balas Azka pasrah, dia kembali bergantung dibawah lengan Axila. Berjalan mengikuti langkah kakaknya.


..._______________...


#Crazy up.


Zero^-^


...Note!...


Ada yang sudah penasaran gk nih sama pembalasan dendam Axila sama Azka?


Kita bakal masuk kedalam konflik ini lagi nih.


Siap-siap buat olahraga jantung yah, karena semakin kesini akan semakin seru.


Aku jamin deh, gak bosan.


Kalau begitu, sekian aja yah crazy update hari ini. Maaf kalau ada kesalahan penulisan dalam novel ini.


Arigatou 😉

__ADS_1


Selamat Tahun Baru 2021.


God Bless You😇


__ADS_2