Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 134


__ADS_3

Axila melangkahkan kakinya dengan santai setelah memarkirkan motornya diparkiran kampus, memasang earphone ditelinga nya dan mendengarkan musik.


Tanpa diketahuinya jika banyak tatapan mata yang tertuju padanya, hampir semua orang melihatnya.


Tentu saja bukan tanpa alasan, saat ini mereka sedang menggosipkan mahasiswi baru itu.


Alasannya?


Karena kemarin ia berjalan berdampingan dengan dosen baru mereka, dosen tampan yang di gemari oleh hampir seluruh mahasiswi.


Dan yang lebih parahnya lagi, ada yang beberapa orang mengunggah foto atau video singkat dimana tangan Axila dipegang oleh Levi sambil berjalan terburu-buru.


Langkah kaki Axila memasuki kelas, ada tatapan yang ia dapatkan. Tanpa tahu apa yang terjadi, Axila melangkah menuju meja nya, menyimpan bag nya dengan santai.


Tentu saja kelas itu menjadi sangat ribut, mereka membicarakan gadis cantik itu.


"Itu beneran si Acil?"


"Gue yakin, dia juga kemarin ngilang kan?"


"Lo bener banget, Pak Levi juga nggak masuk,"


"Malah nyuruh kita buat ngerjain tugas dari tuh dosen ganteng,"


"Gue semakin yakin kalo itu emang mereka,"


"Jangan-jangan mereka saling kenal yah?"


"Kayaknya mereka punya hubungan deh,"


"Jangan sampai si Axila yang ngegoda Pak Levi lagi, biar dia bisa punya nilai bagus,"


Jessica sudah tak tahan lagi, kupingnya sudah panas mendengar ucapan-ucapan yang terus keluar dari bibir mereka, namun ia dikejutkan dengan suara yang dibuat oleh Eggy.


Brakkk...!


Suara yang renyah sejak tadi seketika langsung terdiam, semua tatapan tertuju pada Eggy yang berada persis disamping Axila.


Tentunya karena Eggy tiba-tiba saja menggubrak meja sehingga menimbulkan bunyi yang keras.


"Tidak bisakah kalian diam sedikit?!....


Seperti sarang lebah saja," ujarnya dengan kesal, tentu saja ia jadi terganggu karena mereka yang terus ribut.


Terutama membicarakan Axila, yang adalah teman sebangkunya.


Tak ada yang berani pada pemuda itu, mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing, ada pula yang saling berbisik. Takut?


Tentu saja, apa lagi jika sampai Eggy sudah mengambil tindakan, tak ada lagi yang berani menantangnya.


Ingatlah, Eggy adalah mahasiswa yang paling menyeramkan menurut mereka, padahal dia mempunyai wajah yang tampan.


Axila melirik Eggy sebentar, lalu kembali menatap papan tulis yang masih kosong.


Jessica memutar tubuhnya menghadap Axila, melihat gadis itu yang juga kini menatapnya.

__ADS_1


"Xil, gue boleh nanya nggak?" tanya Jessica ragu.


Axila mengangguk, "silahkan," balas gadis itu.


"Lo kemarin ngijin kan? Emangnya Lo kemana? Kok nggak masuk?" tanya Jessica.


"Adikku kecelakaan, aku pergi ke rumah sakit," balas Axila.


"Sama Pakdos Levi?"


Axila mengangguk, "memangnya ada apa?"


"Lo nggak tahu? Lo sama Pakdos lagi di gosipin sama semua orang. Kuping gue sampe udah panas dengerin nya," keluh Jessica.


"Emangnya bener yah, Lo kemarin jalan sama Pakdos ganteng itu?"


Axila mengangguk, "Dia yang mengantarku ke rumah sakit," balas Axila santai.


"Jadi, Lo beneran jalan sama Pakdos ganteng?" Jessica tak percaya, jadi memang benar, Axila bersama Dosen ganteng itu?


"Lo kenel sama dia?"


"Hmmt....


Dia itu pengusaha sukses, siapa yang tak mengenali nya? Hampir semua orang mengenal nya, bukan?" balas Axila,


"Tapi, kalian saling kenal yah? Kok Pakdos sampai mengang tangan Lo, udah gitu narik-narik tangan Lo lagi," sambung Jessica lagi.


"Dia mengenali adikku, tentunya kami saling kenal, dia langsung bertindak karena adikku masuk rumah sakit.


Itulah kenapa kami terburu-buru kemarin," jelas Axila.


"Tidak parah, dia akan segera sembuh." balas Axila, tentunya obrolan keduanya didengar oleh beberapa orang termasuk Eggy yang berada persis disamping Axila.


'Jadi mereka memang saling mengenal, yah?' batin Eggy.


Beralih pada Levi.


Pria itu kini berada didalam ruang kerjanya yang berada di kampus, ia sedang memeriksa tugas-tugas dari para mahasiswa.


Hari ini dia mulai bekerja dengan sangat gembira, suasana hatinya sedang berada di fase good mood.


Tentu saja, karena statusnya saat ini telah menjadi kekasih dari seorang gadis cantik dan anggun, bahkan digemari oleh banyak pria.


Bahkan dia sendiri tak sabar ingin ke kampus dan melihat secara dekat bagaimana kekasihnya menjalani hari ini, hari yang baru dengan status yang baru pula.


Namun apa yang ia dapatkan saat tiba di kampus.


Semua orang sedang membicarakannya, karena kejadian kemarin. Saat dengan refleks ia menarik tangan Axila dan membawa gadis itu pergi ke rumah sakit.


Levi tak merasa tersinggung sedikitpun, malah ia ingin menunjukkan kepada semua orang jika Axila adalah miliknya. Kekasihnya dan wanita nya.


Sehingga tak ada orang yang berani mendekati gadis itu.


Tapi... Levi juga ingin melihat bagaimana reaksi dari gadis itu.

__ADS_1


Apakah dia akan malu atau tidak, karena menjalin hubungan dengan seorang Dosen yang adalah pengajar mereka di Universitas.


"Bagaimana relasinya?" tanya Levi pada orang yang menjadi mata-mata nya di kampus ini, tentunya salah satu dari antara semua orang yang berada di kelas Axila.


"Nona tak mempedulikan mereka, bahkan mengobrol dengan santai bersama temannya, Tuan." jawab orang itu


"Tak peduli?"


"Benar, Tuan. Axila bahkan terlihat biasa saja, namun teman sebangkunya yang mengambil tindakan agar semua orang menutup mulut mereka," Jawab pria itu, dia dengan segera mengirimkan video dimana kelas itu terdengar sangat ribut namun dihentikan oleh Eggy yang menggubrak meja belajar miliknya.


"Lanjutkan tugasmu," balas Levi.


Levi menatap Eggy dari ponselnya, Pemuda itu. Entah mengapa ia merasa jika Eggy juga tertarik pada kekasihnya, pemuda itu terlihat misterius.


Dari reaksi semua orang yang tak lagi bicara saat pemuda itu bertindak, Levi merasa jika pemuda itu memiliki pengaruh yang besar diantara mereka semua.


"Apakah aku sedang khawatir jika kekasihku di rebut orang?" gumam Levi, namun rasa khawatirnya langsung menghilang saat mengingat sesuatu.


"Mengapa aku khawatir? Aku diberikan kesempatan untuk bisa bersamanya, kesempatan ini tak bisa didapatkan dengan mudah oleh 'anak itu' bukan?


Mengapa aku khawatir? Axila adalah tipe yang tak mudah takluk, tak mungkin 'anak itu' bisa mengambil Axila ku." gumam Levi lagi.


"Rencana kencang ku, sepertinya akan berjalan dengan lancar nanti,"


...................


Hai semuanya....


Aku harap kalian belum bosan yah sama Novel ini, karena jarang update akhir-akhir ini.


Ada yang bilang Novel ini nggak ada adegan romantis nya.


Nggak papa... Yah emang ini Novel Fantasti-Action.


Jadi nggak ada adegan romantis nya, ada sih tapi dikit banget.


Belum lagi Levi sama Axila kan baru jadian, masa langsung ada adegan romantis nya sih?.


Dan sebelum-sebelum itu mereka berdua emang nggak terlalu Deket, bahkan Axila selalu bersikap cuek sama Levi


Adegan romantis nya mau aku taruh dimana, kak?


Nggak mungkin kan? Mereka tiba-tiba aja romantis tanpa sebab?


Kalo aku sih, cowok yang tiba-tiba datang terus bersikap romantis mah buat aku ilfil, bukan baper.


Soalnya kan emang nggak Deket?


Jadilah, kali nunggu adegan romantis pastinya setelah mereka berdua udah jadian, udah pacaran.


Aku udah tegasin sebelum nya, kalau adegan romantis di Novel ini memang sangat sedikit. Kalo emang nggak suka, nggak papa.


Ada banyak banget Novel romansa yang adegan romantis nya ada di setiap episode.


Makasih buat semua nya yang udah dukung aku sampe sini, aku berterima kasih buat Like, Vote sama Komentar kalian.

__ADS_1


Kalau punya saran, silahkan tulis di kolom komentar yah.


Zero^-^


__ADS_2