
Harap bijak dalam membaca mengandung unsur 21+
...~~...
Diruang yang remang, duduk seorang pria yang terus mengetuk jarinya diatas meja kayu yang berada persis di depan nya.
Kakinya saling bertindi, dan yang berada diatas sedang diayunkan pelan. Ia sedang menunggu kedatangan seseorang.
"Dimana?" tanya Levi, hanya satu kata yang keluar dari bibir seksinya, namun mengandung arti yang sangat besar.
"Mereka hampir sampai, Tuan." balas seorang pria yang berada persis disampingnya, pria itu sejak tadi terus berdiri tanpa merasa lelah.
"Cepatlah." sambung Levi lagi, matanya mengarah pada arloji yang melekat indah di pergelangan tangannya, yang harganya sampai miliaran.
Jam menunjukkan pukul 00:07 malam, ia sudah menunggu disini sejak 15 menit yang lalu.
Tak ada suara apapun yang terdengar didalam sana, hanya seru nafas yang keluar dari dua pria yang berbeda itu.
Saking sunyi nya sampai nafas mereka terdengar, namun tidak dengan detak jantung mereka.
Tak beberapa lama, terdengar bunyi suara kendaraan yang datang lalu berhenti tak jauh dari sana.
Dua mobil datang dengan jenis yang berbeda, jika satunya adalah Jeep, maka yang satunya lagi adalah mobil sedan.
Turun empat pria dari dalam Jeep, dengan menyeret seorang wanita berpakaian seksi. Sedangkan dari mobil sedan itu turun dua pria yang berbeda namun mengenakan jas mahal yang terlihat sangat rapi.
"Seret dia kedalam, Tuan sudah menunggu sejak tadi." ujar pria yang turun dari mobil sedan, bahkan pintu nya saja dibukakan oleh sang supir.
__ADS_1
"Baik, Tuan." balas mereka kompak lalu menyeret wanita itu kedalam gedung berlantai dua.
Wanita itu terus meronta, ingin melepaskan diri dari pegangan para bodyguard.
"Lepaskan aku!,,, Lepas!,, Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu itu baj*ngan!,,, Aku bilang lepaskan aku baj*ngan!" ia terus berteriak, membuat kesunyian yang tadi menjadi keributan.
Matanya ditutup menggunakan kain, tangannya diikat kebelakang hanya membiarkan mulut dan kakinya saja yang bebas.
"Diam kau jal@ng!,,, jika tidak aku benar-benar akan membunuhmu sekarang juga!" bentak salah satu bodyguard padanya.
Bukannya menurut, ia semakin berteriak dengan kencang, memaki siapa yang berada disana tanpa tahu siapa yang ia maki.
Mereka membawanya kedalam salah satu kamar dengan pintu yang berwarna coklat. Didalam gedung itu juga pencahayaan nya tidaklah terang melainkan remang-remang dari lampu neon yang menyala.
Bahkan ada lampu yang terus berkedip, membuat aura didalam sana terkesan seram.
Mereka membaringkan tubuh wanita itu diatas satu-satunya tempat tidur yang ukurannya hanya untuk satu orang. Kasusnya juga berbau apek, tanpa adanya bantal dan seprai yang menghias tempat tidur itu agar terasa nyaman.
"Tuan, mereka sudah sampai." ujar asistennya membuat Levi hanya bergumam pelan tanda jika ia tahu.
Kakinya yang tadi saking bertindih sudah terbebas, ia meraih map yang berada diatas meja lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
Langkah kaki yang memasuki ruang yang saat ini ditempati oleh wanita itu membuatnya merasa was-was. Ia merasa akan ada bahaya yang akan segera datang padanya.
Levi sudah berada didalam kamar itu, bodyguard nya juga sudah keluar dari dalam sana.
Levi menatap wanita itu dengan pandangan yang merendahkan, terasa menjijikkan.
__ADS_1
"Lepas penutup mata nya." perintah Levi, ia bahkan tak akan Sudi memegang wanita itu meskipun hanya seinci saja.
"Baik, Tuan." balas Asistennya. Kakinya melangkah kearah tempat tidur dan menarik penutup mata itu dengan kasar lalu membuangnya sembarang.
Wanita itu mengerjap matanya, dia melihat bagaimana keadaan ruangan ini yang terlihat sangat seram. Ruangan dengan cat abu-abu yang sudah mengelupas, banyak barang-barang yang berhamburan, ada pula sampah, puntung rokok, bahkan lebih parahnya lagi ada barang-barang wanita yang sudah pasti membuat para pria merasa malu jika melihatnya. Apa lagi selain pemb@lut?
Dan membuat satu lagi, k0nd0m bekas yang sudah pernah dipakai.
Matanya menerawang dan melihat wajah pria yang berada dibawah lampu, dia seperti pernah melihatnya namun tak tahu dimana.
Matanya membulat setelah mengingat kejadian tadi.
"Kau!" pekiknya dengan suara yang kencang, bercampur kesal.
Levi tersenyum simpul, kakinya melangkah kearah kursi kayu yang berada didalam sana dan mendudukkan bok0ng nya diatas sana.
"Bagaimana, apa kekasihmu memperlakukan mu dengan sangat lembut?" tanya Levi sinis.
"Berani-beraninya kau menculik ku!" teriaknya.
"Jangan meninggikan suaramu pada Tuan ku, Jal@ng!" bentak asistennya Levi, bahkan...
PLAKKK!!!!
Bunyi tamparan yang sangat keras membuat wanita itu mengadu kesakitan.
Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
"Salahkan dirimu yang telah menyakiti wanita ku.
Ah, tidak. Dia bukanlah seorang wanita, karena dia masih tersegel. Tak sama seperti mu yang sudah terbuka segelnya." ujar Levi pedas.