Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Pertemuan Azka-Levi


__ADS_3

Resepsionis terus menolak permintaan Azka, remaja itu juga melarang Moonbin menghubungi Axila.


"Ya, dengar. Aku hanya ingin tahu nomor berapa kamar kakakku. Setelah itu aku akan pergi." ujar Azka lagi.


"Sebaiknya kau pergi dari sini, Bocah. Aku tak ingin menghajar anak dibawah umur." ujar pria itu.


"Adik kecil. Sebaiknya kau pergi saja dari sini, aku tak mau kau dihajar oleh menajer kami." pinta nya pada Azka.


Pria itu menarik tangan Azka dengan kasar, segera saja Azka menghempasnya dengan kasar pula.


"Jangan berani menyentuhku, memangnya siapa kau?!" bentak Azka. Kesabarannya sudah habis, sejak tadi pria itu selalu saja menyelanya dan menyuruhnya keluar dari hotel.


"Aku menajer di sini. Memangnya siapa kau?" balasnya membentak Azka.


Moonbin yang sudah tak sabaran lagi memberikan satu bogem untuk pria itu.


"Bruggg!*


"Aahkkk!!" pekik dia resepsionis yang terkejut.


"Hei, dengarkan aku baik-baik!


Tuanku hanya meminta kalian memberikan nomor kamar Nona Axila. Jadi, jangan membuatku menghajar mu sampai babak belur!" ujar Moonbin.


Kedua securiti sudah menarik Moonbin agar menjauh dari atasan mereka, bahkan mereka ingin menyeret Azka dan Moonbin keluar daei hotel.


"Hei! Lepaskan aku!" bentak Azka, dia merontah dan tak ingin diusir.


Melihat keributan yang semakin menjadi-jadi, Levi berjalan mendekat.


"Hei! lepaskan mereka!" ujarnya. Kakinya terus melangkah, saat mendapati wajah yang dikenalnya, Levi jadi sedikit terkejut.


"Apa yang terjadi?" tanya Levi. "Mengapa ribut-ribut?" sambungnya lagi.


"Maaf, Tuan. Jika hal ini mengganggu kenyamanan anda.


Tapi dua orang ini memaksa untuk diberikan nomor kamar Nona Axila." ujarnya.

__ADS_1


"Lalu mengapa tidak diberi tahu saja?" tanya Levi lagi.


"Maaf, Tuan. Tapi saat ini kami sedang menunggu kedatangan adik dari nona Axila. Namun bocah itu malah mengaku jika dia adalah adik dari Nona. Kami hanya tak ingin terjadi kesa-"


"Kalian mengusir adik Axila?" potong Levi.


"Ya?" tanya menajer, apa orang ini mengenal bocah ini? pikirannya.


"Mengapa kau mengusir Adiknya?" matanya tertuju pada Azka. Yah, ini memang Adiknya.


"Kau mengenalnya, Tuan?" tanya Menajer.


"Tentu. Dia Adiknya Axila, Azka." ujar Levi.


"Kau mengenalku?" tanya Azka, matanya menatap wajah Levi.


"Azka, adik dari Axila. Apa aku benar?" tanya Levi.


"Dari mana kau tahu?" ujar Azka penuh selidik.


"Aku teman kakakmu. Lebih tepatnya, calon kakak iparmu." ujar Levi.


matanya menatap menajer yang masih berdiri disana.


"Aku pikir, kalian akan berurusan dengan Nona kalian sendiri. Karena sudah mengusir Adiknya dari sini." ujarnya.


"Ikut aku." ujar Levi pada Azka, remaja itu hanya mengikuti langkah kaki Levi, dalam hatinya bertanya-tanya siapa pria itu.


"Pak, bagaimana jika dia memang adik Nona?" ujar resepsionis dengan ketakutan.


"Itu tak mungkin. Dari tampilannya saja kita sudah tahu." balas menajer, meskipun dia merasa khawatir jika ternyata memang benar. Kemungkinannya, dia akan langsung dikeluarkan oleh Axila.


Dalam Lift.


Azka menatap Levi dari samping, otaknya tak berhenti berfikir.


"Kau sungguh mengenal kakakku?" ulang Azka.

__ADS_1


"Hmm." balas Levi.


"Dari mana kau tahu jika aku Adiknya."


"Fotomu berada diruang tamu." ujar Levi, pria itu melirik kilas pada Azka.


Azka bukan memasang wajah cute nya saat ini, namun memasang wajah Cool nya.


"Awas saja jika kau membohongiku." gumam Azka.


tak beberapa lama kemudian, lift berhenti bergerak dan pintu terbuka.


Levi berjalan keluar dari sana, diikuti Azka dan Moonbin.


Langkah Levi terhenti saat didepan pintu tanpa nomor, namun ada lambang hotel Shin Three disana.


Levi menekan bel, lalu menunggu beberapa saat.


*Ceklek*


Pintu terbuka, terlihat seorang gadis cantik dengan wajah khas baru bangun tidur.


"Ada apa?" tanya Axila.


"Noona-a" panggil Azka.


Axila yang mendengar suara yang familiar segera menatap Azka.


"Sudah sampai? masuklah." ujarnya.


Sedangkan Azka langsung saja menggantung dibelakang Axila, mengangkat tangan kanan Axila untuk diletakkan diatas lehernya, sedangkan dia memeluk Axila dari samping.


Saat memasuki kamar, akan terlihat dua orang pengawal yang berjaga disana, mereka menundukkan kepalanya saat Axila dan yang lainnya masuk.


"Selamat datang, Tuan muda." ujar keduanya dengan kompak, Azka tak mempedulikan mereka dan hanya bergumam sebagai jawabannya.


..._________...

__ADS_1


#Crazy Update


Zero^-^


__ADS_2