
Yang minta double up, nanti aja yah. Untuk sekarang, author lagi siapin buat Crazy up tanggal 1 Januari 2021, nanti.
Nantikan Crazy up dari author yah.
Sarangeš„°.
...____________________________________________...
Axila baru saja tersadar dari tidurnya, iya memgerjap matanya beberapa kali, menyesuaikan indera penglihatan nya dengan cahaya yang masuk melalui jendela yang terbuka gordennya.
"Ughh!" Axila merenggang ototnya yang sedikit kaku, disampingnya ada Azka yang masih tertidur pulas tanpa merasa terganggu dengan sang kakak yang sudah bangun.
Yah, mereka tidur diatas bangsal Azka, remaja itu tak mau melepaskan kakaknya pulang, dia ingin ditemani oleh Axila sampai tertidur.
Alhasil, ia menarik Axila dan menyuruhnya agar tidur dengannya malam ini. Dia merindukan masa kecilnya, saat dimana Axila memeluknya saat mereka tertidur di rumah sang kakek.
Axila turun dari bangsal, berjalan kearah kamar mandi sekaligus toilet didalam ruangan itu, lalu membasuh wajahnya agar tak kembali segar.
Axila kembali keluar dari dalam sana, melihat Azka yang masih tertidur pulas.
Hari ini Adiknya boleh kembali, namun dia harus kembali terlebih dulu untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Axila mengambil smartphone nya lalu mengetikkan sesuatu disana, setelah itu mengambil tas nya dan berlalu dari ruangan Adiknya.
Axila berjalan menuju parkiran, ingin mengambil mobilnya dan mengendarainya sendirian. Para pengawalnya ia suruh pulang dan istirahat semalam, jadi dia yang mengemudi sendiri.
Tak beberapa lama, gadis itu sudah berada diparkiran dan mengemudi sendiri.
__ADS_1
25 menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Axila sudah berada di pintu depan Hotel, segera seorang pria yang selalu bertugas untuk menyimpan mobil mengambil alih mobil Axila, sedangkan gadis itu sendiri sudah berjalan menaiki tangga dan memasuki hotel.
Baru beberapa langkah saja, Shin-Young sudah memanggil namanya.
"Axila!" panggil pria itu.
Axila mengalihkan pandangannya pada Shin-Young yang sudah berjalan mendekat. Levi yang juga berada disana, sedang duduk santai menunggu gadis itu mengalihkan pandangannya saat mendengar nama yang memang ditunggu nya sejak beberapa menit yang lalu.
Namun kedua pria itu kalah cepat dengan seseorang yang langsung berjalan cepat dan menarik Axila kedalam pelukannya. Shin-Young menghentikan langkahnya dan menatap Axila dengan terkejut. Sama hal nya dengan Levi yang berdiri dari duduknya dengan cepat.
Axila yang dipeluk secara tiba-tiba sangat terkejut, apa lagi saat pria itu memangilnya bukan menggunakan namanya.
"Akhirnya! Akhirnya aku menemukanmu, Honey." ujarnya lalu mengecup puncak kepala Axila berulang kali.
Axila mendorong tubuh pria yang saat ini memeluknya. Ditatapnya wajah yang familiar itu.
"Ya, ini aku." balasnya lalu kembali menarik Axila kedalam pelukannya, dia memang Mike yang juga menunggu Axila di tempat yang sama dengan Levi, namun karena mereka tak saling kenal tak ada yang mereka bicarakan, bahkan Jack juga masih berada di sofa itu.
Axila kembali mendorong tubuh Mike menjauh darinya, bukan karena apa. Tapi sejak semalam, dia belum mandi dan mengganti bajunya. Yang pastinya, dia merasa gerah saat Mike memeluknya.
"Honey." panggil Mike dengan suara paruhnya, ditatapnya wajah Axila yang saat itu menatap beberapa pasang mata yang menonton mereka.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Axila terkesan dingin dimana Mike. Dari belakang, Shin-Young berjalan mendekat, begitupun dengan Levi.
"Aku kesini karena ingin menjelaskan kejadian hari itu padamu, Honey." balas Mike.
"Aku tak peduli." balas Axila, lagi pula Axila tahu kok seperti apa kejadiannya. Kakinya melangkah untuk menjauhi Mike, namun tangannya langsung dicekal oleh pria itu, bahkan memeluknya dari belakang dengan sangat erat.
__ADS_1
"Honey, tolong dengarkan penjelasan ku.
Semua itu tak seperti yang kau pikirkan, aku bisa menjelaskannya padamu. Please." pinta Mike, kini wajahnya yang selalu terlihat dingin berupa menjadi memelas, cairan bening juga bahkan ikut membasahi matanya. Sungguh sangat ironis sekali.
"Lepaskan aku, Mike. Aku ingin kembali ke kamarku." ujar Axila, namun tak ingin didengar oleh Mike. Dia bahkan semakin erat memeluk Axila.
Tiba-tiba saja ada yang menarik tubuh Mike dengan kasar, menjauhkan Axila dari pria itu dan menyembuhkan Axila dibelakang punggungnya.
"Arghh! Siapa kau!" Mike memegang bahu kanannya yang terasa sedikit nyeri.
"Seharusnya yang bertanya itu aku! Siapa kau sampai mengganggu Axila seperti itu!" ujarnya dengan dingin dan penuh amarah. Tatapannya sangat tajam pada Mike, seolah sedang berhadapan dengan nya. Bahkan Levi juga membalas ucapan Mike menggunakan bahasa Indonesia, bukan lagi Inggris ataupun Korea.
Shin-Young kini menatap dua pria itu dengan bingung, belum juga dia sampai di tempat Axila berdiri sudah ada dua pria yang merebutnya.
Levi. Yah, dia adalah Levi.
Levi lah yang menarik Axila dari pelukan Mike. Levi memutar kepalanya dan melihat Axila yang berada persis dibelakangnya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Levi pada Axila.
"Ya, aku baik-baik saja." balas Axila, dia merasa devaju.
Levi kembali menatap Mike dengan dingin.
"Aku bertanya siapa kau!" bentaknya pada Mike, membuat pria itu semakin kesal saja.
Belum juga dia bicara dan menjelaskan apa yang terjadi pada hari itu dengan kekasihnya, kini ada orang lain yang memasang dirinya dan menghalangi keduanya.
__ADS_1
"Aku kekasihnya dan dia adalah gadisku." balas Mike, sontak saja membuat kedua pria itu terkejut.