Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 87


__ADS_3

Kini Axila dan Exsel sedang berhadapan, mereka berada di salah satu caffe yang tak jauh dari kampus. Dengan masing-masing membawa kendaraan mereka sendiri, Axila dengan motor nya, Exsel dengan motornya.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Exsel to the point.


Axila tersenyum simpul, "seperti yang kukatakan tadi. Aku ingin kau mengubah interior hotel ku dengan yang baru."


"Mengapa harus aku?" tanya Exsel.


"Karena kemampuan mu." balas Axila enteng.


"Kau mengenalku?" tanya Exsel lagi.


Axila menatap wajahnya kilas, "tidak." balas Axila lalu menyeruput minumannya yang tadi ia pesan.


"Lalu bagaimana kau bisa tahu kemampuanku?"


"Teman-teman mu membicarakan mu, terlebih seseorang yang bernama Alberto." balas Axila.


"Aku ragu." timpal Exsel.


Axila mengangkat kedua bahunya acuh, dia terus menikmati minuman nya.


"Apa yang dia katakan?" tanya Exsel lagi.


"Kau ini cerewet yah." sambung Axila membuat Exsel mengangkat kedua bahunya acuh.


"Dia bilang kemampuan mu cukup hebat, jadi aku ingin membuktikannya sendiri." ujar Axila menjawab pertanyaan Exsel tadi.


"Apa yang harus ku ubah?" ujar Exsel, Axila mulai mengatakan apa yang ia maksud pada Exsel, membuat pemuda itu sesekali mengangguk tanda mengerti.


"Lalu dimana hotelmu berada?"


"Seoul, Korea Selatan." balas Axila.


"Se-Seoul?"


............


Axila menyusuri lorong-lorong rumah sakit, masuk kedalam salah satu ruangan yang sudah ia kenal betul.


"Bunda." panggil Axila membuat wanita itu mengalihkan pandangannya kearah pintu, dimana Axila sudah berada didalam ruang kerjanya.


"Kok disini?" tanya Maria, namun mengangkat wajahnya agar mengecup balik putrinya.


"Males aja dirumah." balas Axila, dia duduk didepan Maria. Ia mengambil permen karet yang tersedia dalam mangkuk kaca milik Maria, membuka bungkusan permen dan mulai mengunyah permen itu.


"Ohh.." balas Maria, ia mengesampingkan pekerjaan nya sebentar karena ada hal lain yang membuatnya semakin penasaran.

__ADS_1


"Lila," panggil Maria membuat gadis itu memfokuskan pandangannya pada Maria.


"Bunda penasaran akan sesuatu, boleh bunda bertanya!" tanya Maria dengan sedikit ragu.


Axila mengangguk, "boleh."


"Emm....


Sebenarnya, bunda penasaran dengan hubungan mu dan Mike.


Apa... kalian sedang bertengkar? karena tidak biasanya Mike datang terlalu pagi seperti kemarin." ujar Maria dengan berhati-hati.


Axila mengangkat kedua bahunya, "Kami sudah berakhir."


Ucapan Axila membuat Maria sangat terkejut.


"Be-berakhir?" ulang Maria dengan terbatah.


"Hemmt." Axila mengangguk lagi.


"Ba-bagaimana bisa?.. Kapan?.. Mengapa berakhir?" tanya Maria.


"Dia terlalu protektif padaku, membuat keributan di tempatku dan ditambah Azka tak menyukai nya." balas Axila enteng.


Maria mengerutkan keningnya, dia memang belum mengenal Putrinya lebih dalam, namun ia juga tahu jika Axila tak ingin di atur ataupun di kekang. Ia ingin hidup bebas menurut keinginan nya.


"Lalu apa rencana mu selanjutnya." sambung Maria lagi.


"Kembali ke Seoul, memperbaharui tempatku dan membawa kembali adikku ke Indonesia karena aku tak akan membiarkan nya sendirian di sana." ujar Axila panjang lebar dan jangan lupa nada santainya.


Maria terfokus pada "adikku" yang diucapkan oleh Axila, apa putrinya sungguh masih memiliki anggota keluarga?.


"Kau sungguh memiliki seorang adik, Lila?" tanya Maria ragu.


Axila mengangguk, dia menggeser layar ponselnya dan memperlihatkan foto Azka yang mengenakan seragam sekolah.



"Namanya Azka, anak dari pamanku, Bunda." ucap Axila menunjukkan foto itu.


"Dia terlihat menggemaskan." ujar Maria, Azka terlihat sangat cute saat Axila diam-diam mengambil gambar itu, namun malah ketahuan oleh adiknya sehingga membuat pose yang semakin menggemaskan.


"Itu benar." balas Axila setuju.


"Jadi, kalian itu sepupu?" ujar Maria yang masih melihat beberapa potret Azka yang berada di ponsel Axila.


"Bagitulah." balas Axila.

__ADS_1


Beralih pada Levi yang saat ini sedang kesal.


Ruangan yang menjadi ruang kerjanya itu sedikit berantakan, dengan beberapa helai kertas yang berhamburan di atas lantai keramik yang putih mengkilap.


Terdengar suara Levi yang meninggi, kesal bercampur geram, memerintah dan tak ingin dibantah.


Sedangkan orang yang berada dilain pihak merasa bulu kuduknya berdiri, hanya mendengar suara Levi yang meninggi saja sudah membuatnya mati kutu.


"Aku ingin informasi wanita itu secepatnya! Mengapa kau sangat lelet, Huhh?!" bentak Levi.


Bawahannya yang berada diseberang sana mencoba untuk menjelaskan, namun teleponnya malah sudah berakhir secara sepihak oleh bos nya.


Levi meletakkan ponselnya dengan kasar, namun di detik selanjutnya kembali mengambil ponselnya lalu mengusap lembut layar ponsel yang menampilkan wajah cantik, dingin namun anggun itu.



Levi menggunakan wajah Axila sebagai wallpaper ponselnya, agar ia selalu bisa melihat wajah cantik dan anggun itu.


"Huhh....


Mengapa mereka hanya mencari tahu satu wanita saja sangat sulit?" geram Levi.


Yah, ia sedang mencari tahu informasi mengenai wanita yang menggagalkan rencana musuhnya beberapa waktu lalu.


Itu memang menguntungkan nya, namun hal itu juga akan merugikannya.


Mengapa?


Karena sepertinya wanita itu akan mencium keberadaan mereka.


Sebenarnya ia juga kesal pada musuhnya, bagaimana tidak?


Pria itu menggunakan nama organisasi miliknya untuk melakukan hal yang dilarang dalam organisasi miliknya.


Menculik anak, wanita ataupun orang yang tak bersalah dan membunuh mereka, mengirim mereka ketempat yang sebenarnya menjadi neraka.


Organisasi miliknya memang membuat, mengimpor senjata ilegal dan lainnya. Semua yang bersangkutan dengan senjata.


Dan lagi, pihak negara juga terkadang memakai jasa organisasi miliknya untuk melakukan hal yang berbahaya. Seperti memata-matai organisasi lain, mengungkit suatu misteri ataupun masih banyak lagi yang sangat berbahaya.


Bagaimana bisa?


Tentu saja bisa. Bawahannya saja adalah salah satu kepala polisi di beberapa kota. Orang-orang berpengaruh dan masih banyak lagi


Jadi tak menjadi masalah jika ia sampai bisa melakukan kerja sama untuk hal-hal berbahaya seperti itu.


Dan sekarang. Wanita itu muncul.

__ADS_1


Semua ini seperti nya akan sedikit sulit, terlihat bagaimana cara wanita itu dengan santainya menghabisi para pengawal itu, memotong peluru yang sudah pasti terbuat dari timah hanya menggunakan belati,


__ADS_2