
"Jangan bercanda lagi dan lacak adikku, Dar!" ujar Axila yang saat ini telah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.p
"Memangnya ada apa lagi?" tanya Daren yang mulai mengetahui situasinya
"Azka diculik. Lacak dimana dia berada sekarang dan cepat hubungi aku setelah menemukannya!"
Daren langsung beranjak dari sofa dimana tempat ia bersantai, ia mengambil laptopnya dan mulai menghidupkan laptop itu.
"Dimana terakhir kali kalian berada?"
"Mall UV. Cepat lacak, jangan sampai terjadi sesuatu pada adikku!" perintah Axila, ia terus melajukan mobilnya meskipun ia tak tahu harus kemana.
Daren segera melacak tempat dimana terakhir kali menampakkan keberadaan adik dari ketua mereka.
Beberapa menit kemudian Daren berhasil menemukan rekaman CCTV dari Mall yang ia bobol. Tak terlalu lama, laptopnya menunjukkan adegan dimana Azka ditarik paksa dan dimasukkan kedalam mobil hitam.
Mereka meninggalkan area Mall dengan segera, Daren mencatat plat nomor mobil itu.
Daren masih membutuhkan waktu, setidaknya 10 menit agar ia bisa mendapatkan hasilnya, namun hal itu malah seperti nya tak berguna.
Ia segera menghubungi Axila kembali.
"Sudah temukan keberadaan nya?" tanya Axila tak sabaran.
"Sorry bos, mobil yang mereka pakai itu tak terdaftar. Plat mobil nya palsu dan kita kehilangan jejak nya." balas Daren tak enak hati.
"Arghh!!" Axila mengangguk, ia memukul kemudi.
Darahnya mendidih, ia benci orang-orang yang melibatkan anggota keluarga nya.
"Ku habisi kalian br3ngsek!" maki Axila, "arghh!!"
Axila melajukan mobilnya ke markas. Ia harus melakukan sesuatu juga.
Levi yang sedang senggang tiba-tiba memikirkan Azka, wajah anak itu tiba-tiba masuk kedalam pikirannya.
"Ada apa? mengapa aku tiba-tiba memikirkannya? apa terjadi sesuatu pada anak itu?" gumam Levi.
__ADS_1
Ia mengambil ponselnya dan coba untuk menghubungi Azka, namun nomor telepon anak itu tak aktif dan berada diluar jangkauan.
Tak seperti biasanya, Levi coba lagi namun lagi-lagi operator wanita itu kembali menjawabnya.
Levi jadi sedikit khawatir, ia coba berulang kali namun sama saja.
Levi menghubungi Axila, ia ingin tahu apa terjadi sesuatu pada Azka atau tidak.
"Ada apa?" tanya Axila ketus, terdengar seperti menahan amarahnya.
"Ada apa? apa terjadi sesuatu?" tanya Levi.
"Tak ada, kalau begitu ku matikan teleponnya." ujar Axila namun langsung ditahan oleh Levi.
"Tunggu sebentar, apa Azka bersamamu? Aku menelponnya berkali-kali namun tak aktif.
Azka baik-baik saja, kan?" tanya Levi.
Axila mendesah, "Azka diculik, aku sedang mencarinya saat ini. Aku membutuhkan bantuan mu." ujar Axila serius.
"Baiklah, tunggu aku di jalan FX. Aku kesana sekarang." terdengar Axila hanya berdehem sebagai jawabannya.
Sementara itu, Azka sedang berada didalam mobil itu dengan keadaan yang tak baik-baik saja.
Matanya ditutup, tangan dan kakinya juga diikat kebelakang, hanya mulutnya saja yang dibiarkan terbuka.
Barang-barang yang ia bawa sudah diambil oleh orang-orang itu, entah ponsel, dompet, ataupun yang lainnya.
Kesadarannya juga sempat menghilang karena ia dibius tadi, namun sekarang sudah kembali. Azka tahu dia masih berada dalam mobil, karena deru mesin mobil masih menyala dan saat ini sedang melaju.
Dia merasa jika mobil itu tiba-tiba berhenti, terdengar pintu yang dibuka dan orang-orang yang berada di dalam sana keluar lalu menutup pintu.
Azka tak dapat mengerti apa yang mereka katakan karena sepertinya mereka menggunakan bahasa daerah, ia bisa mendengar langkah kaki yang sepertinya sedang berlalu-lalang diluar sana.
Azka mencoba untuk melepaskan diri nya, namun sepertinya mereka mengikat tali itu dengan ikatan mati.
Jantungnya berdegup kencang karena merasa takut, ia juga mendengar jika ada kendaraan yang sedang mendekat. Mobil itu terhenti tak jauh dari sana, langkah kaki itu sekarang mendekat.
__ADS_1
Orang tak dikenal membuka pintu, menarik paksa Azka untuk turun dari sana lalu memindahkan nya ke mobil yang lain lagi. Azka menggerakkan tangannya agar ia bisa membuka ikatan tali yang melilit ditangan dan kakinya, namun tetap saja tak bisa.
Air matanya lolos begitu saja, ia tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya tapi dia tahu jika saat ini dia dalam keadaan yang sangat buruk.
Perjalanan cukup lama hingga mobil itu kembali berhenti, Azka bisa mendengar suara gulungan ombak yang deras, udaranya juga menerpa wajah tampan itu. Azka kenal betul dengan aroma ini, ini seperti di dekat laut dan sepertinya memang benar.
Azka diseret masuk kedalam suatu gedung yang ia sendiri tak tahu, dibawa kesalah satu ruangan yang hanya diterangi, oleh cahaya matahari yang menerobos masuk.
Sementara itu, Axila sedang kesal. Mengapa disaat seperti ini mobilnya malah mogok? ini membuatnya semakin tak bisa mengendalikan emosinya.
Ia punya kekuatan, namun tidak bisa digunakan disaat seperti ini.
Saking paniknya Axila bahkan lupa untuk mengisi kembali bahan bakar mobilnya, jika seperti ini lalu dia hari bagaimana?
"Arghh!!!" Axila menendang ban depan mobilnya, membuat mobil itu bergoyang sebentar.
Axila kembali menghubungi Daren, menanyakan apakah mereka telah menemukan lokasi dimana Azka dibawa?
Namun jawaban itu malah membuatnya semakin kesal saja.
Daren belum bisa menemukan keberadaan mobil yang membawa Azka.
Daren mengatakan jika ia telah memberitahukan hal ini kepada Letkol Bobby, dan pria itu juga telah memberitahukan keadaan ini kepada atasan yang lainnya.
Pihak militer akan membantu Axila untuk mendapatkan kembali Adiknya, dan juga untuk menahan pemimpin dari organisasi itu.
Putra yang mendengar kabar itu dari ayahnya segera menelpon Axila.
"Ya. Ada apa, kak?" tanya Axila.
"Apakah benar, jika Azka diculik?" tanya Putra yang saat ini sudah mulai panik ditambah khawatir.
"Yah, dan ini adalah salahku. Mereka menculiknya karena aku, kak." Putra tahu jika adik nya saat ini sedang dalam keadaan yang tak baik-baik saja, hanya dari suaranya saja Putra mengetahui hal itu.
"Dimana kau sekarang? Aku akan kesana sekarang juga."
"Aku sedang mencarinya, namun mobilku mogok. Aku kehabisan bahan bakar mobilku."
__ADS_1