Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Pulang


__ADS_3

Azka berjalan menjauhi ruang inapnya selama dua hari ini. Dia sudah diijinkan pulang oleh dokter, ditambah lukanya juga sudah pulih bahkan menghilang.


Kakinya yang panjang terus melangkah, diikuti Moonbin dari belakang. Keduanya berhenti didepan pintu masuk rumah sakit, sedangkan diluar sana sudah terdapat satu mobil Ferrari berwarna hitam, dengan motor sport dibelakangnya.


Melihat wajah yang sudah dikenalnya, sang supir turun dan membukakan pintu untuk tuannya.


Azka menatap motor sport dibelakang mobil, sepertinya dia mengenal motor itu, sedangkan sang supir masih berdiri disana lebih tepatnya membukakan pintu untuk remaja itu.


"Silahkan, Tuan muda." ujarnya.


Azka menatap kearah Moonbin meminta jawaban.


"Kau dengan mobil sedangkan aku menyusul dengan motor." jawab Moonbin.


"Kenapa tak bersama saja? aku bisa kok naik motor." ujar Azka.


"Tidak!" tolak Moonbin. "Kau baru saja keluar dari rumah sakit, jadilah anak patuh, Azka" ujar Moonbin, kakinya melangkah mendahului remaja itu dan membuka bagasi lalu memasukan tas yang sejak tadi digenggam nya.


"Azka, ini perintah Nona" ulang Moonbin, dengan langkah patuh Azka berjalan mendekat lalu masuk dan duduk didalam sana.


Supir setelah menutup pintu, dia berjalan memutar lalu masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi. Setelah itu mobil mulai meluncur meninggalkan area rumah sakit.


Sedangkan di hotel, semua orang sibuk mempersiapkan penyambutan untuk adik sang pemilik Hotel.


Setelah office boy tadi menyampaikan pesan Axila pada menager, perintah langsung dijalankan olehnya. Menyuruh semua orang untuk mempersiapkan diri.


Bahkan dalam waktu singkat, sudah ada spanduk yang bertuliskan.

__ADS_1


"Welcome Tuan Muda. Semoga hari anda menyenangkan."


Mereka juga memasang karpet merah didepan hotel, tak ada seorangpun yang bersantai saat ini.


Tak beberapa lama, datanglah satu mobil Ferrari hitam dan turunlah seorang remaja tampan. Supir bahkan baru saja akan membuka pintu untuk tuannya, namun sudah keduluan dari pada remaja itu.


Beberapa detik kemudian disusul motor sport berwarna hitam, Moonbin memarkirkan motornya lalu berjalan mendekati Azka.


"Kenapa tidak masuk?" tanya Moonbin.


"Tentu saja aku menunggumu, kak." balas Azka santai, matanya tertuju pada beberapa orang staf yang sudah berdiri didepan hotel, mereka berbaris bagaikan sedang menunggu dan ingin menyambut seseorang.


"Sedang apa mereka?" tanya Azka polos.


"Entahlah, mungkin sedang menunggu dan menyambut orang penting yang akan menginap disini." balas Moonbin, tangannya menerima tas yang diberikan oleh supir, setelah itu menyuruh supir untuk menyimpan mobil.


Kaki Azka berjalan diatas karpet merah, semua staf hanya menatapnya dengan acuh dan tak mempedulikan Azka dan moon yang saat itu sedang berjalan diatasnya.


Azka menghentikan langkahnya, "memangnya kenapa? siapa yang kalian sambut?" tanya Azka.


"Kami sedang menunggu kedatangan adik dari pemilik hotel yang baru. Jadi, tolong kerja samanya." ujar pria itu dengan sopan.


"Lalu apa yang kalian tunggu lagi? cepat sambut tuan muda." sambung Moonbin, namun malah mendapatkan tatapan merendahkan dari beberapa staf yang lain.


"Memangnya kau pikir, kau tuan muda?" ujar yang lain dengan sombongnya.


"Hei! Kalian menyambut tuan muda bukan? yah sudah. Sambut dia." balas Moonbin.

__ADS_1


"Sudahlah, kak. Ayo masuk." Azka menarik tangan Moonbin menjauh, dia tahu pasti ujung-ujungnya akan ada pertengkaran jika tak ada yang mau mengalah.


Moonbin mengikut tarikan Azka, mereka memasuki lobby dan berjalan menghampiri resepsionis.


"Permisi." panggil Azka.


Dua orang wanita yang bekerja sebagai resepsionis di hotel, salah satunya langsung tersenyum pada Azka


"Ada yang bisa saya bantu, tuan muda?" tanyanya sopan.


"Boleh kau beritahu aku dimana kamar kakakku?" tanya Azka. "Maksudku, kak Axila." sambungnya lagi.


"kakak?" ulangnya, tatapannya meneliti tampilan Azka. Dari ujung rambut sampai kaki, kaki naik lagi keatas.


Levi yang sedikit bosan berada dalam kamarnya sedang keluar kamar dan ingin berenang, karena kolam berada dibelakang hotel dia harus berjalan melewati meja resepsionis.


Kakinya berhenti saat mendengar keributan dimeja resepsionis.


"Hei. beritahu saja dimana kamar kakakku, itu saja dan aku tak akan membuat keributan lagi." ujar Azka yang sudah kesal.


"Maaf, tuan. Tapi kami tak bisa memberitahu dimana kamar Nona, ini sudah aturannya." tolak resepsionis.


Seorang pria datang bersama dua securiti.


"Jika kalian tak pergi, maka kami akan mengusir kalian dari sini." ujarnya dengan sombongnya.


..._______...

__ADS_1


#Crazy Update


Zero^-^


__ADS_2