Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 138


__ADS_3

Axila memasukkan ruang kerjanya, lebih tepatnya ruang Presiden Direktur.


Ia mendudukkan dirinya diatas tempat kebesarannya, menghidupkan laptop dan mulai bekerja.


Jam 9 nanti akan ada meeting dengan para karyawan nya, sehingga ia mulai melihat proposal yang mereka ajukan, ataupun hasil pekerjaan mereka.


[Kirim paketnya sekarang!]


Axila mengirimkan pesan pada seseorang, membiarkan orang itu mengirimkan paket pada "pria itu."


Ia kembali fokus pada dokumen-dokumen yang berada diatas mejanya, terkadang ia akan menandatangani, ataupun mencoret beberapa bagian yang ia rasa kurang.


Sedangkan orang yang Axila perintahkan untuk mengirim paket sudah berada ditempat tujuannya, pria itu mengenakan pakaian seorang kurir. Membawa paket berisi beberapa berkas pada Resepsionis dan menitip untuk diberikan pada orang tersebut.


"Permisi, Mbak. Ini ada paket untuk Pak Alex. Tolong ditandatangani disini," kurir meminta tanda tangan dari si resepsionis, setelah mendapatkan tanda tangan ia segera pergi dari sana.


Resepsionis melihat tujuan pengiriman, melihat ada nama bos nya, ia segera menelpon sang sekretaris bos untuk diberitahu jika ada paket yang dikirimkan seseorang.


"Selamat Pagi, Buk. Ini ada paket yang ditujukan pada Pak Alex," ujar resepsionis.


"Paket? Kalau begitu bawakan kemari," balas sang sekretaris Alex.


"Baik, Buk. Paket nya akan diantarkan oleh office boy."


Resepsionis itu memanggil salah satu office boy yang akan lewat, memintanya untuk membawakan paket ke ruang sang bos.


Alex yang saat ini sedang berada diruang kerjanya sibuk dengan pekerjaan yang ada. Banyak yang harus ia selesaikan karena kemarin ia habiskan untuk mencari kekasih nya, Indri.


Alex menghabiskan seharian masuk keluar club malam, mencari dimana wanita itu berada, namun ia tak juga menemukan wanita itu. Entah berapa banyak club malam yang ia datangi kemarin, namun tak membuahkan hasil apapun.


Curiga pada Axila, namun tak memiliki bukti yang cukup kuat.


Ia yakin jika Axila mengetahui dimana Indri berada, karena gadis itulah yang memberitahu jika Indri sedang melayani para pria hidung belang di Club malam.


Ia cukup yakin jika paket yang dia terima berisi foto-foto vulgar Indri berasal dari gadis itu.


Ada sedikit rasa khawatir jika Axila membalas apa yang mereka lakukan, namun ia tepis. Bagaimana mungkin gadis itu berani melakukannya?


Tak akan pernah terjadi!.


Ketukan pintu membuat Alex menghentikan pekerjaannya sejenak.


"Masuk!" Sahutnya.


Sang sekretaris memasuki ruang kerjanya, membawa sesuatu ditangannya.


"Maaf, Pak. Saya mengganggu waktu Bapak.,"


"Ada apa?" Balas Alex.

__ADS_1


"Anda menerima paket, seseorang mengirimkan untuk anda."


Paket? Lagi?


"Apa isinya? Sudah kau periksa?" Tanya Alex yang sedikit cuek.


"Emm.... Sebaiknya anda melihatnya sendiri, Pak." Ujar sekretaris nya.


Alex menerima amplop cokelat, membukanya dan mendapati sesuatu yang membuat raut wajahnya langsung pias.


Itu adalah bukti, jika terjadi penggelapan dana yang ia lakukan, sebesar 3 Miliar rupiah.


Alex mengambil keuntungan yang besar dari pembangunan villa di puncak, bukti ini membuat Alex menjadi was-was.


Apa lagi sekretaris nya telah melihat bukti ini.


"Keluarlah!


Jika seseorang kembali mengirimkan paket, jangan dilihat lagi. Antarkan langsung padaku!" Ujar Alex dengan dingin, ia takut rahasia ini Sampai terbongkar.


Alex segera mencari tahu siapa yang berani mengusik nya, mengirimkan paket seperti ini.


Ia menyuruh orang kepercayaan nya untuk mencari tahu.


Sementara ditempat yang berbeda...


Ia tebak, jika Alex sangat terkejut saat ini.


Hahahahaa....


Ini adalah hal yang menyenangkan bagi gadis itu.


"Tenang saja, masih ada kejutan yang lain lagi." Gumam Axila.


Keesokan harinya, ada lagi paket yang tertuju pada Alex. Bahkan ketika ia masuk kedalam ruang kerjanya, sudah ada paket diatas meja kerjanya.


Itu berisi bukti-bukti yang hampir serupa dengan kemarin.


Keesokan harinya lagi. Seseorang mengirimkan paket didalam kotak, berisi bunga-bunga yang telah layu.


Alex merinding, sebenarnya siapa yang sudah ia singgung sehingga mengirimkan bunga yang telah layu, bahkan hampir mengering.


Alex benar-benar sangat waspada. Ia di ter0r oleh seseorang.


Ia memutuskan untuk tak pergi ke kantor, menyuruh sekretaris nya mengirimkan pekerjaan lewat E-mail saja.


Jika butuh tanda tangan, pergi ke rumahnya saja.


Jika berpikir ter0r ini telah berakhir, itu salah.

__ADS_1


Bukan karena ia tak masuk ke kantor, paket tak dikirimkan.


Justru ada paket yang dikirimkan ke rumahnya. Hal ini membuatnya semakin waspada, ia benar-benar tak tahu siapa yang melakukannya.


Ini sangat mengganggunya.


Mau dilaporkan ke polisi?


Malah dirinya sendiri yang akan dimasukkan kedalam penjara.


Semua paket yang datang padanya adalah bukti-bukti korupsi yang ia lakukan sendiri di perusahaan itu. Ia memang memiliki hak sebagai direktur, namun Ayahnya lah sang pemimpin perusahaan yang sesungguhnya.


Jika semua bukti ini sampai ke tangan ayahnya, ia sendiri tak tahu apa lagi yang bisa ia lakukan.


Untunglah ia tinggal di rumah pribadinya, bukan bersama kedua orang tuanya.


Bahkan setelah semua itu, banyak paket-paket menyeramkan yang dikirimkan pada nya. Hal ini membuat Alex benar-benar tak bisa hidup dengan tenang.


Besoknya....


Besoknya....


Besoknya lagi....


Hal ini berlangsung selama seminggu.


Dan sekarang, tersebar berita jika perusahaan yang berada ia pimpin hampir bangkrut.


Beberapa investor mulai menarik dana mereka kembali, mereka takut jika perusahaan itu bangkrut maka mereka tak lagi mendapatkan keuntungan.


Alex memaksakan dirinya kembali bekerja di kantor, ia sibuk dengan semua kekacauan ini, hanya karena rumor menyebalkan itu.


Alex benar-benar kacau, ia tak mempunyai waktu yang cukup untuk beristirahat.


Sementara Axila, ia terus mengamati apa yang terjadi pada Pria itu. Tanpa mau mencampuri urusan itu, padahal semuanya terjadi karena dirinya sendiri.


Bahkan hanya sedikit saja yang Axila lakukan, sisanya dilakukan oleh kekasihnya. Levi.


Levi tak main-main dengan ucapannya. Bukti-bukti itu berasal darinya, lalu diberikan pada Axila, lalu gadis itu akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan paket itu pada Alex.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2