
"Ternyata benar, itu kau," ucap pria itu.
"Alex?" gadis itu sedikit terkejut dengan keberadaan pria ini.
Entah apa yang ingin pria itu lakukan disini.
"apa yang kau lakukan disini?"
"Harusnya aku yang bertanya padamu. Apa yang kau lakukan disini?" balas Alex, pria itu menatap Axila dengan tatapan tajam.
"Apapun yang aku lakukan tak ada urusannya denganmu, jadi lepaskan tangan kotormu dari tubuhku," Axila menghempas tangan pria itu darinya, matanya menatap jijik pada Alex.
"Dimana Indri,"
"Indri?....
Oh, aku ingat. Kekasih tercinta mu itu bukan?....
Sepertinya aku melihatnya disalah satu club malam, sedang melayani salah satu pri-"
PLAKKK!!!
"Dia tak sepertimu, j4lang?"
Pipi Axila terasa panas, pria itu tak main-main saat menampar nya. Axila menatap tajam pada pria itu, sudut bibirnya terangkat dan tersenyum sinis lada pria yang saat ini berada dihadapannya.
"J4lang, yah?" ulang Axila.
"Yah, aku memang j4lang. Dan telah melayani banyak pria dan memberikan servis terbaik untuk mereka sampai tak pernah melupakan ku dan selalu saja mengejarku untuk kembali mengulang lagi."
ucap Axila, tiba-tiba saja ia tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaaa.....
Kau pikir aku akan mengatakannya?
Sayang sekali, aku masih suci bahkan terlalu suci, bukan seperti kekasih mu itu.
Kau yakin jika mendapati kegadisannya? sepertinya tidak, yah?" Axila tersenyum sinis ditambah ejekan.
"Aku tahu siapa saja yang ia layani sebelum ia melayani mu, b0doh!
Bahkan sekarang saja ia sedang memberikan servis terbaiknya untuk dua orang pria bule sekaligus." ujar Axila
Keributan di lobby kantor sampai ditelinga asisten Kang, pria itu dengan tergesa-gesa meninggalkan pekerjaannya dan pergi ke lantai dasar untuk menangani masalah yang terjadi dibawah sana. Jika itu bukan Axila, ia mungkin saja akan membiarkan hal itu terjadi namun ini berbeda. Ini adalah nona nya sendiri, gadis yang ia layani dan juga sebagai atasannya.
Untunglah resepsionis memberitahu apa yang terjadi disana pada asisten Kang secepatnya, jika tidak entah bagaimana lagi nanti, mereka tak berani turun tangan karena ini adalah masalah bos mereka sendiri, bahkan masalah pribadi, mungkin?
__ADS_1
"Diam kau!"
"Memang itulah kenyataannya! Kau saja yang tak bisa melihat apa yang ia lakukan dibelakang mu!....
Matamu sudah dipenuhi oleh nafsu mu sendiri, kau tahu itu?....
Yang kau rasakan padanya bukanlah cinta melainkan nafsu, dasar b0doh!" cibir Axila,
Apa yang dikatakan oleh Axila memang benar. Ia tak mendapatkan kegadisan wanita itu, ia tak peduli saat itu karena ia sudah di lunduh oleh nafsu. Ditambah dengan bisikan s3tan yang membuatnya semakin tak peduli, ia seakan tak pernah bisa mengendalikan hawa nafsu nya sendiri saat berada didekat wanita itu.
Bahkan saat Indri menghasutnya untuk memintanya (perawan) pada Axila, gadis ini malah menolak nya, dengan alasan belum menikah dan ia akan memberikan nya pada malam pernikahan mereka. Meskipun saat itu Alex memaksanya, ia tak mau memberikan nya pada Alex.
"Dia menolakmu? Sudah kuduga ia akan beralasan seperti itu....
Jika dia mencintai mu, ia pasti akan memberikan nya padamu. Tapi sepertinya tidak.
Kau tahu? aku mencintaimu, dan sangat mencintai. Biarkan aku membuatmu melupakannya, berikan semuanya padaku, biar aku yang mengatasi semuanya untukmu, sayangku"
Kata-kata yang Indri ucapan hari itu masih terngiang-ngiang di otaknya, bahkan sampai saat ini.
"Kau yang menjualnya kesana, mengaku saja kau," tuduh Alex, ia seakan tak terima dengan ucapan Axila saat ini.
"Menjualnya? tidak salah kah ucapan mu itu?"
"Nona..." Suara asisten Kang terdengar di indera pendengarannya, langkah kakinya juga terdengar dan semakin mendekat.
Asisten Kang, pria itu langsung menghalangi Axila dibelakang punggungnya, matanya menatap tajam pada pria yang membuat keributan ini.
"Sebaiknya anda pergi dari sini sebelum kesabaran ku menghilang, Tuan," usir Asisten Kang.
"Pergi? memangnya kau siapa sehingga mengusirku dari sini?" tatapan Alex seakan meremehkan mereka.
Asisten Kang sudah habis kesabarannya, apa lagi ia sempat melihat bekas telapak tangan dipipi mulus nona nya.
Tubuhnya memutar lalu memberikan tendangan yang tepat mengenai kepala pria itu, membuat Alex yang tak siap langsung terlempar dan jatuh dua meter dari tempatnya tadi.
"Kau telah berani berbuat kasar pada Nona Axila, lalu sekarang kau masih ingin membuat keributan lagi disini?...
Sepertinya kau memang harus kuhabisi,"
Para karyawan telah banyak yang berkerumun, menonton apa yang terjadi di tempat kerja mereka, bahkan yang bersangkutan saat ini adalah Bos mereka.
"Sudahlah, aku sedang tak mood meladeninya," Axila berbalik dan melangkahkan kakinya namun didetik selanjutnya ia kembali menghentikan langkahnya karena ucapan pria itu.
"Setelah kau mendapatkan uang dariku, kau semakin sombong saja, yah? Mantan tunangan,"
Semua orang menatap tak percaya, apa yang baru saja mereka dengar saat ini.
__ADS_1
Jadi, pria itu adalah mantan tunangan Bos mereka?
Axila kembali menatap pria itu, sekarang rasanya ia ingin membunuh pria itu saat ini juga.
"Uang mu? sepertinya aku tak pernah menggunakan uang itu....
Uang 4 Miliar milikmu masih utuh, dan tak pernah tersentuh sedikitpun, bahkan aku saja jijik memegang kartu debit mu itu....
Sepertinya kau bisa menggunakan uang 4 Miliar milikmu untuk membebaskan kekasih pel4cur mu dari tempat haram itu, yah?" Axila yang malah kembali mengejeknya.
"Aku Akan mengirim kembali kartu debit mu itu, bukankah sudah kukatakan jika aku jijik memegangnya?"
Axila kembali melangkahkan kakinya dan pergi dari sana.
Namun asistennya tidak.
Pria itu sekarang malah menatap Alex dengan tatapan membunuh.
Jadi, pria inilah yang telah membuat Nona nya tersiksa dulu?
"Jangan harap kau bisa lolos dariku setelah apa yang kau lakukan pada Nona," asisten Kang kembali melayangkan sebuah tendangan tepat didada pria itu, lalu berjalan memasuki lobby.
"Usir pria itu dan jangan pernah membiarkan nya masuk kedalam perusahaan ini lagi. Aku tak ingin melihatnya disini lagi." Ucap asisten Kang yang tertuju pada dua orang satpam yang menjaga di pintu lobby.
"Nona..." panggil asisten Kang, ia berjalan mendekat dan melihat wajah Axila yang terlihat datar.
Ia mengira jika Nona nya kembali mengingat pria itu.
"Aku tak apa, kembalilah bekerja. Aku baik-baik saja," balas Axila, ia tahu jika asistennya khawatir padanya saat ini.
Apa ucapan Axila membuat pria itu pergi?
Maka jawabannya tidak!
Pria itu malah mengambil bantal sofa, mengangkat kepala Axila yang bersandar pada pinggiran sofa lalu meletakkan bantal itu tepat dibawah kepala gadis itu.
"Leher anda akan nyeri jika berada dalam waktu yang lama," jemarinya dengan lembut menyisir rambut Axila, memijat kepala gadis itu agar Axila merasa rileks.
"Apakah aku harus menghabisinya untuk Anda, Nona?" tanya Asisten Kang.
"Tidak perlu. Aku akan melakukannya sendiri," tentu saja ia menolak ucapan sang asisten. Ia tak ingin ada yang mencampuri urusan pribadinya, bahkan jika itu adalah asistennya sendiri.
Ia ingin membalaskan dendam sang pemilik tubuh dengan tangannya sendiri.
'Dan setelah itu, aku bisa kembali lagi dan bertemu dengan keluarga ku disana (Kekaisaran Xian)....
Tugasku hampir selesai'. batin Axila
__ADS_1