Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 137


__ADS_3

Axila baru saja bangun dari tidurnya, berjalan membuka gorden yang menghalangi cahaya mentari menerobos masuk kedalam kamarnya.


Saat ini cahaya masih malu-malu menampakkan dirinya kepada dunia, membuat gadis itu hanya menatap keluar sana.


Ia bersyukur masih bisa merasakan ketenangan saat ini, masih melihat dunia, masih bersama mereka yang menyayanginya dan mencintainya.


"Kau sudah mulai mencintai ku?"


"Entahlah, aku tak tahu. Namun aku akan berusaha untuk hal itu," balas Axila.


Ia mengatakan apa yang sebenarnya, ia belum memiliki perasaan itu namun ia akan berusaha untuk bisa membalas perasaan pria ini.


"Jika begitu, aku akan meyakinkan mu. Jika aku benar-benar mencintai mu. Biarkan aku saja yang mencintaimu, jangan ada lagi yang lain,"


Tak bisa dipungkiri lagi, saat itu jantungnya memang tak bisa di kontrol. Berdetak dengan cepat hanya karena perkataan pria itu.


Mengingat apa yang terjadi kemarin, jantung Axila kembali berdetak kencang. Ia harus membiasakan dirinya seperti ini.


"Hahh..." Axila mendesah pelan, kakinya melangkah kearah kamar mandi, menanggalkan pakaiannya dan mulai ritual mandinya.


30 menit kemudian, gadis itu keluar dengan jubah mandinya yang berwarna cream dan di kepalanya melingkar handuk yang membungkus rambutnya.


"Xian, apa jadwalku hari ini?" tiba-tiba saja Axila berkata padahal tak ada siapapun didalam sana.


[Selamat pagi, Nona.


Hari ini anda akan mengadakan meeting dengan para karyawan.] Suara seorang pria tiba-tiba saja terdengar, lebih tepatnya itu seperti suara dari asisten google.


Yap, Axila mengembangkan aplikasinya hingga saat ini (Aplikasi yang di ciptakan Axila, di awal-awal dari Novel).


Axila bisa berkomunikasi dengan sistem nya, apa saja kegiatan, jadwal harian si kampus, ataupun tentang pekerjaan nya.


Bisa saja Axila memperkenalkan aplikasi ciptaan nya kepada Dunia, namun tak ia lakukan. Katakan saja dia egois, karena dia memang menciptakan aplikasi itu untuk membantunya.


Bahkan, aplikasi ini hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Aplikasi dengan sistem yang sangat mengerikan.


"Apa tak ada jadwal kuliah ku hari ini?" tanya Axila lagi.


[Tidak, Nona. Anda tak mempunyai kelas hari ini.]


Axila tak bertanya apapun lagi, ia segera mengeringkan rambutnya dengan elemen angin miliknya, jangan lupa jika ia mempunyai 4 Elemen. Salah satunya adalah Angin.

__ADS_1


[Apakah Nona mempunyai pertanyaan lagi?]


"Tidak.


Sudah kau konfirmasi pekerjaan yang dikirimkan oleh Asisten Kang?"


[Sudah, Nona. Tak ada masalah apapun lagi.]


"Kerja bagus."


[Terima kasih atas pujiannya, Nona.]


............


Berbeda lagi dengan Azka.


Remaja itu baru saja selesai berseragam, menyemprotkan parfum, merapikan rambutnya lalu menggunakan sepatu.


Selesai sudah ia bersiap, meraih bag dan keluar dari kamarnya, dengan perlahan ia menuruni anak tangga tentu saja karena kakinya masih terasa sakit namun tidak lagi ada bengkaknya.


Saat tiba si ruang makan, ia belum melihat kakaknya, namun mendengar suara kamar yang ditutup. Artinya sang kakak juga telah selesai bersiap.


"Pagi," balas Axila sambil mengusap kepala Azka sayang.


Axila menarik bangkunya dan duduk disana. Anna yang melihat kedua kakak beradik itu sudah berada di ruang makan pun segera mengantarkan sarapan mereka, Sandwich dengan dua gelas susu cokelat.


Azka mulai menikmati sarapannya, matanya memperhatikan tampilan kakaknya yang sedikit berbeda.


"Noona tak kuliah? Mau ke kantor?" Azka membuka suara.


Axila menggeleng, "Aku tak punya kelas hari ini. Dan ada beberapa urusan yang harus diselesaikan di kantor, jadi. Selesaikan sarapannya dan kita berangkat,"


Azka mengangguk, segera saja remaja itu menyelesaikan sarapannya.


"Tongkat mu," ujar Axila mengingatkan adiknya, tentu saja karena kaki Azka belum benar-benar sembuh sehingga membutuhkan batuan tongkat.


"Bik Anna, ambilkan tongkat itu untukku," ujar Azka membuat wanita itu segera berlalu dengan cepat dan kembali dengan tongkat yang dibelikan oleh Axila.


.......


Axila mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, disampingnya terdapat remaja tampan yang menggunakan seragam sekolah menengah pertama, namun bukan berwarna putih-biru melainkan berbeda.

__ADS_1


Tentu saja karena sekolah tempat Azka menempuh pendidikan saat ini adalah sekolah internasional, sehingga seragamnya berbeda.


Mobil Mercedes Benz itu sampai di depan sekolah, tentu saja berhasil merebut perhatian banyak siswa-siswi disana, terlebih mereka seakan mengenal siapa yang berada didalam mobil itu.


Axila turun dari mobil, membuka pintu samping dimana tempat Azka duduk, ia kemudian membantu mengambilkan tongkat bantu berjalan itu pada adiknya.


Azka keluar dari mobil dengan bantuan kakaknya, ia kemudian mengambil tongkat dari kakaknya kemudian menggunakan tongkat itu.


"pergilah, jika terjdi sesuatu hubungi Noona, yah." ujar Axila.


"Baiklah, hati-hati dijalan," balas Azka.


Reyna yang baru saja tiba dengan diantara oleh kakaknya segera mendekat karena melihat temannya kembali masuk sekolah.


"Azka.." panggilnya.


Azka dan Axila menoleh, melihat gadis itu yang mendekat.


"Kau salah satu teman Azka yang ke rumah, kan?" Tanya Axila.


"Iya, kak. Aku Reyna," jawabnya.


"Kalau begitu titip Azka, jika terjadi sesuatu tolong beritahu aku. Ini kartu nama ku," Axila memberikan secarik kertas berwarna hitam dengan campuran gold, kepada gadis itu.


Ia kemudian masuk kedalam mobil dan mulai melajukan mobil itu dan menjauh dari area Sekolah. Meninggalkan Azka dan Reyna yang masih melihat kearah gerbang sekolah.


Reyna segera membawa tas temannya, sedangkan Azka melangkah perlahan masuk kedalam gedung sekolah.


.


.


.


.


.


#Crazy up


Zero^-^

__ADS_1


__ADS_2