
Mata kuliah telah berakhir, waktu juga telah menunjukkan pukul dua siang.
Axila berjalan santai kearah parkiran ditemani Jessica dan lainnya.
"Xil, kita boleh main ke rumah Lo nggak?" tanya salah satu teman Jessica, Diana.
"Iya nih. Gue juga penasaran sama rumahnya Axila, boleh dong kita-kita kesana," sambung Prilly.
Axila mengangguk, "Boleh. Asalkan jangan buat keributan, aku benci keributan," balas Axila pada ketiga gadis itu.
"Ya udah, kita cabut 'yuk," ajak Jessica yang bersemangat.
"Ayo, gue jadi semangat nih." sambung yang lainnya.
Axila menaiki motornya, mengenakan helm dan menghidupkan mesin motornya. Kepalanya menoleh dan melihat ketiga wanita muda itu masuk kedalam mobil Jessica, mereka mulai melajukan kendaraan masing-masing, mengikuti Axila dari belakang.
Saat tiba di lampu merah, Axila mengambil smartphone nya dan memberitahu asistennya untuk membawakan pekerjaan nya ke rumah, agar ia kerjakan disana setelah teman-temannya pulang nanti.
Jessica terus mengikuti Axila dari belakang, hingga tiba di perumahan yang terlihat asri dan nyaman, mereka memasuki salah satu gerbang rumah.
Mereka disambut pintu gerbang yang terbuka dengan otomatis, lalu terdapat pohon-pohon hias yang menyambut kedatangan mereka sejauh 20 meter, dan berakhir menghentikan mobil di depan rumah berlantai dua yang terkesan mewah.
"Ayo masuk," ajak Axila, ketiga temannya itu memasuki rumah Axila
Diana, Jessica dan Prilly mengikuti sang tuan rumah, mereka disambut oleh beberapa pelayan yang menundukkan kepalanya.
"Selamat datang kembali, Nona," ujar mereka serempak, membuat ketiga wanita muda itu sampai terheran-heran.
"Kembali kerjakan tugas kalian," balas Axila.
Anna membawa pelayan-pelayan itu kembali ke belakang, membuatkan camilan untuk tamu sang Nona.
Azka yang saat itu sedang bersantai di ruang keluarga merasa ada seseorang yang datang, ia mendorong kursi roda yang sedang ia duduki keluar dari ruang keluarga.
"Noona.... Kau sudah pulang?" tanya Azka yang kini melihat sang kakak, namun ada orang asing disana.
"Benar juga, kemari. Berkenalan dengan teman-teman Noona," ujar Axila.
Mata ketiga wanita muda itu tertuju pada Azka yang sedang mendorong kursi rodanya mendekat, Prilly terus menatap Azka, ia merasa familiar namun siapa?
"Ini adikku,"
Azka menundukkan kepalanya dengan sopan, "Annyeonghaseyo.... Aku Azka Leon Remanov, kalian bisa memanggilku Azka.
Aku adik satu-satunya dari Noona, salam kenal," remaja itu tersenyum tampan pada ketiga wanita muda dihadapan nya.
"Woooh.... Korean?
Annyeong, Azka.
Aku Jessica, teman kakakmu,"
"Aku Diana, teman kelas kakakmu,"
"Dan Aku Prilly, teman Axila juga. Senang berkenalan denganmu," balas Prilly hangat.
Namanya terdengar familiar, dan juga wajahnya.
Tunggu....!
Azka?
Dengan cepat Prilly mengambil ponselnya, ia mencari sesuatu di Akun Instagram nya, dan akhirnya menemukan sesuatu.
Apa??!
"K-kau Azka? Si YouTubers itu?" Pekik Prilly.
Semua orang menatapnya, sedangkan Azka hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"Kau mengenalku?" tanya Azka santai.
"Tentu saja, kau si Bocah Korea itu kan?
Aku salah satu followers mu, aku sangat suka dengan konten-konten mu," ujar Prilly dengan penuh semangat.
"Lo ngomong apa sih?" tanya Diana tak mengerti.
"Lo nggak inget apa? Gue pernah ngasih Lo nonton salah satu konten nya Azka, itu loh... yang 'Welcome back to Indonesia' "
"Gue masih nggak ngerti. Gue lupa," ujar Diana, dengan cepat Prilly menunjukkan ponselnya, disana tertera Akun YouTube Azka dengan jumlah Subscribers 3,9 Juta, Akun Instagram Azka yang followers nya 5,7 juta, dan Tiktok 1,78 M followers.
"Wooohhh!" pekik Diana, dia menatap Azka dengan tak percaya.
Sedangkan remaja itu, dia hanya tersenyum canggung pada mereka yang sangat terkejut, ia tak menyangka akan reaksi teman-teman sang kakak.
"Sepertinya kau memang mengenalku, yah?" ujar Azka
Jessica yang juga ikutan teman-temannya sangat terkejut.
"Sejak kapan kau mulai bermain dengan sosial media? Kau sangat terkenal, yah."
"Hampir dua bulan yang lalu, kak," balas Azka.
"Dia punya banyak penggemar," ujar Diana yang masih melihat-lihat foto-foto Azka di Instagram.
Anna kembali dengan membawa nampan, menyajikan hidangan kepada para tamu dan tuan rumahnya.
Mereka mengobrol dengan seru, sepertinya yang keseruan itu ketiga wanita muda, namun tidak dengan Azka dan Axila.
Azka merasa seperti diserang oleh wartawan, ketiga wanita muda itu terus menanyakan banyak hal, bahkan meminta Azka agar mengajari mereka beberapa kata dalam bahasa Korea.
"Wahh... Azka hebat, yah. Bisa punya banyak penggemar hanya dalam waktu kurang dari dua bulan," puji Jessica dengan penuh rasa kagum.
"Pinter juga, bisa lancar bahasa Indonesia dengan cepat,"
"Udah pinter, baik, ganteng. Mau nggak jadi pacarku?" Pertanyaan dari Prilly membuat mereka menatapnya dengan tajam.
"Gue juga, nggak normal Lo yah?" tuduh Jessica.
"Nggak papa brondong, yang penting kan Ganteng, pinter dan populer," balas Prilly santai namun malah mendapatkan tatapan tajam dari dua temannya.
Kedua wanita muda itu menyerangnya, biasalah pertengkaran kecil antara wanita.
Mereka berganti topik, mengobrol sambil menikmati camilan yang di sediakan, sampai lupa waktu.
Sedangkan Axila, gadis itu hanya sesekali tertawa saat mendengar ocehan-ocehan teman-temannya.
Mobil yang berhenti didepan sana mengambil alih perhatian mereka, ketiga wanita muda itu menatapnya seolah-olah bertanya "Siapa itu?"
Bel rumah berbunyi, Anna dengan cepat pergi membukakan pintu untuk tamu yang baru saja datang.
Langkah kaki yang berat membuat ketiga wanita muda itu semakin penasaran, namun berbeda dengan kedua kakak beradik itu. Mereka sudah tebak siapa yang datang.
Tampak seorang lelaki muda yang mengenakan setelan jas mahal, dengan dasi yang melingkar di leher nya. Dan lebih mengejutkan lagi, ketiga wanita muda itu mengenalnya.
"Pak Levi?" pekik mereka bertiga.
Levi melirik ketiga nya dengan tatapan datar, "sedang apa kalian disini?"
"Kita cuma mampir aja, Pak.
Bapak sendiri ngapain disini?" balas Jessica, Prilly langsung menyenggol lengan wanita muda itu namun tak mendapatkan respon apapun dari temannya itu.
"Sayang, mereka teman-teman mu?" tanya Levi sambil mendekat lalu duduk disamping Axila.
Sedangkan Axila sendiri, jangan tanya lagi.
Tentu saja dia kesal, mengapa pria ini malah datang diwaktu yang tak tepat?
__ADS_1
Pasti teman-temannya akan meminta penjelasan.
Melihat Axila yang terdiam, Levi tahu jawabannya.
"Oh, jadi mereka teman-teman mu?"
"Sedang apa kau disini?" Axila malah bertanya pada pria itu tanpa melihat ekspresi wajah teman-temannya
Yang tentunya terkejut melihat Axila yang tak ada sopan-sopannya pada Dosen tampan mereka.
"Mengunjungi kekasihku, memangnya apa lagi?
Aku merindukan mu," balas Levi santai tanpa peduli jika ketiga wanita muda itu sudah melongo tak percaya.
Axila memijit pelipisnya, ia melihat tatapan tajam dari ketiga wanita muda itu,
Seolah-olah ingin menerkamnya.
Anna datang lagi, membawa cangkir berisi kopi yang sudah dipesan oleh Levi. Pria itu meminta Anna membuatkan nya secangkir kopi.
"Kak Levi, tumben sekali datangnya lebih awal dari biasanya," ucapan remaja itu mengalihkan perhatian ketiga wanita muda itu.
"Huhh....
Menghadapi mereka di kampus lebih merepotkan dari pada setumpuk dokumen yang sering ku kerjakan, kau tahu?
Itu membuatku cepat lelah," keluh Levi.
"Yang menyuruhmu untuk menjadi dosen di kampus siapa?
Aku? Tidak 'kan?!" balas Axila datar.
"Sayang, jika aku tak berada disana. Kau akan diterkam oleh serigala-serigala lapar.
Tentu saja aku tak mau hal itu terjadi,"
"Levi,"
"Aku hanya ingin melindungi apa yang menjadi milikku. Kau itu kekasihku, ka-"
"Setidaknya jangan berdebat dihadapan ku, Kak.
Kalian yang berpacaran, aku yang akan terkena dampaknya," Ucapan dingin Azka membuat sepasang kekasih itu berhenti berdebat, mereka menatap tajam pada Azka seolah menyuruhnya untuk diam.
Tentu saja nyali Azka menciut, detik selanjutnya ia memutar kursi rodanya dan pergi dari sana, kembali pada keseruannya di ruang keluarga.
Setelah Azka pergi, Axila kembali menatap Levi.
"Sebenarnya sedang apa kau disini? Pekerjaan mu di kantor, apakah kurang?"
"Sudah selesai.
Aku ingin mengajakmu berkencan, tapi sepertinya kau sedang sibuk dengan teman-teman mu.
Aku akan pergi ke kamar dan beristirahat, bangunkan aku jika kalian sudah selesai," Levi mengambil tas kerjanya dan berlalu dari sana, memasuki kamar tamu dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak.
Setelah Levi berlalu, kini Axila harus berhadapan dengan tiga orang temannya yang sejak tadi menyaksikan semuanya.
"Axila....
Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu yah?"
..............
Hai.. hai... hai....
Berhubung Author merayakan hari lahir kemarin (Birthday nya author), dalam Minggu ini akan ada Crazy up.
Yang pada minta Crazy up, siap-siap yah...
__ADS_1
Moga kalian suka.
Zero^-^