
Hubungan antara dosen dengan mahasiswi nya telah diketahui oleh ketiga wanita muda itu, meskipun tak percaya namun itulah kenyataannya.
Axila, teman mereka benar-benar menjalin hubungan dengan salah satu dosen di kampus mereka, bahkan dosen dengan usia paling muda dan tentunya sangatlah tampan. Ditambah, dosen mereka itu adalah warga negara asing, Italia.
Apa mau dikata?
Meskipun mereka menyukai Levi, mereka tak bisa melakukan apapun, dan juga tak bisa mendekati pria itu.
Mengapa?
Karena pria itu telah menaruh hati dan perhatian nya kepada teman mereka, Axila.
Memangnya bisa apa?!
Tak ada yang bisa dilakukan selain mendukung pasangan itu.
Bahkan, mereka mungkin bisa dapat nilai A di mata kuliah pria itu.
Siapa tahu? Hehehehee...
Itulah yang ada di pikiran ketiga wanita muda itu.
Saat ini Levi membawa kekasihnya untuk menikmati waktu bersama.
Kencan mereka tak seperti pasangan biasanya.
Mengapa?
Karena saat ini Axila sedang duduk manis didalam helikopter, menemani Levi yang saat ini sedang mengemudikan kendaraan udara itu.
Tentunya Levi merasa percaya diri saat mengemudikan kendaraan itu, apa lagi ditemani oleh wanita yang sangat dicintainya.
Axila menatap pepohonan yang berada dibawah sana, setelah melihat gedung-gedung tinggi nan megah, kini matanya benar-benar dimanjakan dengan hamparan hijau dibawah sana.
Helikopter mulai mengudara, mendarat dihamparkan rumput dengan tanah yang datar, rumput-rumpur bergoyang kencang karena angin yang kencang akibat baling-baling helikopter yang sangat kencang.
Axila melepaskan headphone, ia beranjak untuk turun dari kendaraan itu. Begitu juga dengan Levi, pria itu melepaskan headphone, mematikan mesin helikopter dan turun dari kendaraan itu.
Pandangan Levi tertuju pada Axila yang telah lebih dulu turun dari kendaraan nya, sisa angin dari baling-baling helikopter membuat rambut gadis itu berterbangan. Membuat Axila terkesan sangat cantik dan anggun, untung saja Axila bukan gadis yang suka mengenakan gaun atau dress sehingga bagian bawahnya berterbangan, jika tidak pasti akan sangat repot.
Terpesona? Tentu saja.
Levi terpesona pada Axila, gadis dingin dan datar, namun anggun. Tomboy tapi cantik.
Selalu saja membuat dirinya dalam bahaya, sehingga ingin rasanya dia selalu melindungi gadis ini.
Bahkan jika Axila tak bisa ia miliki, ia akan tetap mencintai gadis ini. Akan ia perjuangkan gadis ini.
Merasa diperhatikan, Axila menengok dan melihat wajah tampan Levi yang sedang menatapnya dengan intens. Pria itu tersenyum padanya, lalu berjalan mendekat.
Pandangan dari bukit begitu indah, namun udaranya juga mulai menipis (dingin) sehingga membuat sedikit mengganggu gadis itu.
"Jadi, kau mau menunjukkan ini padaku?" tanya Axila, gadis itu membuka mulutnya setelah sekian lama.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menikmati waktu bersama saja," Levi tersenyum dan menatap wajah Sempurna milik Axila.
Hal itu membuat wajah Axila sedikit memerah, telinganya juga ikut memerah karena ucapan Levi.
"Jangan menggodaku!"
"Hahahaa,,,"
Levi sangat suka melihat Axila yang malu seperti ini, namun mengapa gadis ini cepat sekali berubah ekspresi nya?
Levi masih ingin melihat Axila yang malu-malu padanya.
"Menggoda mu, merupakan hal yang menyenangkan. Aku suka," ujar Levi terang-terangan.
Ia menarik Axila kedalam pelukannya, melingkarkan tangannya di perut gadis itu dan menyusupkan kepalanya diantara celuk leher gadis itu(meluk dari belakang). Detak jantungnya sudah tak karuan, ia pikir gadis ini akan menolaknya tapi ternyata membiarkan nya memeluk gadis ini.
"Aku suka seperti ini. Aku sangat mencintaimu Axila, kau tahu itu?"
"Aku tahu, aku sangat berterima kasih untuk hal
ini," balas Axila,
"Kau sudah mulai mencintai ku?" tanya Levi
"Entahlah, aku tak tahu. Namun aku akan berusaha untuk hal itu," balas Axila
"Jika begitu, aku akan meyakinkan mu. Jika aku benar-benar mencintai mu. Biarkan aku saja yang mencintaimu, jangan ada lagi yang lain,"
Ucapan Levi membuat detak jantung Axila tak bisa dikontrol, ucapan pria ini benar-benar sungguh. Perasaan yang diberikan oleh pria ini benar-benar tulus, tak ada niat apapun didalamnya
Hati Axio tersentuh karena pria ini.
Hatiku, perasaan ku, dan tubuhku." balas Axila.
"Pasti. Aku pasti akan memperjuangkan mu.
Aku pasti akan mendapatkan hatimu, perasaan mu, dan jadilah milikku seutuhnya."
Langit mulai menampakkan warna jingga, membuat suasana jadi lebih romantis. Levi mengeratkan pelukannya, dia sangat bahagia bisa memeluk gadis ini seperti saat ini.
"Itu menggangguku," ujar Axila tiba-tiba.
Levi melonggarkan pelukannya, ia pikir Axila tak nyaman di pelukan lebih erat.
"Seperti ini?"
"Tidak, tapi jantungmu.
Itu menggangguku," balas Axila.
"Jantungku? Ada apa dengan jantungku?"
"Berdetak sangat cepat. Tapi, aku menyukainya," ucap Axila.
Levi terkekeh senang, ia kembali mengeratkan pelukannya,
__ADS_1
"Jadi, mengapa kau menyukai detak jantungku? Dan bukan wajahku? Bukankah aku sangat tampan?"
"Karena, aku bisa mendapatkan pria tampan dimana saja, mempunyai struktur wajah yang sempurna. Itu sangat mudah bagiku.
Namun, belum tentu aku bisa mendapatkan pria yang detak jantungnya tak karuan saat bertemu denganku."
"Mengapa? Aku tak mengerti maksud mu,"
"Seseorang mengatakan padaku. Ia selalu gugup saat berhadapan denganku, melihatku dari jauh saja, jantungnya akan berdetak dengan cepat.
Terlebih saat aku memeluknya, ia akan lebih gugup lagi, dan akubisa mendengarkan detak jantungnya itu, bahkan tangannya akan terasa sangat dingin. Semua itu terjadi karena dia sangat mencintaiku," jelas Axila yang panjang
"I'm jealous," kata Levi. "Jadi, aku bukan satu-satunya yang memelukmu?
Ohh... hatiku sakit mendengarnya.
Siapa pria beruntung itu?"
Axila terkekeh mendengar suara Levi yang tak semangat, itu membuatnya gemas.
"Dia sahabatku di kehidupan pertama ku. Dia selalu mengatakan jika dia mencintaiku, bahkan selalu berada disamping ku saat kami berperang.
Saat aku lelah setelah peperangan, ia akan membawaku kedalam pelukannya, maka aku akan mendengarkan detak jantungnya itu."
"Cih... jangan mengatakan nya lagi, aku benar-benar cemburu.
Mengapa bukan aku saja yang bersamaan mu? Aku menyesal karena tak bersamamu di kehidupan sebelumnya," ujar Levi
"Hahahahaaa..."
Axila membalikkan tubuhnya menghadap Levi, "Namun, dia harus menikahi wanita lain. Itu perintah ayahnya, dia akhirnya meninggalkan ku.
Sejak saat itu, aku tak lagi mendengarkan detak jantung itu. Semua orang yang aku temui, mereka akan ketakutan padaku.
Hingga kini, aku bisa mendengarkan detak jantung yang sama, aku menyukainya," ujar Axila, membuat Levi kembali bersemangat.
"Jangan bicarakan pria lain lagi. Atau aku akan benar-benar cemburu pada mereka,"
"Baiklah,"
Axila melepaskan pelukan Levi, ia mendudukkan dirinya diatas rumput. Mengangkat kepalanya lalu menatap ke mentari yang akan masuk ketempat peristirahatan nya (Terbenam)
Levi mendudukkan dirinya disamping Axila, ia merangkul Axila sambil menatap pada matahari yang mulai terbenam.
Jika dilihat dari jauh, akan terlihat sepasang kekasih yang sedang menghabiskan waktu bersama, menatap pada mentari yang perlahan mulai menghilang, dengan dibelakang mereka terdapat helikopter yang terparkir.
Keadaan itu berlangsung hingga mentari benar-benar menghilangkan meninggalkan langit yang masih berwarna jingga.
"Bagaimana pria itu? Mau kubantu?" pertanyaan Levi berhasil merebut perhatian Axila.
"Itu adalah urusanku, biarkan aku yang menyelesaikan nya sendiri." balas Axila, tentu saja tentang Alex.
"Aku tak mau kau repot-repot mengurusnya. Biarkan aku saja yang menyelesaikan nya untukmu.
Dendam mu... tidak, maksud ku dendam kakaknya Azka, biarkan aku yang menyelesaikan,"
__ADS_1
"Jika begitu, kita berdua saja. Dia melakukannya dengan kekasihnya, dan aku akan membalasnya dengan mu. Biar kami impas,"
Langit mulai gelap, Levi kembali mengemudikan helikopter membawa kekasihnya kembali.