Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Chapter 139


__ADS_3

Sudah lewat tiga hari sejak rumor yang mengatakan perusahaan property milik Alex hampir gulung tikar. Pria itu masih terus berusaha agar mendapatkan investor baru, ataupun memberikan proposal pengajuan kerja sama dengan perusahaan lainnya.


Lalu apakah ia bisa mendapatkan nya?


Jawabnya tidak, mereka masih menggantungkan pria itu, dengan tak menyetujui ataupun menerima tawaran tersebut.


Satu-satunya cara adalah bekerja sama dengan perusahaan Light Grup, perusahaan yang sangat maju dan terkenal di negara ini. Perusahaan terbaik yang cabangnya berada di berbagai negara, salah satunya adalah Indonesia.


Dengan intinya berada di Italia, dan cabang-cabangnya berada di negara-negara lainnya, membantu warga negara dengan lowongan pekerjaan yang sangat membantu.


Dan lebih mengejutkan lagi, sang pemilik atau lebih tepatnya pendiri perusahaan saat ini berada di Indonesia, dan kabar yang ia dengar saat ini, sang pemilik Light Grup akan tinggal di negara ini lebih lama lagi. Mungkin saja akan menetap, siapa tahu?


Alex segera mengajukan proposal kerjasama dengan perusahaan Light Grup, ia tak mau sampai gulung tikar.


Bagaimanapun caranya, ia harus bekerjasama dengan perusahaan itu agar perusahaan property miliknya tak pernah gulung tikar.


Saat ini Levi sedang tertawa sinis, ia menatap datar proposal yang di ajukan oleh Alex.


Sang asisten hanya bisa berdiam diri, sesekali bersuara ketika di tanya oleh atasannya.


Ingatlah, Levi adalah orang paling mengerikan baginya.


Bahkan sangat mengerikan bagi semua bawahannya.


Namun juga merupakan orang yang paling peduli pada mereka. Orang yang paling berjasa bagi hidup mereka, tentunya mereka sangat memahami bagaimana sikap dari bos mereka itu.


"Bawa dia ketempat biasa, aku ingin melihat seberapa gigihnya dia."


Ucapan Levi membuat sang asisten paham, tempat yang di maksud Levi tentu saja adalah "tempat Itu"


"Baik, Tuan. Saya persiapkan dulu," pria itu berlalu dari ruang bos nya. Melaksanakan apa yang di perintahkan oleh Levi.


Jackson, sifatnya tak jauh berbeda dari sang Bos, dingin dan kejam. Bahkan bisa dibilang, Jackson lah yang paling di takuti oleh para karyawan yang bekerja untuk Levi.

__ADS_1


Saat ini sedang mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, membawa Bos nya ketempat itu.


Mobil yang sejak tadi melaju kini terhenti di depan salah satu gedung berlantai 10, dengan posisi beberapa di dekat pantai, orang-orang yang berkunjung bisa menikmati terpaan angin pantai yang menyegarkan.


Jackson membuka pintu penumpang, mempersilakan Tuannya untuk keluar dari sana.


Dari luar saja sudah terlihat sangat ramai, Club malam memang tak pernah sepi di waktu-waktu seperti ini.


Melihat mobil Tuan mereka yang sangat dikenal, membuat dua penjaga itu segera mendekat lalu menyambut Tuan mereka.


"Selamat datang, Tuan." Ujar keduanya serempak.


Levi mengangguk, ia merapikan jas nya dan melangkah kedalam sana.


Dua penjaga tadi membuka jalan untuk Tuan mereka, membuat orang-orang menyingkir. Tentu saja mereka tak terlalu mengenal wajah Levi, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat dan mengenal pria itu lebih detail.


Musik yang keras menyambut kedatangan mereka, bau berbagai macam alkohol tercium di indera penciuman nya.


Orang-orang menggoyangkan tubuhnya dengan penuh semangat, mengikuti alunan musik yang keras.


"Sayang... Maaf, aku terlambat," ujar Levi.


Gadis itu mengangkat bahunya acuh, segera saja ia beranjak dari tempat itu.


"Ayo pergi, Azka menunggu ku di rumah" ujar gadis itu.


Levi mengangguk, segera saja ia merangkul pinggang Axila, mereka berlalu dari sana ke tempat yang sudah dipersiapkan untuk Levi.


Sementara itu, Alex saat ini sedang berada didalam suatu ruangan yang cukup luas serta terlihat elegan.


Hanya ada dia seorang, tak ada yang menemaninya didalam ruangan itu.


Musik yang santai tak membuat Alex menghilangkan rasa gugupnya. Tentu saja saat ini dia sedang berada di dalam Club malam yang bergengsi, Club yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang berdompet tebal.

__ADS_1


Bunyi pintu yang terbuka mengalihkan perhatian Alex, segera saja pria itu berdiri dari duduknya dan menatap kearah pintu, menanti sang pemilik perusahaan yang akan bekerja sama dengannya.


Masuklah seorang pria berjas hitam, mengenakan kacamata yang menghiasi wajah tampan nya.


Lalu diikuti oleh seorang pria dan dibelakang pria itu terdapat seorang wanita yang mengenakan celana jeans serta Hoodie berwarna gold. Dan lebih membuat penasaran adalah, wajah dibalik topeng itu.


Kening Alex sedikit mengerut, pakaian yang dikenakan oleh wanita itu tak cocok dengan tempat ini, yang adalah Club malam.


Alex segera menyambut mereka, "Selamat, Malam Tuan Levi, Selamat malam asisten Jackson dan Nona-"


"Axila," ujar wanita itu. Dia bahkan langsung duduk dengan santai di sofa yang terlihat sangat empuk.


"Ah, Nona Axila." Sambung Alex lagi.


"Silahkan duduk," ujar Jackson membuat Alex segera duduk ditempatnya. Menatap pada Levi yang duduk disamping wanita itu, namun apa yang dilakukan oleh wanita itu membuat Alex sedikit terkejut.


Axila yang sebenarnya menggunakan topeng untuk memberikan kejutan pada Alex sedikit senang melihat wajah derita itu, wajah pucat dengan dihiasi dua bola hitam di matanya, atau lebih tepatnya memiliki mata panda.


Axila tersenyum sinis, ia menidurkan tubuhnya diatas sofa, dengan paha Levi sebagai bantalan nya.


Levi tentunya terkejut dengan perilaku kekasihnya, namun bukan berarti ia menolak bala yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Levi justru sangat senang, ia mengelus rambut Axila dengan lembut dan penuh cinta.


Perlakuan Levi pada Axila cukup intim di mata Jackson, pasalnya Tuannya itu tak pernah memperlakukan seorang wanita seperti itu. Jangankan mengelus rambut wanita dengan lembut, memegang tangan wanita lebih dari 10 detik saja adalah hal yang mustahil.


Jackson sedikit paham, Axila adalah gadis yang dicintai oleh Tuannya, pastinya akan mendapatkan perlakuan yang baik dan lembut dari pria ini.


"Langsung saja, apa yang kau inginkan," ucapan Levi mengambil alih perhatian Alex.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2