Perjalanan Waktu Putri Mahkota

Perjalanan Waktu Putri Mahkota
Kepulangan Axila


__ADS_3

Mobil-mobil mewah yang harganya fantastis sedang mengawasi mobil yang paling berbeda dari antara semuanya. Jika yang lainnya berwarna hitam, maka mobil itu sendiri yang berwarna merah.


Didalam sana, duduk seorang gadis cantik dan anggun yang sedang menyetir, bersama dua orang remaja yang masih mengenakan seragam sekolah mereka.


Sesekali mata gadis itu mengarah pada kaca spionnya hanya sekedar melihat siapa saja yang mengawal nya sampai ke bandara.


40 menit kemudian, mobil itu mulai memasuki area luar Bandara yang sangat luas. Ia memarkirkan mobilnya didepan sana lalu turun dari mobilnya, beserta kedua remaja itu.


Banyak pengawal yang langsung berjalan dengan melindungi ketiganya, beserta sekretaris nya juga.


Sekretaris Kang terus menarik koper Nona nya, sedangkan gadis itu berjalan santai tanpa memegang apapun.


Mereka melakukan pemeriksaan seperti yang lainnya, salah seorang pengawal nya mengambil tiket yang sudah dipesan. Sedangkan pengawal lainnya dikirim oleh orang lain, mereka hanya mengatakan jika sedang menjalankan perintah bos mereka saja.


Mereka menunggu sebentar diluar sana, Axila juga hanya terdiam dan sesekali bicara pada adiknya ataupun pada sekretaris nya saja.


"Aku percaya kan keamanan adikku padamu, sekretaris Kang.


Bantu dia menyelesaikan tugasnya, kau paham?" ujar Axila.


Sekretaris Kang mengangguk, "saya paham, Nona." balasnya.


"Azka," panggil Axila. Segera saja remaja itu mengangguk, "fokuslah pada ujianmu setelah itu selesaikan tugasmu.


Sekretaris ku yang akan membantumu memberikan mereka pelajaran, kau paham?"


Ini bukanlah pertanyaan tapi perintah. Itulah yang dirasakan oleh Azka.

__ADS_1


Azka mengangguk, "baik Noona. Berjanjilah untuk datang menjemput ku sesuai dengan janjimu." ujarnya.


Axila mengangguk, dia mengelus rambut Azka dengan sayang.


"Berjalanlah semampu mu. Jangan terlalu memaksakan dirimu untuk belajar.


Aku tak akan malu hanya karena adikku mendapatkan nilai buruk, kurasa sesekali mendapatkan nilai buruk juga lumayan." ujar Axila, dia tak ingin Azka memaksakan diri untuk bisa mendapatkan peringkat pertama di kelasnya, dia tak ingin egois seperti orang tua lainnya ataupun wali lainnya.


Ia tak bisa memaksakan Azka agar seperti anak-anak yang lain.


Bukankah kita tak bisa memaksa ikan agar memanjat pohon seperti monyet, atau menyuruh kuda untuk menyelam sedalam paus?!


Sampai kapan kita harus fokus pada kelemahan? jika kelebihannya berada di lain tempat?


Itulah mengapa manusia diciptakan berbeda-beda, karena manusia juga mempunyai potensi yang berbeda-beda.


Tatapan Axila juga tertuju pada Sehun, "belajarlah dengan Azka. Bantu dia memahami pelajaran yang ada, kau mempunyai potensi yang sangat kuat dalam dirimu.


Azka memeluk kakaknya dengan erat, "aku akan merindukan mu, Noona." ujarnya, Sehun juga ikut memeluk Axila sama seperti temannya.


"Kembalilah, aku pergi dulu." ujar Axila, ia mengambil alih kopernya dan berjalan menjauhi Azka dan yang lainnya setelah mendengar pengumuman jika pesawat yang akan ditumpanginya akan segera berangkat.


Axila sesekali memutar kepalanya agar melihat Azka yang saat itu menitikkan air mata, terlihat Adiknya sangat cengeng. Tangannya melambai pada mereka, dan dibalas oleh yang lainnya lalu menghilang dari pandangan mereka semua.


Azka masih berdiri didepan dinding kaca yang menunjukkan area landasan pesawat, melihat pesawat yang ditumpangi oleh kakaknya sudah lepas landas diatas udara.


Sehun yang berada disampingnya menenangkan temannya, mengelus bahu Azka agar menahan dirinya.

__ADS_1


"Noona sudah berjanji agar kembali lagi nanti, sudahlah. Ayo kita kembali." ajak Sehun, dia mengangguk pada sekretaris Kang lalu membawa Azka pergi dari sana diikuti oleh para pengawal lainnya.


Di pesawat, Axila memandang kearah luar jendela. Ia mengenakan earphone ditelinga nya lalu memutar drama di laptopnya agar tak merasa bosan karena waktu yang ditempuh masih terlalu lama untuk sampai di tanah air.


...------...


Diruang kerjanya seorang pria sedang bermain dengan laptop dan berkas yang berada didepannya.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerjanya lalu masuklah seorang pria tampan lainnya.


Kakinya berjalan mendekat kearah Tuannya.


"Ada apa, Jack?" tanyanya tanpa mendongkak untuk mengetahui siapa orang itu karena dia sudah dihafal dengan aroma parfum yang dikenakan oleh asistennya.


"Saya baru saja mendapatkan kabar dari orang kita yang berada di Seoul, jika Nona telah kembali hari ini meninggalkan Adiknya sendi-"


"Kembali? Maksudmu dia pulang ke sini?" potongnya, kalian tahu siapa dia bukan?.


"Ya, Tuan. Nona kembali hari ini dengan tiba-tiba, mungkin terjadi sesuatu sehingga dia harus kembali." balas Jack.


Mike tersenyum simpul, "akhirnya dia kembali juga." ujar Mike.


Dia menutup laptopnya dan beranjak dari sana bersama asistennya itu.


Berbeda dengan keadaan di rumah Michael dan keluarganya.


Maria Sangat bahagia mendengar jika putrinya hari ini telah kembali, kabar itu ia dapatkan dari suaminya sehingga dia memutuskan untuk kembali dengan cepat dari rumah sakit.

__ADS_1


Putra juga sudah kembali ke rumah, dia tak tidur di asrama untuk hari ini. Begitupun dengan Michael yang berada di rumah, mereka menyiapkan penyambutan untuk putri angkat mereka.


Tak beberapa lama, mereka bersiap dan pergi ke bandara menunggu kedatangan orang yang menghilang tanpa kabar sebulan ini.


__ADS_2