
Perjalanan menuju rumah Axila memakan waktu hampir sejam, namun tak membuat Azka merasa lelah dan tertidur. Ia malah asik merekam apa yang berada diluar sana hanya dengan mengaktifkan kamera dari kacamatanya, hanya memencet tombol mini yang berada persis disamping kacamata itu dan semuanya akan terekam dengan jelas.
Sepanjang jalan juga tak membosankan, Azka terus menyanyikan lagu-lagu dari salah satu boyband kesukaannya. Astro.
Namun ia kesusahan ketika sampai pada rapper nya, bukan tak mau namun ia memang tak bisa.
Mobil Axila mulai memasuki area perumahan yang terlihat sangat nyaman dipandang. Pintu gerbang itu terbukti dengan sendirinya, membuat gadis itu kembali melajukan mobilnya memasuki lingkungan rumahnya.
"Ayo turun." ujar Axila, ia segera turun dari mobilnya.
Begitupun dengan Azka, matanya menatap rumah itu dengan kagum.
"Wooohhh....
Rumahnya sangat bagus." ujar Azka penuh kekaguman.
Mobil-mobil dibelakangnya juga telah tiba, semua orang keluar dari mobil dan berdiri didepan rumah.
"Rumah yang bagus." ujar Levi memuji.
"Hmm.." balas Axila, ia melangkah kedepan pintu, memasukkan password lalu pintunya terbuka.
"Ayo masuk..." ajak Axila, Azka dan yang lainnya menyusul dan memasuki rumah itu.
"Woooh...."
Lagi-lagi Azka terkagum-kagum dengan rumah itu, terlihat sangat mewah dan membuat suasana didalamnya menjadi adem.
Bagaimana tidak, didalamnya terdapat banyak hiasan dinding yang bertema alam, pohon-pohon mini yang diletakkan di setiap sudut rumah.
"Wahh....
Noona, ini rumah siapa?" tanya Azka polos, ia takut jika mereka salah masuk rumah.
"Rumahku, dan rumahmu juga." balas Axila, mereka semua duduk diruang tamu, Axila juga menghidupkan pendingin ruangan. Membuat ruangan itu penuh dengan harum apel.
Orang-orang Levi membawa masuk barang-barang Azka dan Axila, entah itu koper maupun kardus-kardus yang berisi barang-barang Azka. Dan memang semua itu milik Azka juga sih.
"Aku tak mempunyai pelayan disini, jadi tak ada yang membawakan kalian minum.
__ADS_1
Jadi, tunggu sebentar akan kuambil kan." ujar Axila, ia berlalu ke dapur memanaskan teh kemasan didalam air yang ia rebus.
Sedangkan barang-barang mereka disuruh untuk meletakkannya disana saja, ia dan Azka yang akan membereskan semua itu sendiri.
Axila kembali setelah beberapa menit dengan ditemani Maria, ia tak akan membiarkan putrinya sendirian di dapur. Mereka kembali dengan membawa nampan berisi beberapa gelas teh dan camilan yang diambil dari dalam kulkas.
Isi kulkas Axila itu hanya biskuit, snacks ringan, kue kering, roti dan makanan yang bisa dikatakan cepat saji.
Azka berkeliling rumah sebentar, sedangkan Levi, Putra, Michael dan asistennya Levi dan teman-teman Axila tetap berada diruang tamu.
"Azkaaa..." suara Axila menggema didalam rumah, ia tak tahu sudah sampai dimana Adiknya berkeliling.
Azka yang berada di taman belakang segera kembali setelah mendengar suara kakaknya.
"Ya, Noona?" balas Azka.
"habiskan teh mu, setelah itu istirahat." ujar Axila.
Azka patuh, ia duduk dan mulai meneguk teh nya beberapa kali, selain itu hanya keripik kentang saja yang ia makan.
Jangan lupa jika Azka adalah pecinta keripik kentang.
...-------...
Malam harinya....
Semua orang sudah kembali, baik itu Michael the famili maupun Levi dan teman-teman Axila sejam beberapa jam yang lalu, membiarkan kakak beradik itu beristirahat karena perjalanan yang cukup memakan waktu.
Azka yang baru bangun tidur merasa cacing didalam perutnya mulai berdemo, ia melangkah keluar dari kamarnya lalu mengetuk pintu kamar kakaknya.
"Noona.... Noona...."
Azka memanggil kakaknya, setelah pintu terbuka ia menatap kakaknya.
"Ada apa?" ujar Axila.
"Aku lapar" Balas Azka, Axila mengelus rambut Azka gemas.
"Ayo makan, tapi diluar yah. Aku sedang malas untuk memasak." balas Axila.
Azka mengangguk, ia dan Axila keluar rumah dan mencari makanan diluar. Karena ini sudah pukul 9 malam, beberapa restoran sudah tutup. Axila juga mengajak Adiknya untuk makan disalah satu caffe yang masih buka.
__ADS_1
Motor sport milik Axila terhenti disalah satu kedai makanan, kedua kakak beradik itu turun dan masuk kedalam sana.
Azka terlihat menikmati suasana didalam sana, setelah memesan makanan mereka, kedua kakak beradik itu duduk dan menunggu pesanan mereka disiapkan.
Azka menggunakan kacamata itu dan juga membawa handycam, ia merekam sesuatu dalam jarak dekat menggunakan handycam.
Saat sedang menunggu seseorang menghampiri mereka.
"Kapten Axila?" suara itu mengalihkan pandangan kedua kakak beradik itu.
"Robin?" balas Axila.
"Kau makan disini juga?" tanya Robin.
Axila mengangguk, "yah. Adikku lapar jadi kami mencari makan diluar." Balas Axila.
"Annyeonghaseyo..." sapa Azka sopan jangan lupa jika ia menundukkan kepalanya juga.
Robin melakukan hal yang sama. "Dia?"
"Adikku." balas Axila cepat.
"Ohh.... " balas Robin, dokter tampan itu tak berlama-lama disana karena ia hanya keluar untuk membeli makan saja, ia berpamitan dan pergi dari sana.
"Noona, tadi siapa?" tanya Azka.
"Kenalan ku." balas Axila.
Kedua kakak beradik itu kembali setelah selesai dengan makan malam mereka lalu kembali ke rumah.
Barang-barang Azka sudah dibereskan, dibantu Putra sebelum pria itu pergi.
Hari-hari setelah itu hanya ada kebersamaan kedua kakak beradik itu. Azka juga harus kembali belajar bahasa Indonesia dengan guru les yang Axila pilih sendiri.
Masuk Sekolah yang baru, kembali beradaptasi dengan lingkungannya dan lain sebagainya.
Ia juga sangat populer di sekolah karena ketampanannya, ditambah Azka menjadi seorang YouTubers membuatnya mendapatkan promosi, ditawari untuk menjadi model dan lain sebagainya.
Sedangkan Axila, gadis itu sudah mengambil alih perusahaan yang sudah didapatkan atas bantuan dari Daren.
Dalam sebulan ini, perusahaan itu sudah kembali stabil bahkan lebih baik lagi dari pada dipimpin oleh direktur sebelumnya.
__ADS_1