
Indri tak menyangka, jika ia harus berhadapan dengan pria ini. Pria yang bahkan tak ia ketahui apa lagi mengenalnya.
Levi mengambil map itu, membukanya dan menarik secarik kertas yang bertuliskan sesuatu.
Ia membacanya dengan detail, menggeleng kepalanya. Entah apa yang ia baca saat ini.
"Hmmtt.. Ternyata kau orang yang pernah dekat dengan Axila, yah," ujar Levi. "namun sayangnya malah menjadi orang yang menusuknya dari belakang." lanjut Levi lagi.
"Mau kubantu habisi dia, Bos?" tanya seorang pria yang sejak tadi menyandarkan di depan pintu.
"Hmm." balas Levi, "Tapi, sepertinya kematian terlalu mudah untuknya." lanjut Levi lagi.
"Itu bukan masalah untukku. Lagi pula, tubuhnya juga lumayan." balas pria itu. Robert, pria yang gila itu malah mempunyai ide tersendiri.
"Apa yang kalian inginkan?" ujar Indri tiba-tiba membuat tiga pria itu menatapnya.
Levi tak menanggapi pertanyaan Indri, ia malah bertanya pada Robert.
"Mereka sudah makan untuk malam ini?"
"Kurasa belum, hanya Bi saja yang sudah. Tapi kurasa ia ingin tambah lagi, karena ada makanan yang terlihat lezat untuk mereka." balas Robert, ketahuilah jika saat ini bahaya sedang mengancam Indri.
"Panggil Mereka, aku ingin melihat bagaimana mereka memakan makanan ini." ujar Levi sambil menatap tajam kearah Indri.
Robert mengangkat kedua bahunya, ia berbalik lalu membuka pintu.
"Kalian dipanggil sama bos." ujarnya pada dua orang bodyguard yang sedang menjaga didepan pintu.
"Baik, Tuan." balas Mereka, Robert berbalik dan membiarkan kedua bodyguard itu masuk.
__ADS_1
"Tuan memanggil kami?" tanya salah satu dengan hati-hati.
"Kalian sudah makan untuk hari ini?" tanya Levi.
Keduanya saling pandang, tumben tuan mereka perhatian seperti ini.
"Aku belum bos." balas salah satu dari mereka, membuat Levi mengangguk.
"Ada makanan yang lezat dan sudah tersedia. Kalian tak perlu membayar mahal untuk memakannya, karena dia gratis." ujar Levi yang terdengar seperti suara iblis yang sedang menggoda.
Keduanya terfokus pada kata "Dia Gratis".
Itu berarti bukan makanan yang akan masuk kedalam lambung dan perut mereka, namun....
"Beriman lah, aku akan melihat seberapa kuat dia bertahan. Mungkin, bisa menjadi salah satu pel4cur di club." ucapan Levi terdengar sangat menggiurkan.
Keduanya saling pandang, mereka masih tak menyangka jika tuan merek memberikan makanan yang sangat menggiurkan itu. Apa lagi posisinya terlihat sangat, Ouhh...
Tanpa menunggu lagi, keduanya melangkah dengan sedikit ragu kearah ranjang yang sudah tersedia sesuatu yang menggiurkan.
"Jangan mendekat!.. Jangan sentuh aku, B4jingan!... lepaskan tanganmu dari tubuhku!.." Indri meronta ketika kedua pria itu mulai memegang tubuhnya, meremas dua gundukan yang sangat menggiurkan. Mereka sudah tak peduli lagi ada Levi, sekretaris nya ataupun Robert disana.
Salah satu nya merobek paksa dress mini yang Indri kenakan, membuat tubuhnya menjadi bugil dan hanya menyisakan dalamannya, namun itu tak bertahan lama karena kemudian dia sudah tak lagi mengenakan apapun.
Dan dua pria itu saling berebut, memasukkan jarinya kedalam inti dari Wanita itu dan memainkannya.
Levi mengalihkan pandangannya pada Robert yang sudah duduk disalah satu meja kayu yang berada di pojok kamar.
"Kau tak ikut mereka bermain?" tanya Levi
__ADS_1
"Sorry, Bos. Dia bukan seleraku, punyaku bahkan lebih menggoda darinya." balas Robert sinis, enak saja. Dia bahkan mempunyai segudang wanita seksi yang akan dengan senang hati melayani nya, hanya menunjuk saja mereka sudah kegirangan.
"Yah, aku tahu. Siapa yang tak kenal Robert di Player ini." sinis Levi. Dia sangat tahu seperti apa orangnya ini. Robert sering melakukan making love dengan para wanita, entah itu masih tersegel ataupun tidak. Jika beruntung, Robert akan mendapatkan yang masih segel.
"Huh, ini membosankan." tiba-tiba saja Levi mengatakan hal itu, membuat dua bodyguard segera membuat adegan yang lebih panas lagi agar tuan mereka terhibur.
Levi beranjak dari kursi itu, membuat Robert segera mengalihkan pandangannya pada Levi lagi.
"Kau mau pergi?" tanyanya.
"Tontonan nya tak mengasikan, bahkan tak membuatku berselera untuk melihatnya." ujar Levi.
"Cih! Kau mengatakan nya karena kau belum pernah merasakannya." ejek Robert.
"Aku akan melakukan nya dengan orang yang aku cintai, bukan seperti mu yang selalu bersama-"
"Cukup! Aku akan menggantikan diriku jika ada yang cocok." potong Robert, ia sangat tahu arah pembicaraan Levi.
"Kuharap begitu." sambung Levi lalu pergi dari sana. Setelah tiba di depan pintu utama, ia melihat dua bodyguard yang lain.
"Masuklah dan bermain didalam sana. Jika tidak, kurasa kalian tak akan mendapatkan bagian kalian." ujar sekretaris Levi, kedua nya saking pandang dan mengangguk tanda mengerti.
Setelah mobil Levi mulai meninggalkan tempat itu, keduanya segera masuk dan bermain didalam sana bersama teman-teman mereka.
Kamar itu terus terdengar suara desahan para pria, dengan seorang wanita yang juga ikut menikmati permainan mereka. Ia digilir sekaligus oleh empat pria yang bahkan tak ia kenal, mereka terus bermain dengan sangat kasar.
Indri tak menyangka, jika dirinya diperlakukan seperti ini oleh mereka.
Beberapa jam yang lalu ia terlihat sangat senang, lalu menjadi kesal. Setelah itu kekasihnya malah memperlakukan nya dengan kasar karena pria itu merasa terancam oleh orang yang sepertinya berpengaruh besar bagi Kekasihnya.
__ADS_1
Berlanjut pada nya yang dengan kesal pergi mencari hiburan tersendiri, bertemu dengan pria yang langsung menggodanya. Siapa lagi jika bukan Robert, membawanya bersenang-senang untuk beberapa saat dan sekarang. Ia malah berakhir dengan digilir oleh empat pria, dan Robert malah menonton permainan anak buahnya dengan senyuman sinis.