
Beberapa Hari sudah berlalu Royan masih belum menemui Mira, dia mencari Ke sekolah Leo ternyata leo sudah pindah sekolah.
Tidak putus asa dia meminta beberapa temannya untuk membantunya menemukan Mira.
Disisi lain mira memulai kehidupan barunya dengan tenang , bukan berarti dia sudah melupakan dendamnya kepada royan.
"Leo disekolah baru betah nak,,, tanya mira"
"Betah ma Leo punya banyak teman baru di sekolah, Leo malah disuruh main kerumah teman leo mah. "
"Ya sudah kapan kapan kamu boleh main kerumah teman kamu yang terpenting Izin dulu sama mama"
"iya ma,,, "
Mira masih belum menemukan cara untuk membalas royan,untuk sementara dia menikmati kehidupan barunya dan anaknya.
Di satu sisi mamanya royan mengurung diri dia merasa sangat bersalah kepada cucunya.
"Ma, mama makan dulu royan gak mau nanti mama jatuh sakit"
"mama gak butuh makan mama mau lihat gimana wajah cucu mama, mama belum melihatnya,."
"Tapi ma, Cucu mama sudah meninggal mama mau sampai kapan begini terus,,, Royan tidak tega melihat mamanya yang tidak seperti dulu lagi.
"Kamu sudah menemukan mira belum".
__ADS_1
"Belum mah, Royan sudah mencari dimana mana tapi tidak mendapat informasi sedikit pun."
"Kamu harus terus mencari mira kalau kamu sudah menemukan nya baru mama akan kembali seperti biasanya, kamu mengerti kan".
"Iya ma royan mengerti,,, royan pergi meninggalkan mamanya.
Mira kamu sekarang ada dimana Sih, sampai segitunya menghindar dari aku,,,, bicara dalam hati.
Sudah dari pagi leo main kerumah temannya, Mira merasa khawatir kenapa leo belum pulang. Mira pergi menjemput leo Dirumah temannya.
Rumah yang lumayan megah, dan halaman yang sangat luas.
Mira merasa kagum, rumah ini tidak jauh berbeda dari rumah pemberian dari royan yang sudah Dijualnya.
"Oh mamanya temannya non rika, mari masuk dulu biar saya panggilkan ,,, kata pembantunya.
Mira masuk kedalam rumah itu dan duduk diruang tamu, Di sebelah ruang tamu ada beberapa orang yang sedang berbicara.
Mira mendengar beberapa orang itu berbicara tentang royan, walau tidak terlalu jelas mira bisa menebak kalau orang itu pasti musuh musuh royan.
"Mama kenapa menyusul leo ma, Leo bisa pulang sendiri kok".
"mama khawatir sama kamu, sudah Sore masih belum pulang mama kira kamu malah di culik orang".
"tunggu sebentar ya ma, leo mau pamitan dulu sama Rika ".
__ADS_1
mira menunggu leo pamitan sama temannya, dari sebelah ruang tamu keluar seorang pria yang masih Lumayan muda ,umurnya mungkin tidak terlalu jauh dari mira.
"Kamu siapa,,, tanya pria itu.. "
"Maaf saya cuma mau menyusul anak saya,,, jawab mira"
"Oh kamu mama nya Leo, kenalin aku Andika papanya Rika."
"Saya mira."
"Mira, nama kamu aku kayak pernah mendengarnya tapi dimana ya??..
"Iya mungkin kamu pernah mendengarnya di suatu tempat,,, mira masih tidak ingin memberi tau kalau dia mantan istrinya royan.
"Mama ayo kita pulang, om Leo pulang dulu".
"iya kapan kapan leo kesini lagi ya main sama rika."
"Terimakasih sudah bolehin Leo main disini kami pamit pulang dulu,,, kata mira.
Aku benaran tidak asing dengan Mamanya leo namanya pernah dengar dimana ya,aku harus bisa cari tau lebih jauh.
Mira dan leo akhirnya sampai di rumah.
Mungkin ayahnya rika musuhnya royan kalau aku bisa manfatin dia pasti sangat menguntungkan buat aku untuk membalas dendam ke royan ,,, dalam hati mira.
__ADS_1