Pesona Indira

Pesona Indira
1


__ADS_3

Siang itu, Seorang gadis memakai pakaian muslimah berwarna hitam dipadukan dengan cadar dengan warna senada, berjalan menyusuri sebuah jalan sempit di perkampungan, setiap melewati perkumpulan orang-orang yang sedang bercengkrama, indira selalu mengucapkan salam dan menundukkan kepalanya.


Walaupun bercadar, kedua mata indira tampak cantik dengan bulu mata yang tebal dan panjang, kedua alis tebal dan lebar seperti pematang sawah.


Indira, semua orang mengenali gadis itu bernama indira, indira hidup bersama seorang nenek bernama darmi.


Sejak usia 3 tahun,Indira sudah memakai pakaian tertutup dan bercadar sampai masyarakat sekitar malah pernah menggunjingnya sebagai anak yang cacat dan punya penyakit kulit yang menular.


Darmi selalu tersenyum saat semua orang mengatakannya, biarlah orang mau berbicara apa,Darmi sudah tidak peduli.


Indira kecil sudah tumbuh dewasa,Indira pun selalu memegang teguh prinsip dari Darmi,sang nenek..bahwa kita hidup bukan untuk menyenangkan orang lain tapi kita harus tetap sopan dan tidak boleh bersikap kurang ajar.


Indira memeluk Darmi dengan hangat.

__ADS_1


"Nek...aku izin ambil kuliah kedokteran di Jakarta ya, boleh???"ucap Indira tersenyum


"di Jakarta!!"Darmi bertanya balik dengan penuh ke khawatiran


"iya nek, aku dapat beasiswa loh disana, sayang kalau gak diambil...biar aku bisa merawat nenek"kedua mata Indira berkaca-kaca menatap Darmi yang selalu tersenyum


"kuliah kedokteran itu lama sayang, gak mungkin kan kamu ambil hanya di dokter umum saja"Darmi mengelus kepala Indira dengan lembut.


memang benar Indira mempunyai impian untuk menjadi seorang dokter spesialis penyakit dalam, karena memang tujuannya untuk merawat Darmi yang sering sakit-sakitan.


"bagaimana kalau ambil keperawatan aja ya, gak lama kok hanya 5 tahun saja"Darmi tetap tersenyum


"nenek ..apa bedanya 5 tahun dan 6 tahun, itu hanya selisih 1 angka saja nek...boleh ya, aku janji akan selalu pulang jika libur" Indira mengedipkan salah satu mata terindahnya.

__ADS_1


"baiklah ..semoga selalu sehat ya sayang" Darmi memeluk Indira kembali


"oh ya nek, bagaimana kalau nenek ikut aku aja tinggal disana, biar aku tenang nek.."Indira mengangkat kepalanya melihat wajah darmi yang semakin tua.


Darmi menghela napasnya dengan berat, "Aku sudah kabur sejauh-jauhnya dari orang-orang yang gila harta,dan sekarang aku harus kembali lagi ke sana, Ya Allah...apakah ini takdirmu"ucap Darmi dalam hati.


Indira memandang Darmi dengan bingung, waktu Indira kecil, Darmi selalu mengatakan padanya kalau setelah lulus SMA, Indira harus kuliah di kedokteran agar bisa membantu masyarakat yang tidak mampu untuk berobat, tapi ketika hal tersebut sudah didepan mata, Darmi malah seperti tidak suka.


"oh ya nek, aku ambil yang di Lampung aja ya, kuliah kedokterannya, gak usah di Jakarta,bagaimana???" Indira masih mencoba berdiskusi


"iya.. nenek setuju kalau di Lampung...kita pindah ke sana saja, kapan mulai masuk kuliahnya sayang"Darmi tersenyum lagi


"satu bulan lagi nek, baiklah yang di Jakarta aku cancel ya nek".Indira mengambil ponsel dan mengirim email pada universitas yang di Jakarta kalau Indira tidak jadi ambil yang di sana.

__ADS_1


__ADS_2