Pesona Indira

Pesona Indira
73


__ADS_3

Indira terbangun dan merasa bingung, karena indira bukan berada di rumahnya.


Indira mendengar suara riuh, seperti ada anak-anak yang sedang latihan karate.


indira duduk namun kepala nya berputar dan merasa asam lambungnya pun meningkat.


Indira pun tiduran kembali, setelah lima belas menit memejamkan matanya, indira merasa sudah ada perbaikan.


Indira keluar dari kamar dan melihat seorang wanita bercadar sedang mengajarkan ilmu bela diri pada anak-anak jalanan.


"Anak -anak jalanan berlatih karate, Hebat!! "gumam indira pelan.


Indira mendekat dan wajah kagetnya sangat menggemaskan, sampai aruna terkekeh.


"Sudah bangun bumil, sudah lebih baik kondisinya"tanyanya sambil tersenyum.


"Mama...mama yang kemarin melawan Braga??"


"ya sayang...seorang ibu tidak akan pernah membiarkan anaknya dalam kesulitan, apalagi putri cantik mama ini lagi hamil, mama tidak mau terjadi apa-apa dengan kalian berdua"Aruna memeluk indira sambil mengusap punggung indira.

__ADS_1


Prayudha yang datang bersama Gumilang pun hanya tersenyum melihat kedua wanita kesayangannya itu saling berpelukan.


prayudha tersenyum bangga, wanita yang sudah jadi istrinya itu ternyata sangat mandiri, Aruna bahkan mampu menjadi perisai buat anaknya.


"Terima kasih ma..tapi lain kali jangan seperti ini, aku tidak mau kehilanganmu untuk kesekian kalinya"


"Maafkan saya tuan muda Bramantyo"Aruna menunduk sambil menghilangkan tangannya di dada.


Kemudian Prayudha dan Aruna pun saling berpelukan.


Gumilang menatap indira yang berdiri tidak jauh dari kedua orangtuanya, namun Gumilang kecewa karena indira tidak menggunakan cadarnya.


"Waalaikum salam mas,kenapa???kok wajahnya gak enak dilihat begitu"jawab indira yang merasakan kalau Gumilang sedang marah padanya.


"Cadar nya mana sayang!!!!"tanya Gumilang yang sama sekali tidak tersenyum.


"cadar..Innalillahi...aku gak tahu mas....aku kesini pun gak sadar kalau gak pake cadar...pantes saja anak-anak pada melihat semua padaku"


"Senang, kalau dilihat sama orang lain selain sama suaminya!!!"

__ADS_1


"Haah...apa mas???gak gitu..ih mas gum ini..nyebelin"kedua mata indira sudah berkaca-kaca.


Gumilang yang tidak sanggup melihat indira bersedih pun ,langsung memeluknya.


"Mas minta maaf ya sayang...Mas gak suka kalau sayangnya mas gak pake cadar...mas gak mau sayang jadi objek buat mereka...sayang pake cadar saja , mas banyak saingan apalagi gak pake cadar, mas gak sanggup, rasanya sayang"Gumilang melepas pelukan dan memang wajah indira yang kemerahan.


"Gombal!!!"indira mendelik sambil mengulum senyum.


Aruna dan prayudha menghampiri kedua insan yang sedang menahan rindu.


"Saya minta maaf, mas gum..saya yang melepas cadar nya rara, saya pikir karena di sini lebih banyak anak kecil dan tidak ada yang akil baligh...saya pribadi minta maaf kalau mas gum merasa tidak suka"


"bukan begitu bu dokter..saya yang minta maaf karena terlalu posesif pada istri saya"Gumilang menundukkan kepalanya.


Ke empatnya masuk ke dalam rumah setelah membubarkan anak-anak yang sedang latihan.


Indira melihat ke sekeliling, dan indira sangat tahu tempat ini, indira pernah latihan karate di sini selama Sekolah, tapi kalau yang melatihnya Gumilang dan Aruna, indira juga tidak terlalu ingat.


Indira memandang sebuah bingkai yang berisi foto bersama saat ada turnamen, disana ternyata ada Aruna, indira dan Gumilang yang berada dalam satu tempat yang sama.

__ADS_1


__ADS_2