Pesona Indira

Pesona Indira
75


__ADS_3

Andara mencium rista , anak ke tiganya perempuan, cantik seperti wajah Andara. kebahagiaan nya terpaksa harus ditunda, ada kesedihan sedang melanda keluarganya.


Andara pamit ke rista untuk menemui indira di ruang intensive.


Andara menghela napas, Andara mendekat ke arah indira yang sedang terpasang alat ventilator.


"Ra..bangun ra...ini aku Andara....kamu tahu ra, anak kakak perempuan, anak kamu juga perempuan, cantik ra...mereka seperti anak kembar...bangun ra...kamu gak kasian sama mas gum...sama anak kamu....bangun ra..bangun....bangun ra..."Andara menangis histeris.


Semua perawat dan dokter yang sedang jaga, hanya tertunduk lesu...dokter indira, dokter yang paling ramah, baik dan kadang suka bercanda itu sedang berjuang melawan dirinya sendiri.


Badan Andara luruh ke lantai, Andara menangis sesenggukan, Andara berharap ada keajaiban. dan ini adalah hanya mimpi buruk semata.


Gumilang melihat Andara dari kaca luar pun hanya mampu meneteskan air matanya.


dokter Jenira masuk dan berlutut dekat Andara.

__ADS_1


"dokter Andara...bisa kita bicara...ini tentang kondisi indira"ucap jenira menatap wajah Andara yang masih terlihat tampan walaupun sedang bersedih.


Andara yang awalnya tertunduk pun mengangkat wajahnya, dan dokter jenira pun seperti terhipnotis oleh ketampanan dokter Andara yang tidak diragukan lagi pesona playboy nya.


dokter jenira malah terdiam dan tampak melongo, Andara menghela napas dan tersenyum melihat dokter Jenira yang seperti patung di depannya.


beberapa kali Andara berdehem, barulah dokter Jenita terbangun dari alam bawah sadarnya.


"Maaf..maaf.."dokter Jenira pun berdiri, namun saat berdiri tubuhnya tidak seimbang dan hampir terjatuh, seketika tubuhnya di tarik oleh dokter umum yang sedang berjaga di sana.


Wajah Jenira menjadi merah menahan malu, Andara bahkan tidak menolongnya.


"Kenapa anda tidak menolong saya dokter Andara"ucap dokter Jenira menekan nama dokter Andara.


" Maaf saya tidak sempat dan saya juga tidak mau berurusan dengan istri dari seorang Braga jaya praga, yang sedang mendekam di penjara karena kasus penculikan dan hampir membunuh suami dari adik saya, dokter Indira"Andara tersenyum sinis sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.

__ADS_1


"Baiklah anggap tadi adalah intermezzo...dan tolong jangan pernah anggap saya istri dari Braga lagi, karena kami sudah bercerai jauh sebelum dia, menculik suami dari dokter indira...maksud kedatangan saya kemari, ingin memberikan informasi bahwa jika kondisi dokter indira sudah stabil bisa dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang, saya rasa anda sangat paham dengan tindakan tersebut"dokter Jenira menatap Andara dengan sangat intens sehingga membuat Andara merasa merinding dibuatnya.


"baiklah dokter Andara..saya permisi dulu ya"dokter Jenita berlalu dan dengan genit nya ingin memegang dagu Andara tapi Andara mundur dan membalikkan badannya.


"Hadeechh."Andara menepuk kepalanya sendiri.


dokter jaga dan perawat yang berada disana hanya mampu mengulum senyum.


Gumilang menggelengkan kepalanya perlahan, wajahnya tersenyum saat melihat tingkah dokter jenira yang sedang menggoda Andara.


Gumilang kembali tersedu saat mengingat kembali kelakuan indira yang selalu menggodanya.


"Yanda kangen manda...manda kapan sadar...nilam kemuning sedang menunggu manda...manda sadar ya ...kita rawat nilam kemuning bersama"


Sudah dua minggu, indira masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Indira....indira putri prayudha Bramantyo"panggil seseorang di alam bawah sadarnya indira.


__ADS_2