Pesona Indira

Pesona Indira
80


__ADS_3

"Kok bisa"tanya Gumilang terkejut


"tadi tertukar di bandara mas...saya juga gak tahu ini punya siapa"jawab Akhtar pasrah.


Gumilang mengerutkan dahinya, saat melihat label nama indira di sana.


Gumilang menelan ludahnya dengan kasar.


Kalau koper bisa tertukar, berarti indira ada di hotel yang sama di sini.


beberapa kali Gumilang menghubungi indira, namun ponsel indira tidak aktif, lalu Gumilang mengirim pesan lewat whats app pun hanya cek list satu.


"Hemh...pasti lupa mengisi batere ponsel"ucap Gumilang dalam hati.


meski hatinya sedang dilanda kegelisahan, Gumilang tetap menjalankan pekerjaannya dengan profesional.


Gumilang pun pamit pada Akhtar karena harus bertemu dengan teman bisnisnya yang lain.


Indira dan nilam masuk ke lobi hotel yang sama dengan akhtar, indira mengerutkan dahinya saat masuk sekilas melihat ada koper dengan warna yang sama....indira hanya mengulum senyum saat menyadari kalau kopernya ternyata tertukar.


Indira dan nilam pun menghampiri Akhtar yang sedang menelpon.


Sepuluh menit ,indira dan nilam berdiri di belakang Akhtar yang sedang menelpon namun tak kunjung selesai, akhirnya indira pun menulis catatan kecil di sebuah kertas" Maaf mas..Saya tukar kembali kopernya, saya tidak bisa menunggu anda menelpon lebih lama lagi karena saya punya kepentingan lain..terima kasih sudah membawa koper saya ke sini".


Indira dan nilam pun memesan kamar yang ternyata bersebelahan dengan kamar gumilang.

__ADS_1


Tiba di kamar hotel, indira langsung mengisi ulang batere nya, sedangkan nilam sudah tertidur pulas dari tadi.


Indira menghidupkan ponselnya, ada panggilan tak terjawab sebanyak 10x dan pesan masuk yang dikirim lewat WhatsApp dari Gumilang.


"Assalamualaikum dimana, sayang???"


"Manda dan nilam dimana???"


"Manda???"


"🤔"


Indira pun menghubungi Gumilang dan segera di angkat.


"Waalaikumsalam manda ini bagaimana ya..kebiasaan...selalu habis baterai...manda tahu gak dari tadi Yanda gak tenang...Yanda takut terjadi apa-apa sama manda...kenapa sih manda gak pernah paham!!!"Gumilang mengeluarkan kekesalan pada istrinya.


"Masih marah gak sayang...ada yang mau dikeluarkan lagi "indira tersenyum menggoda suaminya.


Gumilang tertegun, baru kali ini indira memanggilnya dengan kata sayang.


Amarah yang sudah di ubun-ubun berubah menjadi air terjun yang menyejukkan.


"Mas gum...mas..mas"indira terus berbicara tapi Gumilang malah senyum sendiri.


"iya sayang...makasih ya akhirnya manggil sayang juga...sekarang sayang ada di mana???"

__ADS_1


"di hotel nusantara kamar 4402 mas"


"kamar 4402..mas juga di hotel nusantara di 4412...coba keluar dari kamar sayang"


indira dan Gumilang pun keluar dari kamar masing-masing.


indira dan Gumilang saling melempar senyum saat, keduanya berhadapan.


kamar indira berada tepat di depan kamar Gumilang.


Gumilang pun mendekat dan memeluk indira.


"Nilam mana sayang???"tanya Gumilang sambil masuk dan celingukan.


"tidur di karpet...ketiduran dia mas...Habis makan"


"ada seminar kah di hotel ini sayang???"tanya Gumilang lagi menatap indira dengan sendu.


"iya ada...besok jam 09-17...selama 5 hari"


"Nilam bagaimana"


"Nilam kan anak baik...nilam selalu bisa menempatkan diri, tidak pernah rewel dan bisa diajak kerjasama"


"besok Nilam sama mas aja ya...mas mau anak nilam jalan-jalan"

__ADS_1


"kok nilam doang...manda gak di ajak nih Yanda???"


Gumilang tertawa dengan kencang melihat indira yang cemburu pada anaknya.


__ADS_2