
Indira terbangun saat mendengar suara tangisan milik darmi.
Indira keluar dari kamar dan menatap pada ketiga orang tuanya itu.
semua mata tertuju padanya, sampai darmi pun menyembunyikan gambar itu di belakang punggungnya.
"gambar apa itu nek??"tanya indira memicingkan matanya.
"ini..bukan apa-apa nak"jawab Darmi setengah gemetar.
indira mengulurkan tangannya ke arah darmi agar darmi menyerahkan gambar-gambar itu, darmi menoleh pada prayudha dan Prasetyo meminta persetujuan, namun keduanya hanya tertunduk.
setelah menunggu hampir sepuluh menit, darmi pun terpaksa memberikannya pada indira.
setelah melihat gambar-gambar itu, indira hanya menampilkan senyum tipis.
"Braga Jayapraga"gumamnya pelan
prayudha menatap indira yang masih menatap gambar itu dengan tatapan yang menakutkan.
Indira mengeluarkan ponsel dari saku bajunya.
__ADS_1
"Assalamualaikum kak..dalfa dan dalfi bawa ke rumahku ya kak, sekarang!!!"indira menelpon kemudian tak berapa lama pun dimatikan kembali.
dua puluh menit kemudian, Andara membawa istri dan kedua anak kembarnya.
indira memberikan gambar-gambar itu kepada dua keponakan istimewa nya.
dalfa dan dalfi seakan paham, dan mengeluarkan sebuah alat deteksi, semua mata tertuju pada alat dan gambar.
di dalam gambar tersebut, memang benar ada selia tapi itu bukanlah Gumilang, dalam gambar tersebut sangat jelas bahwa Gumilang tidak pernah memiliki lesung pipit dan rambut yang tidak pernah melewati tengkuk leher.
semuanya menelan ludah dengan kasar, tak percaya tapi ini terjadi. dalfa dan dalfi pun hanya memandang pada tantenya itu.
"onty...apakah kita akan bergegas ke tempat ini...sekarang!!!!"ucap dalfa seperti tidak sabar.
"maksud kamu, mas gum di culik ra..kok bisa???mas gum kan orangnya bisa karate"Andara tampak bingung dengan situasi sekarang.
"bisa kak...mas gum sepertinya diperdaya"
"mereka memasukkan sesuatu pada makanan dan minuman mas gum, atau mereka memang membawa mas gum dengan cara dibius"
"lalu apa rencana kita selanjutnya"
__ADS_1
"selama 3 hari ini kita tidak akan melakukan apa-apa....biarkan mereka memantau kita dari jauh...oh ya dalfa dan dalfi...gelang kalian bis terhubung dengan gesper mas gum kan ya"
"iya onty...tapi apakah om gum..memakai gespernya"
"pasti fa...baiklah kita tunggu di hari kamis...oh ya ayah, bisa kah ayah membantuku di malam jum'at nanti"
Prayudha menatap indira, prayudha terkejut bahwa indira mengetahui jati dirinya.
prayudha pun hanya mengangguk.
Andara menatap ayah dan adiknya itu, ada rahasia apa sih sebenarnya kenapa hanya dia yang tidak tahu apa-apa , Andara memandang wajah satu persatu, ada rasa penasaran dalam Dirinya.
Tiga hari berlalu,
Indira dan prayudha menggunakan baju serba hitam, keduanya memakai penutup kepala, ada sebuah pisau yang bertengger di pinggang masing-masing.
Di dalam sebuah gedung, terdengar suara orang berteriak.
"Bangun...dasar pemalas...kamu tahu!!!istri yang katanya sangat menyayangi kamu itu, mana???datang menolong kamu gak ...Hah!!!!Hahahahahah"ucap seseorang berada di dalam sebuah kamar yang sangat menggema.
prayudha dan indira berjalan mengendap perlahan, di dalam kamar, wajah Gumilang tampak lebam, mereka menyiksa Gumilang dengan sangat tidak berperikemanusiaan.
__ADS_1
Gumilang hanya terdiam saat seseorang memukul wajahnya berkali-kali.