Pesona Indira

Pesona Indira
19


__ADS_3

"sama-sama cantik...makan yang banyak...peer kita masih banyak"Andara menuangkan kuah sedikit demi sedikit ke dalam piring Indira.


"Perhatian amat An...mangsa baru kamu ya"ucap laki-laki itu tanpa melihat ke arah Indira.


"Mangsa baru...wanita bercadar ini adik akuh ya Pras"jawab Andara terlihat kesal


"Oh maaf..."


"Pras...habis makan kita ke mesjid yuk"ajak Gumilang menetralkan suasana yang hampir memanas.


"oh siap..ayo An..."


"hayu lah"


"eh dokter An....kabar Selia bagaimana??"tanya Pras lagi membuat Andara melengos


"sebelum ke mesjid bagaimana kalau kita yang cuci piring...kasian kan tadi yang wanita sudah masak"ucap Andara dengan wajah yang sumringah.


"kakak bisa nyuci piring???"ucap Indira meledek Andara yang memang selalu.menjaga penampilannya .

__ADS_1


"bisa lah...cuma cuci piring Ra..bukan cuci gudang"


"cuci gudang mah di pabrik kak"


"emang kamu pernah kerja di pabrik ya"Andara tersenyum ingin melihat Indira kalau marah


Indira menghela napasnya dengan pelan kemudian minum air hangat.


indira menatap tajam pada Andara yang membuatnya kesal.


"sudah..sudah ..lagi makan juga "Bu aruna menengahi.


"hahahaha"Andara tertawa dengan renyah, Andara paham, benar informasi yang kemarin Rista sampaikan kalau Indira adalah Andara dan yang membedakan hanya jenis kelaminnya saja.


Andara,prasasti dan Gumilang pun mencuci piring bekas makan tadi di dapur.


setelah selesai, ketiganya pamitan untuk ke mesjid.


"Kak Yani...pak prasasti itu dokter bedah ya??"tanya Indira

__ADS_1


"iya..."


"kok kak Yani lesu amat ya"


"aku tidak pernah menyangka kalau akan bertemu dengan kak Pras lagi, dulu kak Pras adalah tetanggaku, kak Pras adalah Muazin di desa kami,suaranya merdu...aku simpati padanya, tapi semenjak aku pindah...aku tidak melihatnya lagi"


"kak Yani...apa kakak sudah mendekati sang pencipta....ketika kita berbicara di bumi maka akan terdengar di langit...jika kak Yani ingin kak Pras jadi seseorang yang akan mendampingi kak Yani, sekarang...nanti Dan selamanya kenapa kak Yani tidak minta saja sama Allah...siapa tahu...Allah mendengar semua permintaan kak Yani"Indira menatap Yani yang seperti kebingungan.


Prasasti dan Gumilang pun mendengar apa yang keduanya ucapkan.


prasasti menoleh pada Gumilang yang melihat ke arah lain.


"apakah aku harus maju gum....apa Yani mau menerimaku..."


"ungkapkan saja lah Pras....toh...kita berdua juga sudah mendengar tadi...apa yang dirasakan oleh Yani sama kamu....perempuan yang baik diciptakan untuk laki-laki yang baik...dan laki-laki yang baik adalah laki-laki yang mengajak perempuannya menikah...hanya melewati jalur pernikahan saja...Allah akan memberikan kita petunjuk....jangan sampai rasa cinta kalian diketahui oleh syaitan...sehingga membuat kalian menjadi Tidak berakal"


"ya...aku ingin seperti kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra yang saling mencintai...yang bahkan syaitan aja tidak tahu"


"kalau ini kasusnya... syaitan udah tahu Pras ... syaitan tahu...karena yang bersangkutan sudah mengungkapkan perasaannya..,tapi tetap jaga jarak ya Pras....jadilah sepasang kekasih yang tidak dimurkai oleh Allah"

__ADS_1


"Aaaammmmiiiiinnn"prasasti dan Gumilang mengusap wajahnya masing-masing.


"kalian kompak benar dah..."Andara baru saja datang dan melihat apa yang kedua temannya itu lakukan.


__ADS_2