Pesona Indira

Pesona Indira
29


__ADS_3

"indira menatap Andara dengan penuh takjub...walaupun andara orang yang tidak bisa serius, tapi kalau sudah melakukan tindakan seperti ini, wajahnya sangat tampan dan menggemaskan.


tanpa sadar indira sudah mengagumi kakaknya itu.


Andara mengangkat kepala dan menggerakan ke kiri dan ke kanan..namun indira tampak diam saja dan melamun.


"Ra...udah selesai nih...bisa minta tolong kan ya..bawain teh manis hangat buat mas gum dan aku"Andara menatap indira yang masih bengong.


"Indira Putri Prayudha...."Andara berteriak sehingga suaranya menggema didalam Rungan yang cukup kecil itu.


"iya kak..kenapa???"


tanya indira dengan polosnya.


"mana minumannya aku haus nih..mas gum juga"


"oh iya mas...sebentar lagi ya...udah aku pesan"


Tok..tok..tok....


"iya masuk"teriak indira


satu orang laki-laki membawa dua buah gelas yang berisi teh manisa hangat dan dua Porsi nasi goreng seafood pedas.


Andara menatap indira sekilas. Andara mencuci tangan setelah membereskan peralatan tempurnya.

__ADS_1


Gumilang dan Andara makan dengan lahap.


indira menatap keduanya sekilas dan keluar dari ruangan tersebut.


saat akan masuk lagi ke ruang Auditorium, indira mendengar orang sedang berbicara.


'bodoh....begitu aja gak bisa!!! kamu tahu kan....dengan kita menculik anaknya Andara....dan membawa jauh anak itu....dia akan merasakan sakit hati yang sangat luar biasa"


"tapi aku sudah semampu aku sel...sejauh ini aku sudah mengikuti apa mau mu....aku rasa hutangku pada keluarga mu sudah lunas"


"lunas!!!hei kamu pikir masuk kedokteran itu biayanya sedikit.....Mikir!!!bahkan seumur hidupmu pun kamu tidak akan bisa membayarnya"


"lalu apa lagi yang harus aku lakukan agar hutangku bisa lunas"


"ku rasa kamu sudah paham maksud ku"


"aku tidak akan membuat indira dan keluarga besarnya terpisah lagi....sudah cukup indira menderita selama ini karena ulah keluarga besar mu yang gila harta dan kekuasaan"


"aku tidak peduli!!!hampir saja Andara bisa aku kendalikan....tapi karena indira...dia merusak rencana aku yang sudah aku susun jauh-jauh hari"


Indira merekam semua adegan yang keduanya mainkan.


indira mendesah, ada rasa kecewa dalam hatinya.


"apa seperti ini rasanya percaya tapi di khianati ya Allah...."ucap indira dalam hati.

__ADS_1


indira masuk menghampiri kedua orangtuanya.


"bagaimana Gumilang ra???"tanya Aruna dengan wajah cemas.


"udah d jahit ma....cuma 12 jahitan ..."


"12 jahitan....kita harus mengucapkan terima kasih pada mas gum, yah....kalau mas gum tidak cepat tanggap mungkin kita akan kehilangan salah satu si kembar"ucap Aruna lagi menatap prayudha dan indira secara bergantian.


Indira memeluk aruna dan menghela napasnya dengan panjang.


setengah jam kemudian, listiyani datang dengan wajah cantiknya.


"eh ra...kita foto bersama yu...disana aja"yani menunjuk ke arah taman.


indira memicingkan kedua matanya...


"baiklah kak...ayo"indira memegang lengan yani dengan lembut.


"ma...jika aku tidak kembali dalam waktu satu jam...kasih tahu kak Andara ya"ucap indira berbisik ke telinga Aruna sebelum di tarik oleh listyani.


Aruna mengangguk.


Di taman....listyani meminta salah satu orang yang ada di taman itu untuk melakukan pengambilan gambar pada nya dan indira.


indira tampak berhati-hati dan selalu melihat ke sekeliling.

__ADS_1


indira tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi.


__ADS_2