Pesona Indira

Pesona Indira
36


__ADS_3

Tiba di sebuah rumah, orang itu masuk dan menemukan ibunya sudah tidak sadarkan diri.


"Ibu...ibu bangun...ibu aku udah bawa duitnya kita berobat ya bu...ayo bu..ibu bisa kok sembuh...ibuuuuu"ucap orang itu menggoyangkan tubuh ibunya.


Indira mendekat, di raba nya pembuluh darah di bagian leher, indira mengerutkan dahinya, kemudian meraba pembuluh darah di pergelangan tangan kanan ibu itu.


"Kamu kuat kalau harus gendong ibu kamu ke rumah sakit Andara"tanya indira menatap orang itu dengan lembut.


"jangan kak..jangan ke sana ...kami tidak mampu...kita ke klinik saja kak"ucap orang itu.


Indira menoleh ke arah Gumilang, Gumilang hanya menelan ludahnya dengan kasar.


Gumilang maju dan membawa ibu yang pingsan tadi ke rumah sakit Andara.


Di UGD, ibu tadi di tempatkan di salah satu tempat tidur dengan hati-hati.


perawat dan dokter UGD pun langsung memeriksa ibu itu dengan sigap.


orang itu merasa cemas, kalau dia tidak sanggup membayar biaya rumah sakit.

__ADS_1


Indira berdiri tidak jauh dari orang tersebut, memantau pergerakan tenaga kesehatan di UGD.


ibu itu di pasang monitor dan oksigen.


Dokter UGD menatap indira ingin berbicara, tapi indira dengan cepat menaruh jari telunjuk didepan wajahnya.


"Mas ini anaknya ibu ini???"tanya dokter UGD mendekat


"Iya dokter....apakah ibu saya akan bangun lagi"orang itu menatap dokter dengan mata berkaca-kaca.


"Mas berdoa saja...semoga Allah membantu kita dalam menyembuhkan ibunya mas"


"tapi dokter...saya tidak punya duit sama sekali untuk membayar biaya di rumah sakit ini"


"Kak...ini..duit yang tadi"ucap mas tadi menyodorkan duit 100 ribu sebanyak 5 lembar.


"buat kamu saja...kamu lebih membutuhkan"indira berlalu dari sana bersama Gumilang.


Diperjalanan Gumilang menggenggam tangan indira dengan erat, Gumilang dan Indira tahu, dan bisa merasakan bagaimana hidup tanpa seorang ibu.

__ADS_1


Di rumah, indira menaruh perkakas di lantai, sedangkan Gumilang mengambil air minum buat mereka berdua.


indira duduk dilantai sampai memijit kepalanya perlahan.


"Kenapa sayang??'Gumilang memijat kedua bahu indira dengan pelan.


"kok ada ya orang yang gak mau datang ke rumah sakit hanya karena biayanya mahal"


"banyak kok sayang....mereka kalau sakit selalu beli obatnya di warung...padahal kan mereka gak tahu dosis obat yang harus diminum"


"iya Seperti ibu...dulu ibu kalau sakit beli obatnya di warung..katanya lebih manjur obat warung...hehehe"indira terkekeh mengingat kehidupannya dulu bersama darmi.


Gumilang memeluk indira dan tanpa disangka indira menangis sesenggukan. Gumilang mengelus kepala indira dengan penuh kasih sayang, diciumnya perlahan. Indira pun menumpahkan rasa sedih nya di pelukan Gumilang.


indira merasa bahwa masih banyak orang yang sakit yang tidak di bawa ke rumah sakit hanya karena biaya mahal.


apakah orang-orang tidak tahu kalau di rumah sakit andara tidak pernah dikenakan biaya.


apakah orang-orang tidak tahu kalau berobat di rumah sakit Andara hanya bermodalkan KTP saja.

__ADS_1


beragam pertanyaan terus berkecamuk di pikiran Indira.


lima belas menit ada di pelukan Gumilang, membuat Gumilang tak habis pikir, ternyata istrinya ini tertidur pulas.


__ADS_2