
indira memang dia besarkan dengan rasa kasih sayang yang sangat tulus, tanpa berpikir hal yang macam-macam.
Allah mengabulkan semua doa-doanya selama ini, darmi ingin sekali mempunyai anak perempuan seperti indira...hatinya lembut dan selalu sopan pada semua orang.
Dua hari berlalu,
Hari ini indira menggunakan kebaya berwarna putih susu, dan cadar yang sama.
indira di dampingi oleh yani dan Aruna di dalam ruangan tertutup.
indira tampak tenang walaupun hatinya gugup.
"Ra...pernikahan itu adalah ibadah seumur hidup...ibadah yang harus dijalankan dengan ikhlas...ketika nanti ada yang perlu disampaikan...sampaikanlah kepada suamimu dengan santun...bicarakan dan komunikasi kan dengan baik...saat ada pertengkaran,usahakan jangan sampai semua orang tahu..cukup kalian dan Allah yang tahu...selesaikan berdua...jangan sampai amarah meruntuhkan hubungan pernikahan...ketika suami jadi Api..istri harus jadi air"Aruna mengusap kepala indira dan menciumnya.
"insyaallah ma...doakan mudah2an Allah memberikan barokah nya pada rumah tangga kami nanti"indira menatap wajah aruna dengan tersenyum.
"oh ya kak...dokter prasasti datang kan ya???"indira menoleh pada yani yang sedang celingukan mencari sosok prasasti.
"ini lg nyari ra"yani menjawab dengan polosnya.
__ADS_1
indira dan Aruna hanya tersenyum.
"eh apa tadi pertanyaan nya...kok gak nyambung sih aku"yani memukul kepalanya perlahan.
indira terkekeh. melihat yani yang begitu polosnya...meski usia sudah kepala tiga tapi masih polos dalam semua hal.
Suara MC menggema memanggil indira yang diminta mendekat ke tempat mempelai laki-laki. indira di rangkul oleh yani dan Aruna, diiringi oleh suara sholawat nan syahdu.
Kini indira berada tepat dihadapan Gumilang.
Gumilang menatap indira yang sedang tertunduk malu. padahal indira sedang berusaha menenangkan hatinya agar tidak terlalu kelihatan sedang gugup.
indira menutup kedua matanya dengan pelan.
setelah selesai mencium kening indira, Gumilang memakaikan cincin pernikahan di jari manis sebelah kiri milik indira dan indira pun memasang kan cincin di jari manis sebelah kanan milik Gumilang.
indira mencium punggung tangan dan telapak tangan Gumilang sebanyak dua kali, ada rona kebahagiaan yang dirasakan oleh Gumilang.
wanita sholeha ya dia temui beberapa waktu yang silam.
__ADS_1
Gumilang menatap lembut pada indira yang juga sedang menatapnya.
"ehem....pengen cepat bulan madu ya"ucap Andara asal sehingga dipukul oleh Aruna.
"an...ingat buntut kamu ada tiga tuh"Aruna menunjuk si kembar dan ibunya dengan lirikan matanya.
"Yailah ma...becanda doang....besok kan indira langsung praktek"Andara menegaskan.
"kok bisa langsung praktek...kan dapat cuti 5 hari untuk dokter yang menikah"Aruna menatap Andara yang sedang mengusap bahunya yang dipukul mama nya tadi.
"Indira gak mengajukan cuti menikah ma...lagian acara nya juga mendadak kan"ucap Andara tidak mau disalahkan oleh sang nyonya besar.
"Ya tapi kan...kamu yang harus punya inisiatif An..."
mata Andara sudah mendelik menahan kesal, prayudha pun menghampiri keduanya.
"sudah...apapun keputusan indira kita harus tetap menghormatinya...mungkin indira tidak enak baru masuk sudah cuti"prayudha menepuk bahu Andara dan mencium pipi Aruna dengan lembut.
"Ayah..."indira memeluk prayudha dengan hangat.
__ADS_1
"loh kok ayah yang dipeluk ra...suamimu ntar cemburu loh"prayudha memandang wajah Putri tersayang nya.