Pesona Indira

Pesona Indira
64


__ADS_3

"Apa hubungannya romantis sama bisa bela diri..gak nyambung kakak nih"


"iya kamu..bisanya meledek kakak..karena mas gum bisa bela diri kan..ada yang belain kamu...kamu tahu gak..semenjak kakak tahu..mas gum bisa bela diri, kakak janji sama diri kakak..kalau kakak gak akan meledek mas gum lagi"


"hahahahahha"indira tertawa sangat keras.


Tiba -tiba lampu menyala dengan terangnya, indira dan Andara menutup kedua mata mereka yang terasa silau.


tepuk tangan sangat meriah, prayudha dan Aruna berdiri di samping kue tart yang menjulang tinggi.


Gumilang berada dekat dengan indira yang hanya terdiam. Gumilang tampak gagah dan tampan menggunakan jas berwarna putih.


sedangkan indira dan Andara sudah menggunakan baju yang sama dengan rista dan Gumilang.


Lagu ulang tahun mengiringi tepuk tangan yang semakin meriah.


"Selamat tanggal kelahiran ya ra...an..maaf...baru bisa dirayakan tahun ini...semoga selalu sehat...dan bahagia terus ya sayang"Aruna dan prayudha mencium pipi kedua anaknya itu.

__ADS_1


rista mendekat dan mencium pipi Andara.


Andara pun langsung memeluk rista.


"Makasih ya sayang...aku khawatir Tahu sama kamu dan anak-anak"


"khawatir sih tidurnya pulas banget...ayah..ayah " dalfi bersuara sambil mendelik.


"hehehheh"Andara menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


sementara itu Gumilang dan indira melepaskan rasa rindunya itu.


"aku malu mas..."indira masuk ke dalam pelukan Gumilang.


"Bagaimana rasanya ada di tempat ini ra"tanya Aruna menatap wajah putrinya yang bercadar itu.


"aku malu ma...malu banget...apalagi aku tertawanya keras banget"

__ADS_1


"lagian kalian berdua ini kalau udah urusan tidur aja nomor satu..."


listyani dan prasasta menghampiri indira yang sedang bercanda bersama Gumilang.


"selamat ya ra...semoga selalu sukses ya"listyani merentangkan kedua tangannya dan keduanya pun berpelukan.


"makasih ya kak...terima kasih banyak sudah mau menyempatkan waktunya untuk bisa hadir di sini"Indira melepaskan pelukannya.


"sama-sama...terima kasih juga sudah mau mengundang kami berdua datang kesini...oh ya ra..perkenalkan ini suami aku, prasasta Prambanan putra...kakaknya prasasti...ternyata prasasta ini loh yang dulu muazin di kampung ku dan dosen di kampus kita"listyani menjelaskan secara detail.


"oh iya kak...salam kenal kak sasta...apakah kak sasta ini seorang dokter juga"tanya indira menatap sekilas pada prasasti yang sedang menundukkan pandangannya.


"iya..saya dan prasasti mengambil dokter bedah..namun di tempat yang berbeda...dan saya juga tidak terlalu paham dengan kembaran saya itu"prasasta berbicara tanpa menatap ke arah indira.


"oh gitu ya kak..dua orang yang sama namun beda kepribadian"


"iya kalau prasasti memang dididik oleh ayah agar bisa menjalankan perannya dengan baik...tapi saya tidak pernah setuju dengan apa yang ayah dan prasasti lakukan..makanya saya tidak pernah tinggal dirumah, saya lebih senang tinggal di perkampungan dan bersosialisasi...oh ya ra...maaf...dokter indira..maksud saya...maaf kalau saya lancang....selamat ya..semoga diberikan kemudahan dalam segala hal"ucap prasasta menangkupkan kedua tangannya didepan dada.

__ADS_1


Gumilang terdiam memperhatikan prasasta dan listyani yang sedang mengobrol dengan istrinya itu.


Gumilang dan yang lainnya tetap waspada jikalau ada tamu tak diundang dalam acara ini.


__ADS_2