
indira pun menggunakan kamar mandi dekat dapur untuk menggunakan test pack yang tadi diberikan oleh andara.
Lima menit kemudian, indira keluar dengan wajah yang sumringah dan indira pun memberikannya pada Andara.
"Negatif kak"indira tersenyum melihat wajah Andara dan keluarga besarnya.
"kok bisa..terus kenapa mas gum begitu"Andara merinding membayangkan sesuatu diluar nalarnya.
sudah satu minggu, Gumilang bersikap aneh, namun indira belum menunjukkan kalau indira sedang hamil.
Pagi ini, indira praktek di rumah sakit Andara, banyak pasien ibu muda yang datang berobat.
indira tersenyum saat ada anak kecil yang ingin melihat wajahnya.
"Maaf sayang...wajah bu dokter...hanya untuk suami dan keluarga inti bu dokter saja ya"indira menatap lembut pada anak kecil yang dibawa oleh ibunya itu.
"iya bu dokter"anak kecil itu diam saja dan cemberut.
setelah selesai, indira pun melakukan visitasi ke pasien yang di rawat inap.
__ADS_1
seorang pasien tampak lelah mengatur napasnya, indira mendekat dan melihat irama pernapasan, kemudian meraba denyut nadi di pergelangan tangannya.
Napas dan denyut nadi pasien menjadi cepat, dengan sigap indira memasang kan selang oksigen ke hidung pasien tersebut.
perawat yang menjadi asisten indira pun sangat cekatan, mengambil alat monitor yang ada di lemari tersebut.
"Apakah pasien ini alergi obat antibiotik bu???"tanya indira kepada perawat tersebut.
"pasien ini mengatakan tidak pernah ada alergi obat dokter, tapi ada satu obat yang tadi dia minum katanya obat itu yang biasanya dia minum ketika merasa cemas"
"Obat apa itu"indira dan perawat tersebut melihat bungkus obat yang tergeletak di bawah kasur...
Deg..indira dan perawat tersebut saling melihat.
Indira dan perawat tersebut pun memasang selang lambung untuk mengeluarkan obat yang tadi dia minum.
setelah 30 menit, melakukan bilas lambung ke pasien tersebut, pasien tersebut pun terbatuk dan menangis dengan keras.
"Kenapa dokter menolong saya...saya ingin mati..dokter...saya tidak lagi berguna"
__ADS_1
"apakah ibu mau bercerita pada saya apa yang sebenarnya terjadi pada ibu???"
"dokter ada waktu buat saya..buat mendengarkan saya bercerita...tapi kenapa keluarga saya tidak ada yang mau mendengarkan keluh kesah saya, mereka anggap saya hanya orang yang mudah berkeluh kesah, saya cape dokter...saya lelah...saya tidak mau hidup dengan keluarga yang seperti itu"
"sebaiknya ibu beristirahat dulu ya....badan ibu masih lemas...setelah ibu tidur...dan bangun lebih segar, saya janji saya akan mendengarkan ibu Bercerita"
"iya dokter...saya mau tidur ya"
pasien tersebut tertidur Setelah mendapat tindakan tadi.
"Huuft"indira menarik napasnya dengan perlahan dan menghembuskannya.
indira menatap wajah ibu itu yang sangat pucat, tidak ada satu orang keluarganya pun yang menunggunya.
"bu..maaf..bisa ibu hubungi keluarganya pasien yang hampir bunuh diri tadi"indira meminta tolong pada salah satu perawat.
"sudah dihubungi dari kemarin dokter..ini catatannya, tidak ada satupun keluarga yang bisa dihubungi, ada yang bisa dihubungi tapi ponsel tidak diangkat"
"alamatnya dimana itu"
__ADS_1
indira mengerutkan dahinya, karena alamat ini tidak jauh dari rumah sakit Andara.
"oh ya bu..salah satu dari Ibu, ada yang bisa ikut saya satu-dua orang...kita akan ke rumah ibu yang tadi"